[Puisi] MENDAYUNGKAN CINTA DI ATAS SENJA

 

Rinai gemericik mendendangkan tahmid.

Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir.

Lembayung mempesonakan indra mengucap kidung kesyukuran.

Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing di singgahi embun

Ada lantunan Dzikir di setiap hela hembusan nafas

Berucap tiada henti memanjatkan pinta

 

Satu doa untuk cinta.

Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah.

Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi?

 

Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini

Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya

Apakah ujiannya ini belum selesai?

Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pda-Mu

 

Duhai,

Siapakah gerangan dia?

Aksara-aksara tak mempan mengukirnya.

Atau aku harus seperti Saad sahabat baginda?

Yang Engkau temukan cintanya di Surga?

 

Tidak,

jangan jadikan aku seperti itu.

Aku ingin seperti Lembayung, burung-burun

Dan dedaunan yang bergerak-gerak.

 

Memuji-Mu, mengagungkan nama-Mu

Bersamanya, bersama cinta, seperti sepasang Merpati

yang mengepak berdua di senja-Mu yang megah.

 

Kuching, Sarawak Malaysia. 25 April 2012

[Sinopsis Film] : Sinopsis Banyu Biru

 

By Edris Ernawan in PNBB – Proyek Nulis Buku Bareng

Film Banyu Biru  berkisah tentang seorang pemuda yang mencoba mencari jawab atas berbagai persoalan hidup yang ia alami.

 

Cerita diawali dengan menampilkan keluarga Oskar (ayah Banyu). Pada awal cerita dikisahkan saat istri Oskar sedang menemani putrinya, Biru, berenang di kolam renang belakang rumahnya. Tetapi suaminya memanggil dan menanyakan tentang lembar-lembar kerja yang tak ditemukannya. Akhirnya Biru ditinggalkan sendirian di kolam renang. Sebuah tragedi terjadi. Entah berapa ibu Biru meninggalkan Biru di kolam sendirian hingga kemudian didapati oleh Banyu, kakak Biru, Biru telah terapung dipermukaan kolam. Ia meninggal karena tenggelam. Banyu menjerit hsiteris kemudian teringatlah saat-saat indah dan menyenangkan bersama adiknya, saat-saat mereka bermain bersama.

 

Ibu Banyu, istri Oskar, tidak tahan dengan itu semua. Dia shok dan akhirnya ia juga meninggal dunia. Banyu merasakan bahwa tidak ada siapa-siapa lagi dalam hidupnya. Adiknya meninggal. Ibunya juga meninggal sedangkan ayahnya terlalu asik dengan pekerjaaannya dan tidak mau peduli dengan dirinya. Akhirnya ia meninggalkan rumah dan pergi ke kota.

 

Di kota ia bekerja di supermarket. Berbagai permasalahan selalu bermuara pada dirinya. Hidupnya dipenuhi dengan masalah. Ia tidak bisa menikmati kehidupan. Suatu saat ia diminta menggantikan temannya hadir dalam seminar tentang pelayanan terhadap konsumen. Padahal saat itu ia sangat capek, sedang tidak enak badan dan dalam dirinya penuh masalah maka ia pergi ke psikiater untuk menyelesaikan masalahnya. Psikiater menyarankan agar ia kembali kepada keluarganya, kepada ayahnya. Karena menurutnya, saat itu waktu yang tepat. Sudah saatnya ia kembali pada keluarga dan menyelesaikan masalah keluarga, masalah dengan ayahnya. Sebelumnya ia telah mendapat telpon dari pamannya agar hadir dalam pesta perkawinannya yang kelima.

 

Dengan rasa caapek dan pusing ia paksakan hadir dalam seminar itu, mewakili temannya. Tetapi ia tidak dapat berkonsentrasi. Pikirannya penuh masalah dan pusing di kepalanya menyebabkan ia harus minum obat sampai akhirnya ia tertidur. Dalam tidurnya inilah mengalir cerita dalam mimpinya.

 

Dalam mimpinya ia kembali ke rumah. Tetapi ia tidak bertemu dengan ayahnya bahkan rumahnya telah kosong dan dipenuhi debu. Dari Sulah, ia memperoleh informasi bahwa ayahnya telah pindah tetapi ke mana pindahnya, Sulah juga tidak tahu. Di sinilah terjalin cinta pertama Banyu dengan Sulah. Banyu sangat merasakan cinta itu hingga ketika dalam perjalanan ia tersenyum sendiri, senyum karena senang.

 

Karena ayahya telah pindah, akhirnya ia pergi ke rumah pamannya yang waktu itu sedang mengadakan pesta pernikahannya yang kelima. Dari pamannya inilah Banyu  mengetahui bahwa ayahnya telah pindah ke Pangkal Pinang. Pamannya mengatakan bahwa ayahnya sebenarnya tidak seperti yang dibayangkan Banyu. Cintanya pada anak dan istri tak pernah habis. Karenanya sang paman menyarankan Banyu untuk menemui ayahnyadan menyelesaikan persoalannya.

Benar, Banyu akhirnya pergi ke pulau Pangkal Pinang. Dalam perjalanannya mencari rumah ayahnya di Pangkal Pinang, ia bertemu dengan Arif, teman SD-nya yang dulu sering ia ejek sebagai seorang yang banci. Pertemuan itu tidak disengaja karena Banyu hanya mau bertanya tentang mobil yang bisa mengantarkannya ke pelabuhan. Tetapi dari Arif, Banyu mendapatkan banyak hikmah. Arif yang dulu dikatakan banci ternyata mampu memberi manfaat pada desanya.

Ketika Banyu sampai di pulau Pangkal Pinang ia langsung menuju ke sebuah rumah dekat pantai dan di situlah ayahnya tinggal. Banyu tetap menyalahkan ayahnya, ia katakan bahwa ayahnya egois, tidak mencintai ibunya dan hanya mementingkan pekerjaanya. Oskar, ayah Banyu marah dan berusaha memberika pengertian kepada Banyu bahwa apa yang dikatakan Banyu tentang dirinya semuanya tidak benar. Ia sangat mencintai ibu Banyu. Ia mencintai Banyu, anaknya. Sebagai buktinya ia berikan cincin perkawinannya yang ia gantungkan sebagai bandul kalung kepada Banyu. Ia berharap suatu saat nanti Banyu mengerti akan ayahnya. Akan hatinya.

Akhirnya Banyu ingin kembali lagi dan meninggalkan ayahnya. Di tengah perjalanan lautnya ia pusing dan terlempar di laut. Ia terbangun dari mimpi dan bertekad untuk menyelesaikan masalahnya dengan kenyataan,  bukan dalam impian. (607 kata)

 

+++++++++++++

+++++++++++++

 

Postingan berikutnya Insya Alloh berupa Apresiasi Film Banyu Biru

Minta dukungannya ya agar bisa segera memposting apresiasi film tersebut secara bersambung….

[The Big “O”: Bukan XXX] #5 Mengenali Titik-titik Khusus Pada Pasangan

Catatan: Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk terkesan vulgar, namun harus dibaca dalam koridor pembelajaran.

Pada tulisan-tulisan sebelumnya, disebutkan bahwa ada peran stimulasi dalam pencapaian orgasme pada kedua belah pihak. Besar dan kecilnya stimulasi yang diberikan juga akan mempengaruhi “kualitas” serta “rasa” orgasme yang diraih oleh masing-masing pihak.

 

Masalahnya sekarang, bagaimana seseorang bisa melakukan stimulasi sedangkan ia tidak mengetahui bagian mana dari pasangannya yang perlu distimulasi atau membutuhkan stimulasi? Oleh karena itu, sangat penting artinya bagi kita untuk mengetahui titik-titik atau daerah khusus pada pasangan dan secara rahasia hanya diketahui oleh masing-masing pasangan yang fungsinya sebagai sumber pendorong gairah atau libido dan jalan untuk pencapaian orgasme yang sempurna tersebut. Namun, dari sisi keilmuan, memang ada titik-titik umum yang setelah melalui penelitian mendalam diketahui sebagai titik-titik atau daerah sensitif nan melekat pada setiap insan. Sekali lagi, titik-titik atau daerah sensitif bagi pria satu dengan lainnya bisa berbeda-beda, pun demikian halnya dengan wanita yang satu dengan yang lainnya, sehingga tidak perlu merasa “berkelainan” manakala tidak merasakan titik yang satu, tetapi menyukai titik yang lain.

 

Sang Maha sangat mengetahui kebutuhan kita, sehingga sedari awal, tubuh kita sudah didesain sedemikian rupa agar kebutuhan itu betul-betul pas untuk kita. Hanya saja sayangnya, sering saling berkebutuhan ini diabaikan sehingga apa yang dimaksudkan oleh Sang Maha sedari awal tidak tercapai. Beberapa faktor pemicunya antara lain, ketidakpedulian, ketidaktahuan, ketidaksabaran dan sebagainya. Faktor pemicu ini tentu harus disikapi secara hati-hati karena satu di antara persoalan yang timbul dalam kerumahtanggaan bisa jadi dimulai dari sini.

 

Titik-titik umum bagi pria berbeda dengan titik-titik khusus pada wanita. Namun, kalau boleh disimpulkan, titik-titik khusus pada wanita jauh lebih banyak dari pria, dan jauh lebih banyak dari apa yang dipaparkan di sini. Mengapa? Karena Sang Maha memang telah mendesain struktur tubuh wanita dengan sempurna dan meletakkan titik-titik khusus pada hampir di seluruh tubuh mereka, yang apabila dilakukan stimulasi akan mendorong, memperkuat serta mempercepat pencapaian orgasme.

 

Titik-titik khusus pada pria secara umum adalah sebagai berikut:

1. Leher

Seperti wanita, pria juga senang disentuh, dicium dan sebagainya di area ini. Sensasi yang dirasakan pria sama hebatnya dengan yang dirasakan oleh wanita.

 

2. Rambut dan kepala

Yang dimaksud di sini adalah biarkan pasangan membelai, meremas atau sedikit menjambak rambut ketika bercinta.

 

3. Telinga

Umumnya kaum pria senang merasakan sensasi di seputar telinganya.

 

4. Perineum

Ada satu titik yang kadang terlupakan, yakni perineum. Posisinya yang agak tersembunyi, yakni antara skrotum dan anus, membuat titik ini jarang mendapat perhatian. Padahal area ini dapat memberi sensasi khusus untuk pria.

 

5. Puting

Pria juga senang jika pasangannya mengeksplorasi putingnya, walau tidak semua pria menyenanginya. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengetahui apakah pasangan suka atau tidak adalah dengan mencari tahu secara langsung, baik dengan cara licking mau pun sucking.

 

6. Jari

Umumnya pria senang jika pasangannya mengeksplorasi bagi ini, sebagai refleksi dari cara pasangan memperlakukannya ketika bercinta.

 

7. Punggung

Ketika membelai atau mencium punggung pasangan, perasaan nyaman dan damai mengaliri tubuh. Karena itu, jika sedang bercinta jangan lupa belailah punggung pasangan dengan lembut.

 

8. Penis

Penis menjadi titik utama pada pria, terutama pada bagian frenulum, daerah sensitif di bagian bawah penis, di pertemuan lipatan-lipatan organ tersebut. Bentuknya menyerupai daun bunga. Titik ini jika disentuh, dapat menghasilkan sensasi yang meningkatkan gairah pria. Tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya ujung-ujung syaraf dan juga sangat sensitif. Terutama ketika ia sangat terangsang dan bila organ tersebut tengah membesar.

 

Sedangkan titik-titik khusus pada wanita, secara umum sebagai berikut:

 

1. Pangkal lengan

Pangkal lengan merupakan bagian yang terdekat untuk melanjutkan sentuhan. Pada saat itu sentuhan di lengan ini akan terlihat bagaimana reaksinya. Pangkal lengan bagian dalam lebih sensitif di bandingkan bagian luar.

 

2. Ketiak

Pasangan Anda akan suka sekali jika disentuh di bagian ini. Setelah menyentuh pangkal lengannya, Anda bisa meneruskannya ke arah ketiak. Bagian ini cukup sensitif sehingga jangan sampai menggangu suasana, misalnya, membuatnya kegelian dan bukannya terangsang. Anda bisa mengarahkan sentuhan pada bagian depan ketiak, tepatnya di pangkal lengan.

 

3. Leher

Setelah menyusuri ketiak, teruskan ke bagian atas atau ke bawah. Jika ke atas, arahkan ke lehernya, bisa sisi kanan maupun kiri. Sentuhan yang lembut pada bagian ini akan membuat pasangan bergairah. Telusuri pula bagian leher dari depan hingga belakang, lakukan dengan perlahan dan lembut karena bagian belakang leher sangat sensitif.

 

4. Belakang telinga

Di sini, ringankan sentuhan Anda dan kurangi tekanan pada tangan. Lakukan dengan lembut. Coba lakukan sentuhan yang terasa antara ada dan tiada karena iramanya akan terasa sensasional.

 

5. Pipi dan bibir

Anda tidak harus terus bermain di belakang telinganya. Misalnya, saat jemari telunjuk Anda menyentuh belakang telinganya dan jari yang lain menyentuh pipi. Jari lainnya bisa menyentuh bibirnya. Ingat, dengan semakin lembut sentuhan Anda pada bagian-bagian tubuhnya, gairahnya akan semakin meningkat.

 

6. Payudara

Sentuh bagian ini dengan elusan lembut dan remasan mesra, maka pasangan Anda akan menyukainya, walaupun ada juga wanita yang terlalu sensitif sehingga sentuhan pada bagian payudara justru tidak disukainya. Hampir seluruh bagian payudara merupakan daerah yang sensitif. Anda bisa merangsangnya menggunakan tangan, mulut, lidah dan bahkan gigi.

 

7. Puting payudara

Ini bagian payudara yang paling sensitif, karena terdapat banyak sekali syaraf-syaraf di sana. Puting bila disentuh akan muncul tanda bintik-bintik dan mengeras sebagai pertanda telah terangsang.

 

8. Perut

Seluruh wilayah perut akan menimbulkan rangsangan hebat bila disentuh dengan lembut dan rabaan mesra.

 

9. Punggung

Meski ada di belakang tubuh, punggung tidak kalah sensitif bila diraba pada titik erotik. Mau tahu di mana titik itu? Tepat di tengah-tengah punggung. Rabalah dengan lembut menggunakan ujung jari.

 

10. Pinggul

Daerah ini termasuk daerah paling sensitif. Ada beberapa bagian yang sangat sensitif dan menimbulkan rangsangan bila disentuh. Antara lain pinggul bagian belakang.

 

11. Pangkal paha

Rangsangan lembut di bagian ini akan menimbulkan reaksi yang hebat.

 

12. Paha

Rabalah bagian paha ini dengan lembut. Bila muncul bintik-bintik, pertanda rangsangan telah timbul. Maka rabalah terus dengan mesra dan lembut.

 

13. Vagina

Inilah bagian inti yang akan menimbulkan puncak kenikmatan dalam berhubungan intim. Perlu diketahui bahwa pada vagina ada beberapa bagian titik rangsangan, di antaranya bibir vagina, daerah sekitar vagina dan puncaknya pada klitoris.

 

Titik khusus yang berkaitan dengan vagina akan dibahas pada tulisan tersendiri, mengingat perlu penjelasan yang lebih panjang.

 

Yang perlu dicatat adalah titik-titik di atas merupakan titik-titik yang umum. Eksplorasi lebih lanjut terhadap pasangan sangatlah diperlukan untuk menemukan titik khusus spesifik lainnya pada pasangan kita.

 

Nah, sudahkah kita saling mengetahui titik-titik khusus pada pasangan kita? Sudahkah kita dan pasangan kita saling menstimulasinya? Sudahkah kita dan pasangan kita saling mengeksplorasi untuk menemukan titik-titik khusus atau titik-titik favorit yang hanya kita dan pasangan kita saja yang mengetahuinya?

 

Kalau belum, saran saya adalah, lakukan, lanjutkan, lebih cepat lebih baik.

 

Yogyakarta, 24 April 2012

Cerita Anak: Uang Saku Habib

“Mi, minta uang …” kata Habib merajuk ibunya

“Lha, tadi kan sudah toh pas berangkat sekolah…” tukas ibunya sambil cemberut.

 

“Ya, sudah habis. Tadi khan buat sangu sekolah, sekarang aku pengen beli ers krim..” Habib bergeming, apalagi suara sirine dari sepeda penjual  es krim di depan rumah seolah-olah menghipnotis melalui telinganya.

 

“Tuku-o, tuku-o, tuku-o….”  itu adalah suara sirine penjual es krim yang diplesetkan yang artinya, “Beli-lah, beli-lah.

 

“Ayo tah, Mi… keburu pergi loh orangnya..” Habib semakin memelas dan matanya sudah mulai basah.

 

“Ih… anak ini, masih kecil sudah suka njanjan…” gerutu ibunya.

 

“Pokoknya nek, nggak dikasih aku nggak ngaji,! Habib mulai mengancam.

 

“Ih, anak ini….!”  Ibunya sebal.

 

“Assalamualaikum…..” terdengar suara wanita dari balik pintu.

 

“Tuh, Bib bukakan pintunya dulu, Umi mau matikan kompornya…!”

 

“Tapi aku minta uangnya loh kalo habis bukakan pintu….” Habib masih berdiri di tempatnya.

 

“Assalamualaikum….” Sekali lagi suara dari luar pintu terdengar.

 

“Walaikum salam….” Ibunya menjawab sambil mengeraskan suaranya.

 

“Bib, bukakan pintu sana… ini gosong nanti…!”

 

“Pokoknya aku dikasih uangnya loh…”

 

“Ya…ya.. sana… suru masuk…!”

 

Habib segera bergegas membuka pintu.

 

“Umminya ada Mas?”  tanya seorang wanita setengah baya

 

“Ada di dapur, masuk dulu ….!” kata Habib mempersilahkan tamunya,

 

“Mi… Bu Karno….!” Seru habib sambil berlari ke dapur.

 

Segera ibunya bergegas ke ruang tamu, “Oh, Bu Karno, monggo pinarak Bu…” begitu ibunya Habib mempersilahkan tamunya untuk duduk.

 

Sejenak kemudian mereka berbincang-bincang tentang acara pengajian yang akan di gelar ibu-ibu RT di komplek perumahan.

 

“Mi, uang…!” begitu Habib mendekat ibunya.

 

Ibunya melotot jengkel, karena tidak ingin berdebat dengan anaknya yang masih kelas dua SD  itu di depan tamu, maka dia memberikan uang dua ribu dari saku bajunya.

 

************************

 

“Kiri-kiri.. ya, mundur dikit… pelan..pelan.. yak.. masuk..!” begitu teriak seorang anak kecil member aba-aba ke pada seorang pengemudi mobil yang hendak keluar dari parkiran. Begitu mobilnya sudah siap meneruskan perjalanan sang sopir mengulurkan sebuah lembaran dua ribuan kepada anak tadi. Kemudian bocah tadi kembali ke duduk di bangku kayu di ujung tempat parkir.

 

“Ayo Bib, kamu turun, kita parkir di sini saja..!”

 

Sang bocah menghampiri ibunya Habib, “Jangan di kunci setir ya bu, ini karcisnya..” kata bocah tadi.

 

“Lho Faisol..” seru Habib kepada anak yang ada di depannya.

 

“Eh Habib, mau belanja Bib?” Tanya Faisol

 

“Iya, ini ikut Ummi, beli susu..!”

 

“Faisol temen Habib?” Tanya ibunya

 

“Iya, Bu..!”

 

“Emang kamu jaga di sini?” Tanya Habib.

 

“Iya, tiap pulang sekolah bantu Bapak jaga di sini, tadi Bapak masih, sholat..”

 

“Ooo….”

 

“Yuk, Bib, kita belanja dulu… Faisol, kami belanja dulu ya..”

 

“Ya, Bu…”

 

Setelah hamper satu jam, Habib dan Ibunya berkeliling pasar untuk belanja, mereke kembali ke tempat parker motor.  Meski sudah sore, udara masih terasa panas sekali. Mereka menuju motor matic merah yang joknya ditutup kardus bekas minuman air mineral.  Begitu melihat Habib dan Ibunya, Faisol yang sedang makan nasi bungkus segera berlari menuju motor yang di parkir, dengan cekatan dia mengambil kardus penutup jok.

 

“Sudah selesai Bib?”

 

“He-eh, kamu baru makan ya.. tuh ada nasinya di pipimu, hehhe..” kata Habib sambil menunjuk pipi Faisol.

 

“Iya… tadi belum sempat makan.. nunggu Bapak… !” kata Faisol sambil mengusap pipinya.

 

“Ini, uang parkirnya…” kata Ibunya Habib menyerahkan selembar uang sepuluh ribuaan.

 

“Nggak ada uang kecil Bu? Cuman seribu kok..” kata Faisol

 

“Kembaliannya untuk Faisol  saja ya…!”

 

Sejenak Faisol melongo, sementara Habib sudah naik dibelakang di atas jok dibelakang ibunya..

 

“Iya..iya.. terimakasih Bu,…”

 

“Kami pulang dulu ya Sol, Assalamualaikum…!” kata Ibunya Habib sambil menyalakan mesin dan menjalankan motornya meninggalkan tempat parkir.

 

“Walaikum salam…. Hati-hati ya Bu…!”  seru Faisol.

 

 

 

Sesampainya di rumah.

 

“Faisol temen sekelasmu Bib?”

 

“Iya, Mi, anaknya pandai… dan baik..!”

 

“Gimana, kalo Habib jadi Faisol?”

 

Sejenak Habib kebingungan mendapatkan pertanyaan ibunya.

 

“Aku disuruh jadi tukang parkir? Gitu tah Mi?”

 

Ibunya mengangguk.

 

“Emmmm…  mmmmm…mm…”

 

“Habib, coba lihat Faisol, untuk makan siang saja, dia masih saja harus jaga parkir dulu, gantian sama Bapaknya. Kira-kira kuat nggak, kamu seperti itu?”

 

Habib cuma menggeleng.

 

“Faisol di sekolah suka jajan nggak? Berapa sangunya?”

 

Habib memandangi wajah ibunya.

 

“Faisol suka jajan? Uang sakunya banyak?” ibunya mengulangi

 

Habib cuman menggeleng.

 

“Kira-kira, kalo pas jaga parkir, Faisol minta uang jajan buat beli es krim atau makanan lain dikasih nggak sama Bapaknya?”

 

Habib Cuma melongo.

 

“Nah, mulai sekarang Habib harus belajar untuk tidak banyak jajan. Lebih baik uangnya ditabung.. begitu?”

 

Habib Cuma mengangguk.

 

 

********************

 

Lawang, 11 Maret 2012

 

Gambar di ambil dari sini

SEFT @ PNBB: Tips Agar Doa Dikabulkan

doa
doa

“I used to believe that we must choose between science and reason on one hand, and spirituality on the other, in how we lead our lives. Now I consider this a false choice. We can recover the sense of sacredness, not just in science, but in perhaps every area of life.”  — – Larry Dossey, M.D.

Ada suatu cerita menarik yang disampaikan Pak Ahmad Faiz – founder SEFT – pada pelatihan SEFT Total Solution, 24-25 Maret 2012 di Surabaya kemarin.

Pada suatu sesi pelatihan, ketika beliau menjelaskan tentang kekuatan doa bagi penyembuhan, maka seorang peserta yang dari sebuah pesantren menginterupsi untuk memberikan sebuah Tips Cara Bagaimana Doa Kita dikabulkan.

Al kisah, sang ustadz, pada suatu ketika mendapatkan musibah sakit. Setelah didiagnosa oleh dokter ternyata jantungnya bermasalah dan harus dipasang semacam kateter. Mengetahui diagonsa tersebut maka beliau sowan kepada guru beliau, seoang kiayi, dan meminta pendapatnya. Oleh gurunya disarankan agar dia mendokan kesembuhan pada minimallimaorang yang sakitnya sama dengan dirinya.

Maka dicarinya keluarganya yang menderita penyakit jantung, tetapi dia hanya menemukan dua orang, akhirnya dia pergi ke rumah sakit jantung dan mencari informasi nama-nama pasien yang mengidap penyakit jantung sebagaimana yang dialaminya. Selanjutnya sang ustadz, mendoakan orang-orang yang tidak dikenalnya ini secara rutin tiap hari. Singkat cerita ada beberapa orang yang didoakan tersebut penyakit jantungnya menjadi berkurang dan sembuh. Dua bulan kemudian setelah secara rutin mendoakan orang lain, sang ustadz kembali memeriksakan penyakitnya, subhanallah atas ijin Allah beliau sembuh dari penyakit jantunnya dan tak perlu operasi.

 

Penasaran dengan “hasil ikhitar pengobatan melalui doa” yang dilakukan, sang ustadz hendak mencoba mengamalkan hal tersebut kepada orang lain. Seorang saudara perempuannya yang belum juga menikah sementara usianya sudah melewati 30 tahun lebih, diminta melakukan ikhtiar yang serupa. Dimintanya dia mencari beberapa wanita yang belum juga mendapatkan jodoh sementara usianya sudah memadai. Dan mereka didoakan secara ikhlas dan sungguh-sungguh agar mendapatkan jodoh, beberapa bulan kemudian beberapa wanita tadi sudah mendapatkan jodoh sementara yang mendoakan belum juga dikarunia jodoh. Akhirnya setelah tanpa lelah ikhtiar dengan cara mendoakan orang lain mendapatkan jodoh, setelah melewati setahun, alhamdulillah akhirnya Allah mempertemukan dengan jodohnya.

 

Selain itu sang ustadz, juga mencoba mensarakankan kepada beberapa orang dengan permasalahan yang berbeda dan hasilnya doa mereka dikabulkan oleh Allah SWT.

Saudara sekalian, Pak Faiz, menceritakan ini ketika beliau menjelaskan tentang kekuatan doa bagi kesembuhan yang secara ilmiah sudah diteliti oleh seorang Dokter yang dulunya atheis bernama Larry Dossey – silahkan lihat websitenya di situsnya di sini 

Nah saudara sekalian jika anda punya permasalahan yang menurut anda belum juga mendapatkan jalan keluar bukankah tidak ada salahnya anda mencoba hal ini?