Mimpi Lek Karman, Jaga Lek Karman # 4

Mimpi Lek Karman, Jaga Lek Karman # 4

Cerita yang lalu bisa dibaca di sini

*********

mimpimu
mimpimu

“Ieu ua maneh, bet ngamuk teu pararuguh jang.” Ucap Mas Karman yang mendadak bisa bahasa sunda saking tak kuatnya menahan rasa sakit akibat cengkraman kuat tangan yu parti. Jeck dan Paijo pun bengong, mulut mereka menganga dan baru saadr setelah satu kompi lalat hinggap di mulut mereka. (Kang Achoey)

“hax hax hax haxxxxxxxxxxx…….Uda Hazil, ketua RT yang sedang melintas di halaman rumah Lek Karman tertawa demi melihat ada kucing yang melahap Mie Janda dan keselak gara2 diuber2 sama Lek Karman…*eh kucing bisa keselek gak ya… (Sitie Zumaroh)

Selang beberapa lama kini warga telah berkerumun di pelataran kediaman Mas Karman, diantara mereka ada Ustadz yang lebih ganteng dari ustadz Solmed, lalu beliau woro-woro. “Tenang semua, tenang. Dari pada ribut-ribut mending pada damai saja. Yu Parti dan Mas Karman sudah pada sama-sama dewasa, semestinya jangan memperbesar masalah. Mas Karman itu tak berniat poligami, Mie Janda itu bukan nama seorang janda melainkan kedai mie yang dah 10 kali tayang di TV, masa kalian belum tau sih. Ndeso. Yuk kita pulang ke rumah masing-masing. Kita pantengin www.romantisan.com biar pada adem ayem rumah tangganya.” πŸ˜€ (Kang Achoey)

Pak RT yang juga bertindak selaku densus ngedumel dalam hati “nih ustadz promosi kagak bilang-bilang sama gw nih, pan die belon ngasih jatah upeti sama gw” (Mahfud)

Tiba-tiba turunlah hujan (Irawati Syahriah)

Hujannya deras sekali…(Abrar Rifai)

Ketua RT yang melintas dan mendengar teriakan Jeck “woooooeeeyyyyy ada paan lagi nie coooyyy…..ciyuuuus bikin penapsaran saja ulah kalian ini”… diselingi suara hujan yang mencurah dahsyat dari langit, serta merta berhenti dan bertanya pada Jeck..

“Heh… anak muda…. ada apa engkau berteriak-teriak begini? hujan deras itu berkah… terus kenapa juga pakai ciyus ciyus begitu hah?! Jeck tersentak kaget…. eeeh… pak RT… coly ngacengaja….”

“Sompret..!!! pak RT mukanya merah padam… Kamu bilang apah?!! kulang ajal yah kamu?…”

“Sory… ndak sengaja… itu yang saya maksud pak RT…”, kata Jeck mengkeret… dalam hati ia pengen laporan ke Yu Sitie Zumaroh yang tadi mencontohkan pakai ciyus ciyus begitu… maksudnya biar gaul… tapi malah didamprat sama pak RT… (Hazil Aulia)

Sitie Zumaroh..tertawa geli melihat tingkah Jeck yang baru saja mempraktekkan ucapan alay yg di buat-buatnya. tampak raut kekesalan di wajah jeck yang tersadar bahwa dirinya sedang di permainkan oleh @sitie Zumaroh. Pak RT dengan wajah merah padam bersiap melempar sandal yang sudah sedari tadi melekat di tangannya. (Ajeng Imajinatta Chocholate)

111 kali Uker Erryk Kusbandhono memberi arahan kepada Jeck agar segera ‘menembak’ si Gadis Desa Sitie Zumaroh itu, namun gak berani-berani terus… Hufffttt….(Erryk Kusbandhono)

“Hmmm….. awaaaasss yah.. Sitie Zumaroh…. mentang-mentang sekarang jadi juragan pancing, ciyus mo bikin akyu kecel…”, kata Jeck dalam hati..

“Tunggu ajaaaaah…!! nanti gantian akyu yang bikin kesel dia…”, katanya dalam hati lagi….

“E e e eeee…. coly eh sorrry pak RT… kannggak sengajaaaa… plis deh ah… cepet tua nanti pak RT… ganteng-ganteng begono, masih muda pula nanti cepet kriput tuh… Mending ke salonnya Ajeng Imajinatta Chocholate ajah pak RT… ada tuh karyawannya si Opik yang pinter perawatan muka… meni pedi… apalagi tuh… ndak apal akyu…” kata jeck lagi.. (Hazil Aulia)

” Kucoba coba melempar manggis,
Manggis kulempar mangga kudapat
Kucoba coba melamar gadis,
Gadis kulamar janda kudapat

Iki piye iki piye iki piye,
Wong tuo rabi perawan
Prawane yen mbengi nagis wae,
Amargo wedi karo manuke

Manuke manuke cucak rowo,
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune,
Nek digoyang ser-ser aduh enake, ” dendang Paijo, kang mase Yu Parti menyindir Jeck ! (Rose Mawar Berduri )

Entah mengapa, malam itu sekalipun Paijo sebetulnya ingin menyindir namun dendangan Cucak Rowo itu mengingatkan ia akan sahabatnya Rose Mawar Berduri. Dulu Roselah yang meminjamkannya CD yang berisi lagu-lagu campursari yang memang kalau didengarkan sangat mak kemrenyes di hati.. Sekarang menurut informasi temannya, Rose sudah betah di negara teluk sana… aaah… pikirannya melayang ke masa-masa SMA dulu… seeeeerrrrrrΒ  (Hazil Aulia)

“meoong… meoooongg…” mendengar campur sarian si pus mengeong lagi ikut menikmati (Mahfud)

“busyeet dahhh..jeck yang alay kenapa semua malah misuh2 ke sitie zumaroh, gadis manis yang terkenal ramah, suka menolong, juga baik hati ini..stoop hentikan kekacauan ini..lekas pergi semua dari rumahkuu..sekarang juga..sekarang saya lagi mau berdua2an sama kang karman” teriak yu parti ke semua tamu tak diundang di rumahnya (Sitie Zumaroh)

“Sebagai Janda yang suka MARTABAK, nggak rela aku dikotak-kotakkan…Karena menjanda bukan pilihanku!” kataku sambil mencomot beberapa potong martabak telor dan kuahnya yang masih hangat.Hujan diluar semakin deras, diiringin petir yang menggelegar, memekak telinga. Kilatan elektronnya membuat mata ini enggan menatap lama-lama MARTABAK yang belum habis dilumat. Bersembunyi dibawah selimut, menutup mata rapat-rapat. ((Rose Mawar Berduri)

“Gleger……dueeeerrrrrrr (eh suara petir tu kayak gini gak ya)”, suara petir malam itu begitu kerasnya. Sampai-sampai martabak yang sudah mau masuk mulut terlempar dari tangan Yu Parti. Bersamaan dengan lemparan martabak Yu Parti, tubuh wanita itu meloncat mendekap kang Karman. Karman sempat terkejut. Tapi sejurus kemudian pandangan mata mereka beradu….”Gleger-ger-ger-ger…..duerrrrrrrr” kembali petir menyambar-nyambar. Tangan Yu Parti tak kuat lagi menahan keinginan. Akhirnya ia dekap kang Karman yang dan……

“Meong…….”, tiba-tiba si pus nya Mahfud meloncat di atas kepala mereka berdua. Hampir saja cakarnya mengenai wajah Yu Parti, kalau tidak segera diselamatkan oleh Kang Karman. (Edris Ernawan)

dan tanpa disangka-sangka, ternyata si pus yang sedari tadi cuma mengeong bisa juga berbicara, seperti manusia, hanya saja bahasanya ikutan alay, “meooong… coly, ngacengaja” (Mahfud)

Lek Karman yang sudah hapal tabiat dan hapal dengan bahasa kucing garong, tahu betul makna eooooongan kucing dengangayaalay tadi. Matanya langsung menatap tajam pada kucing yang juga tajam menatapnya……”Emang masalah buat loe?”, bentaknya.

Yu Parti terkejut dengan ucapan suaminya, ” ciusss mi yapah…..mas?”, sahutnya (Edris Ernawan)

“Terus gue harus bilang wow githu?” (Irawati Syahriah)

Meong bermata GIOK itu menelanjangi kamar Yu Parti….yang kebasahan kebocoran air hujan. (Rose Mawar Berduri)

“sekalian aja basah-basahan, belom mandi ini” batin Yu Parti dalam hati. Pus bermata giok melotot menatap Yu Parti, wong edan mandi di kamar tidur (kata si pus: juga dalam hati). si pus ngedumel lagi begitu ngeliat sprei Yu Pasti udah pada basah. mungkin nanti Yu Parti mau belanja sprei baru lagi di Onieshopline. lah, gimana gak beramtem mulu sama Lek Karman yang selalu menggerutu ditagih duit dapur melulu tiap minggu sama Yu Parti. Coba Lek Karman tanya sama aku, si pus makin ngedumel… (Onieshopline)

****
Bersambung lagi – entah kapan πŸ˜€

***
Gambar di ambil dari sini

Mimpi Lek Karman, Jaga Lek Karman # 3

Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini

********

mimpi lagi
mimpi lagi

Merasa ada yang melongok, Ema Ied Fitriyah penjual tampon anti bocor semangat menjajakan dagangannya, tampon anti bocor mas Akung Krisna, bisa buat plester bekas bacok, dijamin isis monggo… Mas Akung Krisna mengo mingkem (Ema Ied Fitriyah)

“uwes iki? bubar????…..” (Qurrota Ayun)

“meoooong… meoooooongg…” tiba-tiba kucing manis nan imut mengeong mencari terong (Mahfud)

Kang Karman segera berbalik arah. Golok yang masih dipegangnya kuat-kuat kini diarahkan kepada kucinng yang suaranya meong-meong. Mata mereka beradu. Di wajah Karman kucing itu laksana harimau yang akan menerkamnya. Maka segera ia melompak hendak membabat kucing itu dengan goloknya…..malah goloknya terlepas dan mengenai mukanya. Dan terjungkal ia saat hendak menghindar dari goloknya. (Edris Ernawan)

“sial,,, banged neh orang,, gw kangak jadi ambil sambel terong” gerutu si kucing πŸ˜‰ (Heri Cahyo)

Ia mengerang kesakitan sambil tangannya meraba-raba mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk mengusap darah yang mengalir deras. Hingga akhirnya terasa ada yang menampar tangan yang mulai mendapatkan sesuatu yang empuk, “Heh mas ngopo ta sampeyan? Pringisan, njerit-njerit barang…gek karo meraba-raba”, terdengar suara dari sampingnya.”Keri aku nek koyok gini”. Karman mencoba mencari tahu pemilik suara itu. Matanya mulai membuka. Berapa saat ia baru sdar bhw dia baru saja mimpi. (Edris Ernawan)

Karman clinguk an di Kamar. Mencari-cari si Uda Hazil Aulia, Sitie Zumaroh, Mahfud, Qurrota Ayun yang tadi berseliwern di dalam kamarnya. Tapi sia-sia. Tak ada siapun di kamarnya kecuali istrinya yang kini malah pindah entah kemana. Alhamdulillah, ternyata aku hanya mimpi. Desahnya lega. (Edris Ernawan)

*byurr* om Edris Ernawan dicemplungin ke kolam.. cerita berakhir bahagia *tamat* (Inu Kerta Pramudya)

“Ho oh mas Inu Kerta Pramudya, lega aku ……. wah aku kemarin merasa bertanggung jawab je …. soale anggota PNBB do uedan kabeh….. tidak terkendali…….Kuatir nek kebablasan… mendingan si karman tak anggep ngimpi aja….Sudah tenang lagi suasananya. Anggota PBB eh PNBB wisnormal kabeh bicarane saiki………ora ono sing njaluk jarik e Yu Parti di cincingke munggah meneh….kemarin uda Hazil Aulia sing ngotot njaluk di unggahke….termakan provokasi Qurrota Ayun. Lha sing paling seneng Akung Krisna, Mahfud karo Abrar Rifai, hemmmmmmmmm uedan tenan kok. (Edris Ernawan)

PNBBers emang edaaaaan πŸ˜› πŸ˜€ (Mahfud)

Wisagak lerem mas Mahfud (Edris Ernawan)

Mas Karman tiba-tiba terbangun… ia segera sadar bahwa yang ia alami hanyalah mimpi… alhamdulillah..Tapi ia merasa ada yang aneh…. dingin… ternyata terlihat celananya basah…. “Addduuuhh… ada apa ini.. kenapa ini?” tanyanya dalam hati..(Hazil Aulia)

“Oo ternyata semalam hujan besar, dan ada atap yang bocor…jadi basah deh celanaku”, kata Mas Karman πŸ˜€ (Isparmo Seo)

“Mambu pesing tenanan iki !!!” Gerutu Parti (Rose Mawar Berduri)

“we alaaaaah…. uwis uwis…..” (Edris Ernawan)

Yu PArti jadi repot, ketimbang kesel njur mengko mbengi ra isoh nyunah kumbaane tak gowo nang Omah Londre-ne diajeng sing ayu dewe Qurrota Ayun…;) (Qurrota Ayun)

“he he he… kenapa bisa ajaib seperti ini yaa?? πŸ™‚ :)” (Tri Ratna Rachmawati)

“Sa ajaib-pe KITAB BIG “O” !” sesumbar lek Karman (Rose Mawar Berduri)

“kalau terus-terusan koyo ngene ngobrolnya kapan masaknya” Yu Parti menggerutu”…”wes to dek, mending hari ini gak usah masak, pesen juragan mie janda Kang Achoey pa minta suruh dianterin masakan sama Uni Onie Daulat…dijamin lezatttt maknyus dech” sahut Kang Karman (Sitie Zumaroh)

“Mbulet ra karuan πŸ˜€ “(Isparmo Seo)

“Eh… ono sing kurang, es juz terong-e dipesenke nyang mbak Elly Lubis :)” (Heri Cahyo)

Kiriman Mie Janda pun datang. Kemarahan Yu parti kembali tersulut, “Jadi dengan janda ini kamu niat poligami.” (Kang Achoey)

“Meoong… meooooongg…” mendengar ada mie janda, si pus mengeong lagi. Yu Parti yg sedang emosi kembali mengangkat golok yang diselipkan di BH-nya (maaf), “dasar sama2 kucing garong loe.” Si kucing pun kabur, tapi Mas Karman tetap tenang, di pegangnya terong besar sebagai pertanda keinginan damai dan gencatan senjata. (Mahfud)

Tapi Yu Parti malah mendekati suaminya kang Karman. Serta merta ia rebut terong ijo besar yang dipegang suaminya.”Eh, mas jangan pegang-pegang terong. Apalagi hari gini. Tahu ndak sampeyan ki. Kalo terong itu marahi keju”.

Karman masih kaget, tertegun. Ia tidak percaya kalau terong marahi keju. Sebab ia pernah dapat wejangan dari gurunya, Pak Heri Cahyo kalau terong sangat manstap untuk kegiatan nyunah. (Edris Ernawan)

Saat Yu Parti dan Lek Karman berebut terong, tanpa mereka sadari si pus menyelinap masuk dalam rumah dan menghabiskan seporsi mie janda (Mahfud)

Yu Parti segera tertawa lebar, saat ada si meong merasakan mie (milik) janda.”Kuapok, ra mie Jandanya, habis dilalap si meong. Mendingan terong ini juga kita lempar ke si pus….. biar tidak ada lagi yang ngganggu hubungan kita, tidak keju lagi dan tak ada mie Janda lagi”. Begitu guneman Yu Parti, sambil terus berusaha merenggut terong ijo dari genggaman Karman. (Edris Ernawan)

“Awwwwww”. Mas Karman menjerit kesakitan. Yu Parti kaget dan baru ngeh ternyata konstrasinya tadi terpecah. Yang direnggut ternyata salah, bukan terong tapi ….(Kang Achoey) Orang ganteng yang tak mengikutu keributan yang terjadi, terpaksa kembali, dengan harapan kisah ini melampaui seratus komentar… πŸ˜€ (Abrar Rifai)

Yu Parti dan Kang Karman pun terperangah, karena ternyata juragan mie janda juga memiliki terong.. (Abrar Rifai)

Tapi baru saja balik badan dan mencoba melangkah, Mas Karman berteriak, “ugan, tanggung jawab donk. Ini semua gara-gara novel Laila yang ada bumbu poligaminya.” (Kang Achoey)

dan Jeck, anak muda yang trendy, wangi, suka mengaji, dan gemar menabung yang tadinya sudah pergi dari rumah Lek Karman demi mendengar keributan yang sedang terjadi akhirnya kembali lagi ke rumah itu…”woooooeeeyyyyy ada paan lagi nie coooyyy…..ciyuuuus bikin penapsaran saja ulah kalian ini” teriak Jeck (Sitie Zumaroh)

Lek Paijo, yang sempat kecewa karena tidak mendapatkan pertamax tertawa geli melihat Yu Parti dan Lek Karman masih berebut terong dan mie janda mereka dihabiskan si pus. “hahaha… rasain loh!” katanya (Mahfud)

***
Bersambung di sini

****
Gambar di ambil dari sini

********

Mimpi Lek Karman, Jaga Lek Karman # 2

Sambungan dari yang lalu bisa dibaca di siniΒ 

***

“iki jan jane do iso maos po ra to….?” gerutu mas jeck ngeloyor pergi..(Qurrota Ayun)

Tapi baru beberapa langkah, Jeck membalikkan badannya seraya berkata.. “lho pakdhe Heri Cahyo sapa? kok kayaknya aku kenal sih? seng hobi karo jus terong iku tah?” Saiki, pakdhe Heri iku wes dadi juragan menjes ngalam…(Hazil Aulia)

“lhoooo sekarang beliau dah jadi juragan terong sama menjes ya…ckckckck….kok saudara kita sekarang banyak juragannya ya, ada juragan travel seng paling ayu se-Pati juraganwati Qurrota Ayun, terus juraganwati seprei sama bedcover Onie Daulat….wahhhh jan marahi kepingin dadi juragan juga nie” kata Lek Karman (Sitie Zumaroh)

“sesama juragan terong dilarang saling mendahului…!”

“Kalau mau mendahului, silakan dahului juragan pancing ajah…!” (Abrar Rifai)

“oalaaahh kang, njenengan ki ra sah tarung TERONG ambi juragan sing ngaku2 ganteng Abrar Rifai”, sahut yu Parti sok menasehati suaminya Lek Karman.. (Qurrota Ayun)

“hax hax hax haxxxxxxx malah do rebutan terong….sekarang aku wes persis dr. Hazil Aulia ketawanya belum Yu Parti? soalnya aku ngefans berat sama beliau…ketawa saja juga kudu sama kalau ngaku ngefans” kata Jeck (Sitie Zumaroh)

“wooooiiii….terongkuuuu…”,Kang Mahfud mbengok buanter tenin sembari memunguti terong terong yang berserakan… (Qurrota Ayun)

Jeck yang masih penapsaran dengan isi buku yang kata mbakyu Sitie Zumaroh seng juragan pancing itu sangat apik, kini termangu dan sesekali terkekeh melihat dan mendengar percakapan Yu Parti, Lek Karman serta Lek Paijo. Gemuyu Yu Parti itu selalu mengingatkannya pada mbakyu Qurrota Ayun, sedulurnya yang kini menetap di Pati.

Saat Yu PArti menyebut-nyebut nama Abrar Rifai, ingatannya melayang ke saat-saat pertemuan gelap-gelapan dengannya di Hotel Aston Jogja yang megah itu. Allah memang maha kuasa… bisa mempertemukannya dengan al ustadz mas kyai al mukarram Abrar tersebut. Orangnya hangat, cepat akrab, dan pengetahuan keagamaannya patut diacungi jempol. Jeck tak pernah melewatkan tulisan-tulisan mas Abrar, karena ia merasa setiap untai kata dan kalimat yang tertulis sungguh menawan. (Hazil Aulia)

“Kang mas Edris Ernawan mau ning endi?” celetuk lek paijo yang sedari tadi klekaran ning amben..(Qurrota Ayun)

“wah jiannnn pertemuan yang sungguh gayeng, dulu ketika sahabatnya ustadz ganteng Erryk khan dan juragan kelinci om Nur Muhammadian mengajak ikut pertemuan di Hotel Aston kebetulan Jeck sedang ada kegiatan lain jadi terpaksa gak ikut pertemuan yang mengharukan dan penuh keakraban itu, palagi undangan budhe Endah Mamane Kirana dan Pakdhe Wahyudi sebenarkan menggiurkan…kapan bisa ikut ketemuan ya?” kata Jeck dalam hati (Sitie Zumaroh)

“ehem…..aku ra kuat nahan guyu…….jeng. Kalau mau tak tumpahkan gak enak sama kang Karman, lha wong kelihatannya lagi sedih gitu malah podo guyonan.” sahutnya lirih dari balik dinding bambu (Edris Ernawan)

Yu Parti nyletuk, jare mas Edris mau arep muleh gasik…. arep ngewajib… aku yo ora ngerti kamsud e opo ngewajib iku…. (Hazil Aulia)

“eh eh eh lah dalah..iki isih awan yo Kang, mas Edris Ernawan kok wes ameh ngeWajib ki opo ra sumuk?” sahut Yu Elly Lubis mesem mesem.. (Qurrota Ayun)

“Yo wisjeng ….. aku tak adus disik. Tadi baru setengah main terus dengar rumahnya pak Karman kok gayeng. Terus tak hentikan. Lha ini tengah malam begini aku kudu tetep mandi. Keburu sholat malam” (Edris Ernawan)

Jeck cuma ingat… bahwa para peserta pertemuan gelap-gelapan di hotel aston itu katanya para anggota PBB… agak heran juga dia, karena seingatnya PBB itu adanya di new york… kok sekarang pindah ke newyorkarto…. gumamnya dalam hati…(Hazil Aulia)

[terdengar para pembaca ngguyu ngakak…. kok yo uedan kabeh thooo kata mereka berbarengan…](Hazil Aulia)

“Lho isih awan to? Walah tak kiro sudah malam yu……. ternyata hanya karena kaca mata hitam saya belum tak copot to” (Edris Ernawan)

“PNBB jeck dudu PBB…disemprit dr Hazil Aulia karo pak kepsek ngko nek salah nyebut ” lek Karman nyeletuk karo mendeliki Jeck (Sitie Zumaroh)

“Lhoooo… wes ganti tho Lek?” sahut Jeck… alisnya terangkat…dahinya sedikit berkerut…. (Hazil Aulia)

“Hmm,” jeck bergumm, “jane wong2 ki soko ndi kabeh yo? Kok do ra nggenah…! PBB karo PNBB kui opo iseh seduluran?” (Abrar Rifai)

(@[email protected])(Onie Daulat)

“kabeh asli Arab Jeck…Arapatio genah lan arapatio waras dadi ya harus maklum” kata Lek KArman (Sitie Zumaroh)

“Gak konseeen! Lagi di Malioboro, neeh. Milih oleh-oleeeh!” *bikin sirik Onie Daulat* πŸ™‚ (Elly Lubis)

“Ooooo, ngono taaa?” (Abrar Rifai)

mlayu mlayu KAng Paoji niliki BBne sing pank pink pank pink, jebul ono kabar mba Elly Lubis lagi copink ning malaioboro… (Qurrota Ayun)

“Iya kang Abrar Rifai pada ra pati nggenah kabeh….mosok anak ku sing neng pondok an mati terbakar kok malah kabeh podo guyonan kabeh”, sahut KArman. Kali ini dengan nada tinggi. Matanya merah dan dengan serta merta di banting meja bambu yang ada di depannya. Tangisnya kembali tertumpah. Kali ini dengan tubuh gemetar. Di raihnya golok yang terselip di dinding bambu. Sambil mengobat abitkan (boso indonesane opo yo) goloknya dia teriak-teriak kesetanan (Edris Ernawan)

“osno ospo iski…? mba Ema Ied Fitriyah nganti ndrodog ngewel nyawang mripate Kang Karman…(Qurrota Ayun)

Kang Paijo yang sejak tadi cengengesan ikut ngewel juga (Edris Ernawan)

mba Sitie Zumaroh nganti ndeprok ning pojokan…*mugomugo ra kepuyoh ;P (Qurrota Ayun)

Melanjutkan ceritanya Mas Edris : Maafkan aku anakku…ibumu tambah satu. Lalu akupun menangis bahagia πŸ˜€ (Isparmo Seo)

Yu PArti merebut golok dari tangan suaminya, sambil mengarahkan golok kearah dadanya yang tidak seberapa besar itu Yu PArti menantang ” pilih aku ato dia..?” (Qurrota Ayun)

“Hiks lek karman kalap…nek kayak gini mendingan pulang kerumah saja..” (Sitie Zumaroh)

“Waduh… waduh…”Jeck melompat ke samping… bergidik ia melihat Yu Parti sudah memegang golok di tangan kanannya… tak pernah ia melihat Yu Parti seperti itu… apalagi tangan kirinya sudah menyincing kain jariknya agak tinggi… (Hazil Aulia)

“Assalaamu’alaikum… t.e.r.l.a.l.u…” Ustadz Keren Erryk Kusbandhono mendamaikan Jeck, Al-Mukarrom Hazil Aulia, Bu Nyai Sitie Zumaroh dan Syekh Abrar Rifai yang sedang beradu mulut…(Erryk Kusbandhono)

“lhoo… pak ustadz Erryk Kusbandhono…. oom Hazil iku ora melok-melok… dewe e agek nang jogja… iku Lek Paijo, Lek Karman, Yu Parti lan ce es ce es e…. πŸ˜€ (Hazil Aulia)

“Oowaaalaaah… Iya, iya… Bukune “The Big O” seng nongol ndek Jogja, nggeh Lek Hazil…>,< Sorry, sorry… Itu tuh, Lek Paijo kok mirip yo koyok Lek Hazil… Saudara sesusuan ya?…@[email protected](Erryk Kusbandhono)

“kekekekeek…” kabeh noleh nang ust mas Erryk Kusbandhono…..*melongo terhermanherman (Qurrota Ayun)

“sepahaan…. πŸ˜€ ” (Hazil Aulia)

“Munggah sitik, senengane mas Akung Krisna :O” (Qurrota Ayun)

Jeck yang masih terkaget dengan Yu Parti yang tengah menggoloki dirinya, jadi bingung, mau tertawa atau tetap tegang melihat Yu Parti, saat ia mendengar dari luar rumah mbak Qurrota Ayun mengatakan munggah sitik…

“Apanya yang diunggahke yah.. ?”tanyanya dalam hati.. (Hazil Aulia)

yen munggah sitik yo jack milih tegang, gumam doktor biologis Hazil Aulia…….(Qurrota Ayun)

*penonton jadi tertawa meh kepuyuh kie…mbalarah ceritane (Sitie Zumaroh)

[di pojok rumah terlihat pedagang asongan yang menawarkan dagangannya…. “pispot…pispot…pispooooooott….” “pispotnya mbak Sitie Zumaroh… atau diapers yang untuk dewasa mbak…. murah kok mbak…. anti kerut anti bocoooor….] (Hazil Aulia)

Mendengar anti kerut anti bocor seketika Akung Krisna melongok ke luar jendela…. (Qurrota Ayun)

*walopun ndak ngerti keseluruhannya: tapi ngakaknya udah mpe dapur* πŸ˜€ πŸ˜€ (Onie Daulat)

 

****

Bersambung di sini

 

Gambar dari sini Β 

Mimpi Lek Karman, Jaga Lek Karman # 1

 

mimpi
mimpi

Salah satu mengembangkan kemampuan menulis, khususnya menulis cerita adalah cerita berangkai. Pada kegiatan ini seorang menulis awal pembuka cerita sedangkan yang lain melanjutkan. Sehingga akhirnya kalau dikumpulkan menjadi sebuah cerita.

Berikut ini adalah salah satu contoh cerita berangkai yang dikeroyok bareng oleh anggota PNBB, Proyek Nulis Buku Bareng, sebuah group facebook yang mencoba menyebarkan virus menulis di anggotanya. (Edris Ernawan)

Catatan: Nama yang ada dalam tanda kurung menunjukkan penyambung cerita

***

Pembuka awal ceritanya sebagai berikut:

Β Karman masih terpaku. Ia tatap bingkai poto di dinding bambunya, dalam-dalam. Kesedihannya memuncak. Bulir bening tak sanggup lagi ditahannya. Deras. “Maafkan, aku anak ku”. Tangisnya membuncah.

***

“Maafkan ibu juga, nak. Kau harus tegar mondok di perantauan ini…”, sang ibu memeluk buah hati satu-satunya sambil merengkuh jemari suaminya. (Erryk Kusbandhono)

“Hmmm …. heheheΒ (Menning Alamsyah )

Dengan tangan gemetar sang ibu meraih bingkai photo itu. Meski hanya dalam bingkai photo, kesedihan yang menyelimuti sepasang suami istri itu menjadikan photo itu seolah-olah hidup. Hidup di tengah-tengah mereka. “Ibu tidak bermaksud membunuhmu.” Isak tangis sang ibu semakin menjadi. Sementara sang suami, mulai limbung. Ia berusaha menguatkan diri. Dipeluknya sang istri yang masih mendekap erat photo anaknya (Edris Ernawan )

“Sudahlah Bu, ikhlaskanlah,” ujar Suaminya (Menning Alamsyah )

“Tok, tok, tok… Assalaamu’alaikum…”, terdengar suara lelaki tua mengetuk pintu. (Erryk Kusbandhono )

“Iya pak, tapi akhir-akhir ini, anakku kita selalu hadir dalam mimpi-mimpiku”isak sang ibu tanpa bisa dibendung (Irawati Syahriah )

Suara salam itu mengejutkan mereka berdua. Karman yang masih mencoba menenangkan istrinya akhirnya harus menuju pintu mencoba melihat siapa yang datang. (Edris Ernawan )

“Maaf Lek karman, mengganggu malam-malam begini” kata Lek paijo, lelaki tetangganya yang barusan mengetuk pintu dan langsung menuju amben di ruang tamu (Sitie Zumaroh )

“hmmm… masih ada pertamax di sini, Lek Karman?” tanya Lek Paijo ragu-ragu. (Mahfud )

“Maaf Lek paijo, kami tidak pakai pertamaxx soalnya kemana-mana kami suka jalan kaki atau ngonthel” jawab Lek Karman (Sitie Zumaroh)

Tak lama kemudian, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah, langkah-langkah ketergesaan mengikuti….

“Tok tok tok… assalamualaikuuuuuuum..”

Pintu dibuka…. “eh.. kamu Jeck… ada apa malam-malam begini… kok seperti tergesa-gesa…

“Iya Lek Paijo…. nuwun sewu…. saya itu dapat buku… katanya mbak Sitie Zumaroh sih bagus…. cuma saya kok durung ngerti je Lek… kalau-kalau Lek Paijo ngerti tentang isi bukunya…”

“Mana bukunya, tak lihatnya…”

“Ini Lek… “,sahut Jeck seraya menyodorkan buku yang dibawanya itu…

Lek Paijo membaca judul buku tersebut… “[Bukan XXX] The Big “O”, penulisnya Hazil Aulia… “hmmm… iki buku seng wes suwi tak goleki… “katanya dalam hati…. (Hazil Aulia )

“Oh kalau itu sih bukunya milik Ustadz yang mengaku ganteng se Lawang dan Babul Khairat…kalau gak salah namanya almukarrom Ustadz Abrar Rifai jeck…rencana buku itu juga akan diangkat menjadi film karena best seller, apa sampeyan tertarik menjadi bintang pilemnya?” (Sitie Zumaroh )

“Wah, sampean ini gimana? lha wong jelas2 di sini tertulis nama penulisnya Al-Mukarrom Romo Kyai Al-Ustadz Al-Hajj Hazil Aulia, kok sampean bilang Abrar Rifai…!” (Abrar Rifai )

“wah wah wah….osno opo to iki?” Yu Parti bojone Lek Karman akhirnya ikut nimbrung mendengar ada keributan di ruang tamunya…”sebetulnya kamu nemu buku di mana to Jeck? kok samake wes terkelupas gitu jadi gak jelas siapa pengarangnya…tapi nek lihat isinya kok kayak bukunya pakdhe Heri Cahyo seng buku puisi romantis banget kae….” (Sitie Zumaroh)

******************

Bersambung Β di siniΒ 

gambar diambil dari sini

mimpi[/caption]