Sekotak Cokelat

Sekotak Cokelat
Sekotak Cokelat

Judul: Sekotak Cokelat
Penulis: Ratu Marfuah
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 81 Halaman
Size: 2,5 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Apa yang selama ini kita sebut sebagai suatu kesadaran, seringkali justru digerakkan oleh kekuatan alam bawah sadar kita. Itulah realitas yang sebenarnya. Namun, tidak banyak di antara kita yang menyadarinya. Hingga sebagian besar di antara kita terus larut bersama ketidaksadaran tersebut.

Kumpulan cerita yang ada di buku ini sungguh tidaklah biasa. Mungkin sudah banyak Anda membaca karya sastra, novel, cerpen atau puisi, tapi saya akan pastikan bahwa Anda belum pernah menelisik bentuk seperti yang terdapat di buku ini. Rimbunnya tak biasa dan belukarnya sukar diurai, maka kening yang berkerut sepanjang pembacaan buku ini niscaya akan terjadi.

Tapi, kalau Anda pernah menonton film ‘Sun Go Kong’ di televisi, pengembaraan Sun Go Kong -bersama guru dan saudara-saudara seperguruannya- mecari kitab suci tak pernah usai. Membaca buku ini mungkin Anda akan teringat kembali dengan berbagai falsafah kehidupan yang sering terlontar dari lisan Biksu Tong, guru Sun Go Kong di film tersebut. Namun demikian, cerita-cerita di buku ini tetap tidak bisa dikatakan ‘sealiran’ dengan film Sun Go Kong.

Maka, dengan keterbatasan pengetahuan saya perihal sastra dan literasi, setelah menuntaskan membaca buku ini, perkenankan saya untuk menyebut apa yang Ratu Marfuah rangkai ini sebagai sebuah genre baru dalam kesusastraan Indonesia dan atau mungkin juga Dunia!

Seringkali kita mendengar adanya seseorang atau penulis tertentu yang disebut memiliki imajinasi liar. Tapi, kali ini saya akan bersaksi bahwa Ratu Marfuah tidak hanya sekedar liar. Namun, perempuan yang lahir, membesar dan tinggal di tanah Banten ini adalah penulis gila! Bahkan seorang Sujiwo Tejo pun menurut saya, tidak lebih gila dari Ratu Marfuah. Sekali lagi, walau saya telah berhari-hari membaca semua naskah yang penulis berikan ke saya, saya tetap tidak bisa memastikan maksud sesungguhnya yang diinginkan penulis. Entahlah, dengan pengetahuan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih dalam, mungkin Anda akan memperoleh kesimpulan yang lebih utuh dari saya.

Namun secara garis besar, secara umum, sebenarnya Ratu Marfuah sedang mengajak kita untuk memahami, menerima dan menjalani takdir sebagaimana harusnya. Untuk pesan itu, penulis tidak mengutip ayat-ayat suci atau pun teks-teks bijak dari para cerdik pandai, karena narasi dan diksi yang disuguhkannya seakan merupakan jelmaan dari berbagai kutipan ayat dan ungkapan suci.

Maka, baca buku ini, cerna, pahami dan simpulkan. Anda akan memperoleh kesadaran baru tentang realitas kehidupan. Pun Anda akan mendapatkan apa yang saya sebut sebagai sastra logika kimia. Saya berharap penulis buku ini meniatkan semua yang ditulisnya sebagai karya ibadah, tulus karena Sang Pemilik semua yang nampak atau pun yang tak nampak di Jagad ini, Allah ‘Azza wa Jalla!

Di Udara Antara Kuala Lumpur – Surabaya, 23 Juli 2013

Abrar Rifai – Penulis Novel Laila

Rona Kehidupan

Rona Kehidupan
Rona Kehidupan

Judul: Rona Kehidupan
Penulis: Menning Alamsyah
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 48 Halaman
Size: 1,4 MB
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

“Rona Kehidupan” adalah buku elektronik pertama yang ditulis oleh Menning Alamsyah. Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang sudah dimuat di berbagai media, baik media online maupun media cetak seperti Malang Post. E-book dengan judul “Rona Kehidupan” ini adalah bukti perjalanan penulis di dunia tulis-menulis.

Cerpen-cerpen yang termuat dalam e-book ini mengisahkan tentang rona kehidupan yang harus kita cecap. Liku-liku hidup yang tak selalu indah dan tak selamanya apa yang kita inginkan akan kita dapatkan. Keprihatinan penulis kepada Lesbian yang coba ia tulis pada diri Hika, kesedihan seorang istri yang sering berbohong terwakili pada diri Amelia, keberanian mengatakan kebenaran pada diri Rani, sekelumit kisah anak jalanan pada Rifki dan Naina, serta kesetiaan cinta pada Nadya dan rindu yang datangnya di saat yang tak tepat.

Inilah barangkali yang coba penulis sampaikan lewat tulisannya, bahwa kehidupan ini penuh rona-rona beraneka ragam. Ada kesedihan, kerinduan, kebenaran, kepedulian, kepekaan, dan nilai-nilai lainnya yang di mana pun dengan mudah kita temukan. Semoga e-book ini membawa banyak manfaat bagi pembaca.

Humor Orang Madura

Humor Orang Madura
Humor Orang Madura

Judul: Humor Orang Madura
Penulis: Heri Mulyo Cahyo
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 36 Halaman
Size: 1,45 MB
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Suatu hari ada seorang wisatawan yang hendak menggunakan jasa seorang tukang becak.

“Becak….Becak!” Serunya pada seorang tukang becak yang mangkal di alun-alun.

Sejenak kemudian sang tukang becak sudah di depan sang wisatawan.

“Pasar Besar berapa, Pak?” tanyanya.

“Lemak ebu aja!” Jawab sang tukang becak dalam bahasa Madura.

“Apa lemak lembu?” tanya sang wisatawan kaget.

“Aabboo. Lemak ebu itu lima rebu!” Jelas sang tukang becak.

“Haduhh, lima ribu? Wong tempatnya kelihatan dari sini..!” Keluh sang wisatawan.

“Langit juga kelihatan dari sini!” Jawab sang tukang becak dengan santai.

***

Cerita di atas adalah satu penggalan dari 17 judul humor orang Madura yang ada di buku ini. Lucu, menggelitik dan unik, itulah kata yang pantas disematkan untuk buku elektronik ini.

Heri Mulyo Cahyo dan kawan-kawan meramu cerita-cerita humor seputar orang Madura yang terkadang aneh dan bikin geli pembacanya. Bayangkan saja, kosakata yang ada di kalangan orang Madura pun bisa membuat kita tertawa karena kesalahkaprahan orang non-Madura terhadap kata tersebut. Belum lagi tingkahnya yang tidak biasa bagi sebagian orang dan sikap cueknya yang juga menggemaskan, membuat buku ini semakin menarik dan ringan.

Buku ini bukanlah berniat menertawakan orang Madura, bukan. Tetapi buku ini adalah sedikit dari potret sosial orang Madura yang unik, yang sebenarnya menambah khazanah budaya Indonesia yang patut dilestarikan. Hanya ada satu suku Madura di Indonesia, bahkan dunia, sehingga kita patut bangga menjadi bagian dari budaya tersebut. Humor ini adalah anekdot sosial yang biasa terjadi di tengah masyarakat Jawa Timur, yang tentu saja perlu diketahui oleh suku-suku lain untuk menunjukkan sisi lain dari etnis Madura, bahwa orang Madura itu tak selalu dikenal dengan kesangarannya, tetapi juga lewat humornya.

Inspirasi & Motivasi Menulis

Inspirasi & Motivasi Menulis
Inspirasi & Motivasi Menulis

Judul: Inspirasi & Motivasi Menulis
Penulis: Heri Mulyo Cahyo
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 94 Halaman
Size: 1,85 MB
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Heri Mulyo Cahyo, TKM. Begitulah gelar yang disematkan pada diri beliau di sebuah komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng). TKM, yang merupakan singkatan dari Tukang Kompor Menulis, memang layak disematkan karena begitu gencarnya beliau memotivasi, membidani dan menjadi ‘kompor’ dengan energi yang sangat besar dalam dunia tulis-menulis di PNBB secara khusus, maupun masyarakat secara umum.

Bagi mereka yang masih malu-malu mempublikasikan karyanya ke khalayak ramai, berkat ‘kompor’ dari Pakde –begitu ia biasa disapa– yang tanpa letih dan tanpa pamrih melakukannya, kini para pembelajar menulis di komunitas tersebut sudah semakin percaya diri untuk menulis dan menerbitkan karyanya. Karya anggotanya sudah banyak yang diterbitkan dalam format buku elektronik maupun cetak, dimuat di surat kabar, bahkan ada yang bukunya sudah diterbitkan di penerbit mayor. Ini semua adalah sebuah prestasi dan bukanlah tanpa usaha, melainkan hasil ’kompor-kompor’ PNBB serta efek berantai dari para TKM di sana, salah satunya penulis buku ini.

Ketika menerima naskah buku ini, kami sangat senang sekali dan mengapresiasi buku ini dengan sangat baik. Kami kagum, bahwa ternyata masih ada orang-orang yang dengan ikhlas berbagi semangat, motivasi dan inspirasi menulis secara cuma-cuma. Inspirasi dan motivasi menulis itu bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja, bahkan dari kejadian sehari-hari yang kita alami. Seperti halnya penulis buku ini, ia mengambil inspirasi pengalaman kesehariannya dalam hidup untuk diaplikasikan di dunia kepenulisan yang sejatinya saling berkaitan. Bukankah ini sesuatu yang cerdas dan kreatif?

Bagi para pembelajar menulis, buku ini sangat layak untuk dibaca. Berisi 27 artikel inspirasi dan motivasi menulis ditambah 2 suplemen tambahan agar semangat menulis tidak surut. Menulis hakikatnya berbagi ilmu dan kebaikan, yang dengan kebaikan itu si penulis akan mendapatkan balasan kebaikan yang tidak putus-putusnya pula. Semoga dengan adanya buku ini, Anda semakin giat dan bersemangat menuliskan kebaikan. Selamat membaca!

Negeri di Atas Awan

Negeri di Atas Awan
Negeri di Atas Awan

Judul: Negeri di Atas Awan
Penulis: Evyta Ar
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 54 Halaman
Size: 1,7 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Allah Ta’ala memang memiliki cara-Nya sendiri untuk mengingatkan kita, entah itu dari apa yang kita lihat, kita temui, kita alami, atau yang kita coba hindari. Sejatinya pula segala yang terhampar dan terjadi di langit dan bumi adalah ketentuan yang sudah Allah Ta’ala tetapkan, termasuk segala pertemuan dan perpisahan.

Tentu kita tak akan pernah menyangka sebelumnya ketika bertemu seorang pemulung, yang darinya kita belajar menghargai receh demi receh yang sering kita acuhkan. Bisa jadi kita tak menduga akan dipertemukan dengan orang buta, yang darinya kita belajar menghargai mata kita. Hal-hal seperti itu terkadang luput dari pengamatan kita. Padahal bisa jadi dari mereka pula jalan keburukan dan kebaikan menjadi muara pilihan.

Buku elektronik ini adalah satu di antara sekian banyak kumpulan catatan penulis, Evyta Ar, tentang orang-orang luar biasa yang pernah ia temui di setiap kota yang disinggahi. Walau sebentar, walau sekilas, tapi mereka memberi makna besar bagi kehidupan, meski seringkali mereka diacuhkan, bahkan dianggap rendah.

Ketika menyaksikan orang lain yang bernasib tidak seberuntung kita, hendaklah emosi kita terpantik untuk bersimpati dan berempati kepada mereka. Kita juga harus bersyukur bahwa kita yang sering merasa kurang, ternyata masih banyak yang jauh lebih kekurangan dari kita. Sebagai makhluk Allah yang dicipta secara sosial, sudah barang tentu menjadi kewajiban masing-masing kita untuk melibatkan diri dengan penderitaan orang lain. Kita harus membantu mereka semaksimal yang kita mampu, dengan tanpa membedakan latar belakang bangsa, suku, ras dan agama. Itulah konsep syu’uban dan qaba`ilan (bersuku-suku dan berbangsa-bangsa), untuk kemudian ber-ta’aruf (saling mengenal) dan ber-ta’awun (saling bekerja sama).

“Bacalah buku ini sampai tuntas. Anda akan diajak untuk menemukan kembali nurani yang hilang. Cermati setiap cerita yang tersuguh di dalamnya, maka Anda akan tetap hanya berpihak pada fitrah kesejatian diri sebagai manusia.” (Abrar Rifai, penulis novel “Laila”)