Balado nenek sihir di international campus

Tingginya sekitar 170cm dengan wajah merona merah dan tebal dengan make up super menor, bibirnya yang tipis di balut melebihi garis pinggir bibir dengan gincu berwarna merah menyala tapi bagiku ga begitu seksi karena yang menggunakannya nenek-nenek, bahkan ga mengurangi kriput di wajahnya yang sudah berkepala enam itu, rambut nya?

Aku ga pernah tau rambut aslinya karena ia selalu menggunakan wig super besar dan menjulang tinggi satulima centi, seakan akan menyerupai sarang burung gagak berwarna blonde, kadang coklat atau bias merah, tubuh nya tambun sehingga ia harus duduk di kursi khusus untuk menaruh bokong yang super besar itu, ah khas sekali seperti nenek-nenek Rusia pada umumnya. Yang  tergambarkan seperti boneka matrioska.

Boneka kayu khas Rusia, kata matrioska itu sendiri diambil dari kata мать yang artinya Mamah/ ibu, makanya boneka yang terbuat dari kayu itu selalu beranak-anak yang berjumlah paling sedikit tiga dan paling banyak bahkan bisa berisi 25 buah dengan bentuk dan ukuran yang bias sebesar kuku  jari.

Itulah gambaran dekan fakultas mezdunarodni kata mezdunarodni itu sendiri diartikan sebagai kata international dalam bahasa Rusia. Continue reading Balado nenek sihir di international campus

[Cerpen] Kisah Si Kimci, Si Gajah Kecil

Oleh: Rahma Damayanty Rivai

(Didongengkan dan dituliskan mama era pada Iqbal “cosmos” tanggal 6 januari 2011)

Kimci adalah seekor gajah yang lahir di bulan januari, dua tahun yang lalu. Ketika ia lahir, Kimci sangat lucu dan berbadan gemuk. Matanya bulat indah dengan tatapannya yang menggemaskan. Karena badannya gemuk, Kimci sangat kesulitan untuk berdiri dan menyusui pada ibunya yang bernama Kimura. Dengan lembut, Ibu Kimura membujuk dan memberi semangat pada Kimci untuk terus belajar berdiri dan segera menyusui. Continue reading [Cerpen] Kisah Si Kimci, Si Gajah Kecil

[Cerpen] Madu Untuk Sahabatku

Oleh: Azzurit Hijau 125

Rahman. Dia lelaki yang kukenal tiga bulan yang lalu lewat situs jejaring sosial facebook. Dia aktif sekali mengomentari status dan noteku, tak ada satu status dan satu noteku pun yang lewat dari komentarnya. Komentarnya bukan hanya sekedar komentar biasa, tapi dia juga menyisipkan ayat-ayat Al-Qur’an, motifasi, tausiyah, hadis dan kalimat-kalimat inspiratif. Komentarnya berhasil membakar semangatku, aku menjadi lebih baik dan lebih tegar dibuatnya. Aku pun selalu menantikan setiap komentarnya di facebookku. Continue reading [Cerpen] Madu Untuk Sahabatku

[Cerpen] Tunggu Aku di Nirwana, Chieko..!

Oleh : Hesti Setiarini

 Hari Minggu ini genap dua bulan sudah Chieko pergi. Sudah bulan Juni sekarang. Bulan yang sering diwarnai derai hujan, sebelum musim panas menjelang.Terkadang angin bertiup kencang tak bersahabat.

Masih jelas membekas dalam ingatan Hiroaki saat istri tercintanya itu meregang nyawa, tepat sehari sebelum hari pernikahan mereka yang ke duapuluhtujuh. Bunga sakura kala itu masih menguncup, hanya menunggu beberapa hari saja sebelum bersemi indah. Continue reading [Cerpen] Tunggu Aku di Nirwana, Chieko..!

[Cerpen] Sepucuk Surat di Samping Nisan

Oleh: Lovalyka Maudy Chyntia

 

Di depan meja kasir, aku merogoh dompet warna merahku. Memberikan beberapa lembar lima puluhan ribu untuk pembayaran buku-buku yang baru saja kubeli. Setelah menerima uang kembalian dan mengucapkan terima kasih, aku bergegas keluar dari toko buku itu.
Di luar ternyata hujan deras. Biasanya kalau sedang pergi belanja begini, aku selalu ditemani Thomas, pacarku. Tapi kali ini, Thomas sedang ada acara di gereja. Sehingga aku pergi tanpa dia. Lagipula ini hari Sabtu, jadwalku untuk pulang ke rumah ibu. maklum, anak kost. Continue reading [Cerpen] Sepucuk Surat di Samping Nisan