Lunch Time 4 – Saat si Defensif Mencuri (2)

oleh : Siska Ferdiani

 

Defensif ??”  Jidatku berkserut demi mendengar istilah asing itu. “Apa pula itu?”

Defensif itu maksudnya sikap bertahan, bu Sis.” Pak Ari yang baru selesai sholat langsung nimbrung

”Sikap bertahan? Maksudnya?” Lipatan dahiku semakin dalam

”Iya, tadi Tio merasa, tertuduh, tersudut dan terancam, maka muncullah sikap defensifnya. Sikap defensif  itu bisa berkonotasi positif atau negatif. Dan dari cerita bu Yani tadi, sepertinya Tio sudah punya bibit sikap defensif negatif yakni suka ngeyel, membantah dan berdebat.” Pak Ari menjawab pertanyaanku dengan panjang x lebar x tinggi …

”Trus, pemicunya apa pa? Kenapa seseorang bisa bersikap defensif seperti itu? Penanganannya bagaimana pa? Trus Apakah sikap defensif  ini ada hubungannya dengan pola didik orang tua?”” Aku memberondong pak Ari dengan banyak pertanyaan. Continue reading Lunch Time 4 – Saat si Defensif Mencuri (2)

Lunch Time 3 – Saat si Defensif Mencuri (1)

Oleh Siska Ferdiani

 

“Bu Yani, makannya khusyu banget sih, jidatnya sampe berkerut-kerut gitu.” Mendengar teguranku yang tiba-tiba itu, sontak bahunya terangkat dan nasi yang sedang dikunyahnya nyaris tersembur.

Uhuk … uhuuuk … UHUUUUUKKK

“Eeehhh aduuuhh maap … jadi keselek deh tuh, minum minum, nii minum dulu buu …”Segelas air yang kuangsurkan ditenggaknya hingga nyaris tandas.

Aku menatapnya dengan intens, pupil mataku melebar, “Kamu kenapa sih jeng? Ada yang dipikirin yaa??”

“Ehmm enggaakk … enggak napa-napa kok bu. Eh udah selesai nih makannya, saya naik duluan ya.” Tatapan mataku mengiringi kepergian sobatku itu dari kantin. Di tengah jalan, ku lihat seorang ibu menghentikan langkahnya. Alis mata bu Yani tertarik ke atas, dengan ragu dia menyalami tamunya itu. Tapi kemudian mereka berdua menaiki tangga bersama.

Setelah mereka menghilang di balik tangga, aku kembali beralih ke santapan siangku. Tiba-tiba menu botok ayam kesukaanku sudah tidak mengundang selera lagi. Aku memutuskan untuk menyudahi lunch dan segera beranjak ke ruang guru di lantai atas. Saat melewati ruangan BP, langkahku terhenti demi mendengar keributan di dalam …

““SAYA TIDAK MENCURI BU.” Suara teriakan anak laki-laki

BRAAAAAAAAAKKKK … Continue reading Lunch Time 3 – Saat si Defensif Mencuri (1)

[Puisi] KORUPTOR JUNIOR

Oleh: Solih U Din

 

Ijinkan saya ucapkan selamat kepada para pemimpin negeri ini

yang gagal menanamkan sikap terpuji

Justru mintanya dilayani

Bahkan mengedepankan gengsi dan citra diri

Padahal miskin visi dan obsesi

Apalagi berani dibenci

Oleh mereka yang otaknya hanya ambisi duniawi

Karena yang ada dipikirannya adalah kepentingan pribadi dan organisasi

 

Ijinkan saya ucapkan salam hormat

Kepada para kiyai, tokoh agama dan guru bangsa dan ummat

yang GAGAL  mengarahkan agar mau bersikap khidmat

tidak silau dengan dunia yang memang nikmat, namun sesaat dan banyak yang sesat

Karena gagal memberi teladan yang mampu memikat dan memiliki daya rekat

Justru hidup jauh di menara gading yang tak mengakar kuat

Justru hedonisme yang terlihat menyeruak hebat

Hasil mengkapitalisasi ketokohan, jaringan dan pengaruh kuat

Menjadi aset ekonomi yang begitu mudah dan hanya butuh waktu amat singkat

Tanpa perlu banyak keringat Continue reading [Puisi] KORUPTOR JUNIOR