alien

Suara hujan terdengar begitu deras diluar sana, Deka bersembunyi kedinginan didalam selimutnya, menutupi seluruh tubuhnya, sementara itu Didi siadik bungsuyang terbaring disamping Deka, yang berjarak tiga tahun dari Deka, masih mencercau menerbangkan pesawat mainannya dengan jari tangannya.

 

“Nyiauuuuuuuuuuuuuuu…. nyiauuuuuuuuuuuu…”Suara Didi mengimajinasikan pesawatnya seakan-akan terbang diatas dadanya, Deka sikakak yang berumur sepuluh tahun semakin gelisah tak bisa tidur mendengar suara Didi.

 

“Tidur de… ini sudah jam berapa? tiap malam selalu aja ganggu kakak tidur…” Teriak Deka sambil menyembulkan wajahnya dari dalam selimut, Didi tak memperdulikannya.

 

“Nyiauuuuuuuuuuuuuuuu… itu pesawat tempur musuh! tembaaak… det det det det det…”

 

“Adeeeeeeeeeeeek…” Deka bangkit dari tidurnya sambil melotot kearah Didi.

 

“Apa sih kak, Didi nggak bisa tidur, makanya Didi main pesawat-pesawatan…” Ucap Didi balik marah.

 

“Berisik… justru dengan adek main pesawat kakak jadi nggak bisa tidur, udah… tidur gih, besok sekolah…” Teriak Deka.

 

“Kalau mau tidur-tidur aja, Didi akan berenti main pesawat kalo Didi udah ngantuk…” Celetuk Didi melawan.

 

Deka terdiam sambil memikirkan cara agar Didi mau tidur.

 

“Adek… dengerin kakak, sekarang udah pukul sebelas malam, kenapa kakak suruh adek tidur cepat, karena…” Deka mulai mengecilkan suaranya seakan-akan berbisik.” Karena… Kalau adek suka tidur kemaleman Alien akan datang ngebawa adek kelangit dan adek nggak akan bisa kembali kebumi, nggak bisa ketemu papa dan mama lagi… mau?” Ancam Deka.

 

Didi bangkit dari berbaringnya dan meletakkan mainan pesawatnya disampingnya, wajahnya sedikit takut namun masih percaya dan tidak percaya.

 

“Alieeeeeen? dari mana kakak tahu kalau ada Alien yang akan ngebawa anak-anak yang nggak suka tidur?” Tanya Didi.

 

“Dari pak guru disekolah, terserah adek… mau percaya ato nggak, jangan salahin kakak kalo besok adek udah berada di langit dibawa Alien…” Deka langsung berbaring dan menyelimuti seluruh tubuhnya, sesaat kemudian sebuah kilat menyambar diluar sana, suaranya terdengar keras.

Didi sedikit takut dan turut membaringkan tubuhnya disamping kakaknya Deka.

 

“Kakak…” Bisik Didi pada Deka.

 

“Iya…” Jawab Didi didalam selimutnya.

 

“Pakai apa Alien turun ke bumi menculik anak-anak yang nggak suka tidur malem?” Tanya Didi sambil berbisik.

 

“Pakai pesawat UFO, bila dia datang suaranya mirip kilat barusan…” Jawab Deka, Didi mulai takut. tiba-tiba kilat berbunyi lagi, lebih keras dari kilat sebelumnya.

 

“Cepat tidur… kakak masih curiga apa itu kilat atau pesawat UFO…” Bisik Deka.

 

Didi mulai ketakutan, ia selimuti seluruh tubuhnya lalu mulai memejamkan mata.

 

****

 

Esok malamnya, Deka melihat Didi bersembunyi dibalik selimutnya, kini ia tidur awal. Deka sedikit tersenyum telah berhasil mencari cara agar Didi mau tidur awal.

 

“Adek… sudah tidur?” Bisik Deka.

 

“Belum… jangan berisik, nanti Alien datang lagi, semalem Didi didatangi Alien dalam mimpi… sudah kakak tidur gih… Alien itu seram, Didi nggak mau ketemu dia lagi.” Bisik Didi serius.

 

Deka tersenyum-senyum. “Baiklah… selamat tidur adek… moga mimpi ketemu Alien lagi ya?” Ledek Deka.

 

Tak ada suara yang keluar dari mulut Didi, kecuali suara nafasnya yang sepertinya sudah terlelap, lalu Deka berbisik ditelinga Didi yang sudah tertidur.

 

“Tentang Alien itu kakak cuma bohong Dek, kakak cuma pengen adek tidur lebih cepat dibanding malam lain seperti dulu, biar besok adek bisa seger dan nggak ngantuk disekolah… kakak sayang adek…”

 

Didi mulai berdoa sebelum tidur, lalu memejamkan matanya.

 

(Kuching, Sarawak Malaysia)