Oleh ‘Hildan Salam Smangat

Masjid-Tiban-Malang

Malem-malem gini enaknya bikin cerita yang honor-honor (UUD). Pertama nih cerita tentang Masjid TIBAN yang tersohor seantero Endonesa, letaknya sekitar 15 Km dari rumah saya. Masjid tersebut terletak di desa Sanan Kerto..hayo dah pernah nengok ya???.

 

Kata orang-orang, mesjid berlantai 8 atau 10 itu (ndak jelas berlantai berapa, tinggi banget pokok e) tidak pernah di bangun secara sengaja. Tetapi tiba-tiba muncul dari dalam tanah dan yang membangunnya adalah JIN, karena di siang hari tidak pernah kelhatan siapa yang mengirim bahan bangunan dan siapa yang mengerjakan pembangunannya.

 

Mulai dari pintu masuk saja sudah aneh. Banyak relief-relief unik yang usah untuk mengetahui maksud dibuatnya juga beberapa bagian bangunan yang sama sekali tidak fungsional. Begitu masuk gedung malah aneh lagi. Di dalam nya ada kamar mandi transparan lengkap dengan shower dan bath tub, tapi sepertinya tidak pernah dipergunakan. Ada pula lift (seperti di mall) untuk naik ke lantai atas. Banyak juga relief dan motif dinding yang ndak jelas maksudnya. Apalagi di lantai atas, malah banyak pedagang kue dan pakaiannya. Heded…usut punya usut nih bangunan ternyata tidak seperti yang dibayangkan para pengunjung.

 

FAKTA :

1. Ternyata bangunan ini BUKAN masjid apalagi pondok pesantren, karena memang tidak ada tempat sholat selayaknya masjid. Juga tidak ada santri, yang ada hanya pedagang, pengurus parkiran, penjual tiket, dan tentunya pengunjung.

2. Ada foto-foto tentang awal mula bangunan ini. Mulai dari tanah persawahan yang dalam beberapa tahun dibangun sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bangunan seperti bukit. Di puncak bangunan ada gambarnya GLOBE lagi..hehehe.

3. Ternyata bangunan ini semacam padepokan ilmu kebatinan atau semacamnya.

 

Anda penasaran??? Silahkan mampir kesana, kalau berangkat berkelompok jangan kuatir kehabisan lahan parkir. Karena ada lahan parkir luas untuk menampung mobil, bus dan sepeda motor.

*) NB : Parkir di dalam GRATIS !!!

 

Cerita kedua nih sempat jadi legenda sewaktu saya masih kecil. Jadi semacam cerita rakyat tentang Para Bangsawan Kuno yang kaya raya. Di desa saya tepatnya desa Jambangan, ada masjid jami Sari Kerto. Jaraknya hanya 50 meter dari rumah saya. Masjid ini menjadi rujukan penentuan waktu ibadah sholat da puasa serta menjadi pusat kegiatan keagamaan di wilayah Jambangan Krajan (kumpulan dari beberapa desa). Walau pun di desa-desa lain sudah ada masjid yang sejenis.

 

Nah…menurut cerita yang saya dengar sewaktu kecil. Dulunya di masa awal pembangunan ini mesjid, ada sebuah keluarga ningrat yang super kaya ingin memberikan donasi. Dia ingin membantu pembangunan lantai mesjid. Jadi mereka yang menanggung seluruh pengerjaan lantai sampai tuntas. Syaratnya hanya SATU, yaitu “Lantainya Terbuat Dari Kepingan Uang Logam yang Disusun BERDIRI”.

Lho….muantebs kan?????

Setelah melalui beberapa pertimbangan ternyata persyaratan tersebut dibatalkan dan pembangunan mesjid dilakukan secara “NORMAL”. Coba bayangkan jika lantainya jadi dibuat dari uang logam yang disusun BERDIRI…hedeh, bisa-bisa yang sujud dahinya mlonthos semua dan dengkulnya pada linu-linu..hehehe.

 

Sekian berita honor yang disiarkan dari Endonesa bagian Mulyorejo Kota Malang. Jika ada yang ditanyakan silahkan menghubungi pihak berwenang

Gambar diambil dari sini

 

Tags: , , , ,