Ih, keren juga ya, anggota PNBB…… muslimah banget. Seruku dalam hati, ketika wanita berjilbab lebar itu mengembangkan senyumnya. Jilbab warna coklat muda (#eh warna coklat muda atau krem ya….ah ternyata baru ngerasa begitu sulitnya aku membedakan warna. Biar agak tepat dibayangin aja deh warna baju pramuka, saat ikut jambore pramuka di Cibubur# eh, emang pernah ikut jambore? Siapa bilang, kataku dibayangin aja.#) yang jelas jilbab dan warnanya sangat pas banget dengan warna kulit pemakainya yang tidak terlalu putih kayak sapi atau terlalu hitam kayak warna papan tulis…..terus warnanya apa..oh iya orang sering menyebut warna kulit itu dengan sebutan sawo matang….hemm….. manisnya. (# maksudku yang manis sawo matangnya#).  Si mbak ini jadi nampak kalem dengan warna kayak gitu. Mungkin ia sengaja pakai baju dengan warna yang ada unsur coklatnya. Soalnya warna coklat kan merupakan warna tanah atau bumi, kata orang sih warna itu memiliki karakter yang mampu memunculkan kesan nyaman, stabil, hangat, akrab. Warna ini juga dapat memberi sentuhan yang menenangkan serta elegan saat diaplikasikan pada sebuah ruangan.

“Eeeeehhhhhhh uda Hazil….”, begitu tatapan mata kami bertemu. Sebenarnya aku ngiri juga, kenapa yang disebut nama Uda Hazil. Mbokya …..eeeeeee PNBB, kan aku jadi kesebut juga. Kalau hanya uda Hazil, terus aku dimana waktu itu. Tidak kah saat itu aku terlihat juga? Atau memang tidak terlihat saat itu? Sesaat kemudian muncul beberapa wanita lain yang kemudian aku kenal mereka adalah Teh Pipit Senja, Eva dan ……ada satu lagi seorang wanita yang aku lupa namanya. Beberapa saat keakraban pun terjadi.

“Sudah aku add kan FB nya”, suara wanita berjilbab coklat pramuka. Hehehehe….. akhirnya disapa juga diriku. Dan ternyata benar dugaanku, si wanita yang kemudian aku tahu dia bernama Elly Lubis, bisa membuat kebekuan ku (#eh, emang air kok pakai beku segala, begitu kali), yang jelas kebekuan menjadi agak cair dengan sapaan itu. Jadi benarlah dugaanku kalau warna jilbab yang dia pakai disesuaikan dengan kepribadiannya yang hangat, tenang dan stabil. (# terus terang ini tak cocok-cocokan, kalau salah ya ndak papa ta? kan membuat senang itu sedekah.)

“Iya, sudah dikonfirmasi juga”, padahal aku belum tahu wajah si Elly Lubis sebelumnya. Soalnya sebelumnya ndak ada pemberitahuan siapa yang akan hadir di Kopdar Malboro. Jadi ya, ndak lihat poto propilnya. Coba kalau dibeitahukan siapa yang akan hadir, pasti semua propil yang mau ikut Kopdar Malboro akan saya buka satu satu. Tapi tidak semudah itu juga, soalnya banyak diantara anggota PNBB yang tidak menggunakan poto aslinya sebagai poto propil. Mungkin sudah menjadi kebiasaan di dunia online malu atau takut menampakkan wajah aslinya. Nggak tahu ya apa alasannya. Yang jelas banyak, anggota PNBB tidak mau menggunakan photo diri sebagai photo propilnya. Lihat saja mas Mahfud dengnan wayangnya, pak dhe Heri Cahyo dengan cover bukunya, Qurrota Ayun dengan daun yang tersinar samar dengan terang matahari, Eva dengan cover bukunya juga…. sehingga jangan salahkan aku jika pas ketemu gini ndak tahu siapa dirimu, yang sebenarnya. Dengan alasan itulah aku langsung mengganti poho propilku dengan poto asliku yang paling update,   begitu ada rencana mau Kopdar.  Tujuannya, ya biar begitu ketemu langsung nyambung. Dan terbukti kan, ketika pertama kali aku ketemu dengan uda Hazil langsung bisa nyambung. Aku tidak bisa bayangkan jika di propilnya uda Hazil menggunakan gambar selain dirinya, misal gambar ular kobra….wah bisa repot sekali kalau mau ketemu. Harus tanya ciri-cirinya gimana? Pakai baju apa dan sebagainya. Tapi ketika sudah jelas orangnya kan, tinggal tanya, posisi dimana? Begitu pandangan mata saling ketemu langsung sambung. Makanya, saya sarankan bagi anggota PNBB untuk menggunakan poto propilnya dengan poto aslinya. (# lho, kok jadi bicara poto propil…..nyampuri banget urusan orang….#). Pokoknya si Elly Lubis itu sesuatu banget, waktu itu…… bisa mencairkan yang beku dan bisa membekukan yang cair (#lho :()

“Ayo, silakan pesan. Pesan aja……”, suara si pencair suasana. Wuaduh….

“Wah, kalau sore nanti mungkin saya ndak jadi ikut Uda, soalnya kalau nanti mereka minum jus terong aku kan cuma bengong…..” Sms ku tertuju pada uda Hazil saat SMS yang menanyakan kepastianku ikut kopdar atau tidak, dari beliau aku terima.

“Tapi uda nanti juga tidak bisa lama mas, soalnya ada keperluan keluarga, Uda juga puasa”.

“Ya, aku berangkat sekarang”

Aku melirik Uda Hazil. Tidak ada masalah dia. Langsung pesan. Aku lihat Bunda Pipit dan yang lainnya. Semua sudah pesan juga. Melihat mereka sudah pesan, aku langsung meraih buku daftar menu.

Jujur, aku bingung mau pesan apa. Semua menu asing bagiku.

******
BACA SELANJUTNYA <<<<< SEBELUMNYA