Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini

********

mimpi lagi

mimpi lagi

Merasa ada yang melongok, Ema Ied Fitriyah penjual tampon anti bocor semangat menjajakan dagangannya, tampon anti bocor mas Akung Krisna, bisa buat plester bekas bacok, dijamin isis monggo… Mas Akung Krisna mengo mingkem (Ema Ied Fitriyah)

“uwes iki? bubar????…..” (Qurrota Ayun)

“meoooong… meoooooongg…” tiba-tiba kucing manis nan imut mengeong mencari terong (Mahfud)

Kang Karman segera berbalik arah. Golok yang masih dipegangnya kuat-kuat kini diarahkan kepada kucinng yang suaranya meong-meong. Mata mereka beradu. Di wajah Karman kucing itu laksana harimau yang akan menerkamnya. Maka segera ia melompak hendak membabat kucing itu dengan goloknya…..malah goloknya terlepas dan mengenai mukanya. Dan terjungkal ia saat hendak menghindar dari goloknya. (Edris Ernawan)

“sial,,, banged neh orang,, gw kangak jadi ambil sambel terong” gerutu si kucing πŸ˜‰ (Heri Cahyo)

Ia mengerang kesakitan sambil tangannya meraba-raba mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk mengusap darah yang mengalir deras. Hingga akhirnya terasa ada yang menampar tangan yang mulai mendapatkan sesuatu yang empuk, “Heh mas ngopo ta sampeyan? Pringisan, njerit-njerit barang…gek karo meraba-raba”, terdengar suara dari sampingnya.”Keri aku nek koyok gini”. Karman mencoba mencari tahu pemilik suara itu. Matanya mulai membuka. Berapa saat ia baru sdar bhw dia baru saja mimpi. (Edris Ernawan)

Karman clinguk an di Kamar. Mencari-cari si Uda Hazil Aulia, Sitie Zumaroh, Mahfud, Qurrota Ayun yang tadi berseliwern di dalam kamarnya. Tapi sia-sia. Tak ada siapun di kamarnya kecuali istrinya yang kini malah pindah entah kemana. Alhamdulillah, ternyata aku hanya mimpi. Desahnya lega. (Edris Ernawan)

*byurr* om Edris Ernawan dicemplungin ke kolam.. cerita berakhir bahagia *tamat* (Inu Kerta Pramudya)

“Ho oh mas Inu Kerta Pramudya, lega aku ……. wah aku kemarin merasa bertanggung jawab je …. soale anggota PNBB do uedan kabeh….. tidak terkendali…….Kuatir nek kebablasan… mendingan si karman tak anggep ngimpi aja….Sudah tenang lagi suasananya. Anggota PBB eh PNBB wisnormal kabeh bicarane saiki………ora ono sing njaluk jarik e Yu Parti di cincingke munggah meneh….kemarin uda Hazil Aulia sing ngotot njaluk di unggahke….termakan provokasi Qurrota Ayun. Lha sing paling seneng Akung Krisna, Mahfud karo Abrar Rifai, hemmmmmmmmm uedan tenan kok. (Edris Ernawan)

PNBBers emang edaaaaan πŸ˜› πŸ˜€ (Mahfud)

Wisagak lerem mas Mahfud (Edris Ernawan)

Mas Karman tiba-tiba terbangun… ia segera sadar bahwa yang ia alami hanyalah mimpi… alhamdulillah..Tapi ia merasa ada yang aneh…. dingin… ternyata terlihat celananya basah…. “Addduuuhh… ada apa ini.. kenapa ini?” tanyanya dalam hati..(Hazil Aulia)

“Oo ternyata semalam hujan besar, dan ada atap yang bocor…jadi basah deh celanaku”, kata Mas Karman πŸ˜€ (Isparmo Seo)

“Mambu pesing tenanan iki !!!” Gerutu Parti (Rose Mawar Berduri)

“we alaaaaah…. uwis uwis…..” (Edris Ernawan)

Yu PArti jadi repot, ketimbang kesel njur mengko mbengi ra isoh nyunah kumbaane tak gowo nang Omah Londre-ne diajeng sing ayu dewe Qurrota Ayun…;) (Qurrota Ayun)

“he he he… kenapa bisa ajaib seperti ini yaa?? πŸ™‚ :)” (Tri Ratna Rachmawati)

“Sa ajaib-pe KITAB BIG “O” !” sesumbar lek Karman (Rose Mawar Berduri)

“kalau terus-terusan koyo ngene ngobrolnya kapan masaknya” Yu Parti menggerutu”…”wes to dek, mending hari ini gak usah masak, pesen juragan mie janda Kang Achoey pa minta suruh dianterin masakan sama Uni Onie Daulat…dijamin lezatttt maknyus dech” sahut Kang Karman (Sitie Zumaroh)

“Mbulet ra karuan πŸ˜€ “(Isparmo Seo)

“Eh… ono sing kurang, es juz terong-e dipesenke nyang mbak Elly Lubis :)” (Heri Cahyo)

Kiriman Mie Janda pun datang. Kemarahan Yu parti kembali tersulut, “Jadi dengan janda ini kamu niat poligami.” (Kang Achoey)

“Meoong… meooooongg…” mendengar ada mie janda, si pus mengeong lagi. Yu Parti yg sedang emosi kembali mengangkat golok yang diselipkan di BH-nya (maaf), “dasar sama2 kucing garong loe.” Si kucing pun kabur, tapi Mas Karman tetap tenang, di pegangnya terong besar sebagai pertanda keinginan damai dan gencatan senjata. (Mahfud)

Tapi Yu Parti malah mendekati suaminya kang Karman. Serta merta ia rebut terong ijo besar yang dipegang suaminya.”Eh, mas jangan pegang-pegang terong. Apalagi hari gini. Tahu ndak sampeyan ki. Kalo terong itu marahi keju”.

Karman masih kaget, tertegun. Ia tidak percaya kalau terong marahi keju. Sebab ia pernah dapat wejangan dari gurunya, Pak Heri Cahyo kalau terong sangat manstap untuk kegiatan nyunah. (Edris Ernawan)

Saat Yu Parti dan Lek Karman berebut terong, tanpa mereka sadari si pus menyelinap masuk dalam rumah dan menghabiskan seporsi mie janda (Mahfud)

Yu Parti segera tertawa lebar, saat ada si meong merasakan mie (milik) janda.”Kuapok, ra mie Jandanya, habis dilalap si meong. Mendingan terong ini juga kita lempar ke si pus….. biar tidak ada lagi yang ngganggu hubungan kita, tidak keju lagi dan tak ada mie Janda lagi”. Begitu guneman Yu Parti, sambil terus berusaha merenggut terong ijo dari genggaman Karman. (Edris Ernawan)

“Awwwwww”. Mas Karman menjerit kesakitan. Yu Parti kaget dan baru ngeh ternyata konstrasinya tadi terpecah. Yang direnggut ternyata salah, bukan terong tapi ….(Kang Achoey) Orang ganteng yang tak mengikutu keributan yang terjadi, terpaksa kembali, dengan harapan kisah ini melampaui seratus komentar… πŸ˜€ (Abrar Rifai)

Yu Parti dan Kang Karman pun terperangah, karena ternyata juragan mie janda juga memiliki terong.. (Abrar Rifai)

Tapi baru saja balik badan dan mencoba melangkah, Mas Karman berteriak, “ugan, tanggung jawab donk. Ini semua gara-gara novel Laila yang ada bumbu poligaminya.” (Kang Achoey)

dan Jeck, anak muda yang trendy, wangi, suka mengaji, dan gemar menabung yang tadinya sudah pergi dari rumah Lek Karman demi mendengar keributan yang sedang terjadi akhirnya kembali lagi ke rumah itu…”woooooeeeyyyyy ada paan lagi nie coooyyy…..ciyuuuus bikin penapsaran saja ulah kalian ini” teriak Jeck (Sitie Zumaroh)

Lek Paijo, yang sempat kecewa karena tidak mendapatkan pertamax tertawa geli melihat Yu Parti dan Lek Karman masih berebut terong dan mie janda mereka dihabiskan si pus. “hahaha… rasain loh!” katanya (Mahfud)

***
Bersambung di sini

****
Gambar di ambil dari sini

********

 

Tags: ,