Mimpi Lek Karman, Jaga Lek Karman # 4

Cerita yang lalu bisa dibaca di sini

*********

mimpimu

mimpimu

“Ieu ua maneh, bet ngamuk teu pararuguh jang.” Ucap Mas Karman yang mendadak bisa bahasa sunda saking tak kuatnya menahan rasa sakit akibat cengkraman kuat tangan yu parti. Jeck dan Paijo pun bengong, mulut mereka menganga dan baru saadr setelah satu kompi lalat hinggap di mulut mereka. (Kang Achoey)

“hax hax hax haxxxxxxxxxxx…….Uda Hazil, ketua RT yang sedang melintas di halaman rumah Lek Karman tertawa demi melihat ada kucing yang melahap Mie Janda dan keselak gara2 diuber2 sama Lek Karman…*eh kucing bisa keselek gak ya… (Sitie Zumaroh)

Selang beberapa lama kini warga telah berkerumun di pelataran kediaman Mas Karman, diantara mereka ada Ustadz yang lebih ganteng dari ustadz Solmed, lalu beliau woro-woro. “Tenang semua, tenang. Dari pada ribut-ribut mending pada damai saja. Yu Parti dan Mas Karman sudah pada sama-sama dewasa, semestinya jangan memperbesar masalah. Mas Karman itu tak berniat poligami, Mie Janda itu bukan nama seorang janda melainkan kedai mie yang dah 10 kali tayang di TV, masa kalian belum tau sih. Ndeso. Yuk kita pulang ke rumah masing-masing. Kita pantengin www.romantisan.com biar pada adem ayem rumah tangganya.” ๐Ÿ˜€ (Kang Achoey)

Pak RT yang juga bertindak selaku densus ngedumel dalam hati “nih ustadz promosi kagak bilang-bilang sama gw nih, pan die belon ngasih jatah upeti sama gw” (Mahfud)

Tiba-tiba turunlah hujan (Irawati Syahriah)

Hujannya deras sekali…(Abrar Rifai)

Ketua RT yang melintas dan mendengar teriakan Jeck “woooooeeeyyyyy ada paan lagi nie coooyyy…..ciyuuuus bikin penapsaran saja ulah kalian ini”… diselingi suara hujan yang mencurah dahsyat dari langit, serta merta berhenti dan bertanya pada Jeck..

“Heh… anak muda…. ada apa engkau berteriak-teriak begini? hujan deras itu berkah… terus kenapa juga pakai ciyus ciyus begitu hah?! Jeck tersentak kaget…. eeeh… pak RT… coly ngacengaja….”

“Sompret..!!! pak RT mukanya merah padam… Kamu bilang apah?!! kulang ajal yah kamu?…”

“Sory… ndak sengaja… itu yang saya maksud pak RT…”, kata Jeck mengkeret… dalam hati ia pengen laporan ke Yu Sitie Zumaroh yang tadi mencontohkan pakai ciyus ciyus begitu… maksudnya biar gaul… tapi malah didamprat sama pak RT… (Hazil Aulia)

Sitie Zumaroh..tertawa geli melihat tingkah Jeck yang baru saja mempraktekkan ucapan alay yg di buat-buatnya. tampak raut kekesalan di wajah jeck yang tersadar bahwa dirinya sedang di permainkan oleh @sitie Zumaroh. Pak RT dengan wajah merah padam bersiap melempar sandal yang sudah sedari tadi melekat di tangannya. (Ajeng Imajinatta Chocholate)

111 kali Uker Erryk Kusbandhono memberi arahan kepada Jeck agar segera ‘menembak’ si Gadis Desa Sitie Zumaroh itu, namun gak berani-berani terus… Hufffttt….(Erryk Kusbandhono)

“Hmmm….. awaaaasss yah.. Sitie Zumaroh…. mentang-mentang sekarang jadi juragan pancing, ciyus mo bikin akyu kecel…”, kata Jeck dalam hati..

“Tunggu ajaaaaah…!! nanti gantian akyu yang bikin kesel dia…”, katanya dalam hati lagi….

“E e e eeee…. coly eh sorrry pak RT… kannggak sengajaaaa… plis deh ah… cepet tua nanti pak RT… ganteng-ganteng begono, masih muda pula nanti cepet kriput tuh… Mending ke salonnya Ajeng Imajinatta Chocholate ajah pak RT… ada tuh karyawannya si Opik yang pinter perawatan muka… meni pedi… apalagi tuh… ndak apal akyu…” kata jeck lagi.. (Hazil Aulia)

” Kucoba coba melempar manggis,
Manggis kulempar mangga kudapat
Kucoba coba melamar gadis,
Gadis kulamar janda kudapat

Iki piye iki piye iki piye,
Wong tuo rabi perawan
Prawane yen mbengi nagis wae,
Amargo wedi karo manuke

Manuke manuke cucak rowo,
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune,
Nek digoyang ser-ser aduh enake, ” dendang Paijo, kang mase Yu Parti menyindir Jeck ! (Rose Mawar Berduri )

Entah mengapa, malam itu sekalipun Paijo sebetulnya ingin menyindir namun dendangan Cucak Rowo itu mengingatkan ia akan sahabatnya Rose Mawar Berduri. Dulu Roselah yang meminjamkannya CD yang berisi lagu-lagu campursari yang memang kalau didengarkan sangat mak kemrenyes di hati.. Sekarang menurut informasi temannya, Rose sudah betah di negara teluk sana… aaah… pikirannya melayang ke masa-masa SMA dulu… seeeeerrrrrrย  (Hazil Aulia)

“meoong… meoooongg…” mendengar campur sarian si pus mengeong lagi ikut menikmati (Mahfud)

“busyeet dahhh..jeck yang alay kenapa semua malah misuh2 ke sitie zumaroh, gadis manis yang terkenal ramah, suka menolong, juga baik hati ini..stoop hentikan kekacauan ini..lekas pergi semua dari rumahkuu..sekarang juga..sekarang saya lagi mau berdua2an sama kang karmanโ€ teriak yu parti ke semua tamu tak diundang di rumahnya (Sitie Zumaroh)

“Sebagai Janda yang suka MARTABAK, nggak rela aku dikotak-kotakkan…Karena menjanda bukan pilihanku!” kataku sambil mencomot beberapa potong martabak telor dan kuahnya yang masih hangat.Hujan diluar semakin deras, diiringin petir yang menggelegar, memekak telinga. Kilatan elektronnya membuat mata ini enggan menatap lama-lama MARTABAK yang belum habis dilumat. Bersembunyi dibawah selimut, menutup mata rapat-rapat. ((Rose Mawar Berduri)

“Gleger……dueeeerrrrrrr (eh suara petir tu kayak gini gak ya)”, suara petir malam itu begitu kerasnya. Sampai-sampai martabak yang sudah mau masuk mulut terlempar dari tangan Yu Parti. Bersamaan dengan lemparan martabak Yu Parti, tubuh wanita itu meloncat mendekap kang Karman. Karman sempat terkejut. Tapi sejurus kemudian pandangan mata mereka beradu….”Gleger-ger-ger-ger…..duerrrrrrrr” kembali petir menyambar-nyambar. Tangan Yu Parti tak kuat lagi menahan keinginan. Akhirnya ia dekap kang Karman yang dan……

“Meong…….”, tiba-tiba si pus nya Mahfud meloncat di atas kepala mereka berdua. Hampir saja cakarnya mengenai wajah Yu Parti, kalau tidak segera diselamatkan oleh Kang Karman. (Edris Ernawan)

dan tanpa disangka-sangka, ternyata si pus yang sedari tadi cuma mengeong bisa juga berbicara, seperti manusia, hanya saja bahasanya ikutan alay, “meooong… coly, ngacengaja” (Mahfud)

Lek Karman yang sudah hapal tabiat dan hapal dengan bahasa kucing garong, tahu betul makna eooooongan kucing dengangayaalay tadi. Matanya langsung menatap tajam pada kucing yang juga tajam menatapnya……”Emang masalah buat loe?”, bentaknya.

Yu Parti terkejut dengan ucapan suaminya, ” ciusss mi yapah…..mas?”, sahutnya (Edris Ernawan)

“Terus gue harus bilang wow githu?” (Irawati Syahriah)

Meong bermata GIOK itu menelanjangi kamar Yu Parti….yang kebasahan kebocoran air hujan. (Rose Mawar Berduri)

“sekalian aja basah-basahan, belom mandi ini” batin Yu Parti dalam hati. Pus bermata giok melotot menatap Yu Parti, wong edan mandi di kamar tidur (kata si pus: juga dalam hati). si pus ngedumel lagi begitu ngeliat sprei Yu Pasti udah pada basah. mungkin nanti Yu Parti mau belanja sprei baru lagi di Onieshopline. lah, gimana gak beramtem mulu sama Lek Karman yang selalu menggerutu ditagih duit dapur melulu tiap minggu sama Yu Parti. Coba Lek Karman tanya sama aku, si pus makin ngedumel… (Onieshopline)

****
Bersambung lagi โ€“ entah kapan ๐Ÿ˜€

***
Gambar di ambil dari sini

 

Tags: ,