Buncahan Rasa (Kumpulan Cerpen dan Puisi)

Buncahan Rasa (Kumpulan Cerpen dan Puisi)

Judul: Buncahan Rasa (Kumpulan Cerpen dan Puisi)
Penulis: Sigit Santoso
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 71 Halaman
Size: 1,5 MB
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Lagi-lagi tema cinta yang menjadi pusat perhatian penulis e-book yang satu ini, Sigit Santoso. Jika orang-orang pada umumnya hanya mengumbar kisah-kisah cinta picisan tanpa memberikan pelajaran atau hikmah di dalamnya, maka di dalam e-book ini, penulis meramu beraneka cerita pendek dan puisi dengan sisi yang berbeda. Cerpen atau puisi yang dihadirkan adalah perwakilan dari apa-apa yang biasa dialami atau dilakukan banyak orang ketika jatuh cinta.

“Buncahan Rasa” sengaja dipilih penulis sebagai judul gabungan cerpen dan puisinya. Tetap pada tema cinta, tetapi lebih “manusiawi” karena memasukkan unsur-unsur tak semuanya indah, karena memang begitu adanya. Pertentangan emosi dan logika, harapan dan kenyataan, kesungguhan dan keragu-raguan, memanusiakan kita mengenal cinta. Dengan satu kesimpulan hanya cinta kepada Sang Maha Pencipta yang paling abadi.

Penulis berusaha menggambarkan fenomena yang biasa muncul tentang kisah seputar tema cinta, tentang komunikasi dua anak manusia, tentang rasa dua anak manusia, tentang kesalahkaprahan yang terkadang muncul di antara dua anak manusia dalam memaknai cinta.

Mungkin cukuplah fragmen-fragmen sederhana dan indah yang dituliskan penulis ini menjadi pembelajaran bagi siapa saja, bahwa cinta yang manusiawi itu, cinta yang hakiki itu hanya akan ada jika kembali kepada cinta Yang Maha Pencipta, sumber segala cinta di dunia ini. Cukuplah kisah-kisah yang dihadirkan menjadi cermin diri agar tidak memuja cinta yang semu, cinta yang menyakitkan diri, cinta yang menjerumuskan, dan segera menggantinya dengan cinta yang lebih hakiki.

Siapa yang memuja cinta manusia, akan selalu terus bertanya, ragu, dan tidak pasti, bahkan sakit hati. Namun jika semuanya kembali kepada-Nya segeralah jalan terang cinta hakiki mengiringi. Keindahan cinta manusia adalah bukan mendapatkannya gratis selalu enak dan nyaman, karena jika begitu maka kita tidak akan menemukan serupa kaki-nini renta yang tetap mesra setelah ditempa kerasnya zaman berkali-kali. Keindahan cinta manusia adalah kebersamaan melewati disharmoni, lalu selalu kembali ke jalan-Nya.

 

Tags: ,