Negeri di Atas Awan

Negeri di Atas Awan

Judul: Negeri di Atas Awan
Penulis: Evyta Ar
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 54 Halaman
Size: 1,7 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Allah Ta’ala memang memiliki cara-Nya sendiri untuk mengingatkan kita, entah itu dari apa yang kita lihat, kita temui, kita alami, atau yang kita coba hindari. Sejatinya pula segala yang terhampar dan terjadi di langit dan bumi adalah ketentuan yang sudah Allah Ta’ala tetapkan, termasuk segala pertemuan dan perpisahan.

Tentu kita tak akan pernah menyangka sebelumnya ketika bertemu seorang pemulung, yang darinya kita belajar menghargai receh demi receh yang sering kita acuhkan. Bisa jadi kita tak menduga akan dipertemukan dengan orang buta, yang darinya kita belajar menghargai mata kita. Hal-hal seperti itu terkadang luput dari pengamatan kita. Padahal bisa jadi dari mereka pula jalan keburukan dan kebaikan menjadi muara pilihan.

Buku elektronik ini adalah satu di antara sekian banyak kumpulan catatan penulis, Evyta Ar, tentang orang-orang luar biasa yang pernah ia temui di setiap kota yang disinggahi. Walau sebentar, walau sekilas, tapi mereka memberi makna besar bagi kehidupan, meski seringkali mereka diacuhkan, bahkan dianggap rendah.

Ketika menyaksikan orang lain yang bernasib tidak seberuntung kita, hendaklah emosi kita terpantik untuk bersimpati dan berempati kepada mereka. Kita juga harus bersyukur bahwa kita yang sering merasa kurang, ternyata masih banyak yang jauh lebih kekurangan dari kita. Sebagai makhluk Allah yang dicipta secara sosial, sudah barang tentu menjadi kewajiban masing-masing kita untuk melibatkan diri dengan penderitaan orang lain. Kita harus membantu mereka semaksimal yang kita mampu, dengan tanpa membedakan latar belakang bangsa, suku, ras dan agama. Itulah konsep syu’uban dan qaba`ilan (bersuku-suku dan berbangsa-bangsa), untuk kemudian ber-ta’aruf (saling mengenal) dan ber-ta’awun (saling bekerja sama).

“Bacalah buku ini sampai tuntas. Anda akan diajak untuk menemukan kembali nurani yang hilang. Cermati setiap cerita yang tersuguh di dalamnya, maka Anda akan tetap hanya berpihak pada fitrah kesejatian diri sebagai manusia.” (Abrar Rifai, penulis novel “Laila”)

 

Tags: ,