Oleh: Risma Purnama

Seorang anak yang mengunjungi ayahnya di penjara,mereka duduk berhadapan. Dari balik jeruji sang ayah menatap dengan dingin anaknya. TaK kersuara tak bergeming. Wajah bengisnya terlihat kaku dan angkuh, tanpa senyum!
“Ayah, kau telah menghancurkan keluarga kita.” kata anak sedih. Sang ayah masih diam, tangannya terkepal.
“Ayah, kau telah membunuh ibu, itu sebabnya kau ada di sini,”. Sang ayah tetap tak bergeming, tak menghiraukan kata kata anaknya.
“Ayah, kau tak pernah menginginkanku.” kata anaknya dengan airmata mulai menetes, tapi ayahnya masih bungkam.
“Ayah kau telah mengambil segalanya dariku, masa depanku, hidupku dan keluargaku!” anaknya berteriak dengan keras.”Tapi aku mengampunimu ayah, aku memaafkanmu.” Anaknya tersungkur dilantai, menangis tak berdaya meluluhkan hati ayahnya yang telah membatu.
Perlahan ayahnya, melepaskan kepalan tangannya. Melihat anaknya yang menangis dan memaafkan segala perbuatannya, Lelaki kejam itu mulai menundukkan kepala, perlahan dari sudut matanya menetes airmata, jatuh ke lantai. Hatinya terenyuh, luluh.Ya..anaknya mengampuninya dan memaafkannya atas segala apa yang telah diperbuatnya. Dari balik jeruji diraihnya tangan anaknya, mereka berpelukan dan menangis. “maafkan ayah nak,” katanya sambil terisak. Pengampunan telah meluluhkan hati sang ayah yang kejam dan bengis itu terhadap anaknya.

 

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,