Oleh: Heri Cahyo

Alhamdulillah, akhirnya – setelah menunggu dengan tabah – kami (saya dan Ugan Abrar Rifai) pada malam minggu –  29  Oktober 2011 bisa bertemu dengan sosok fenomenal di PNBB yaitu Om Akung Krisna – hmmm sesuatu banget deh :))

Dengan driver  Ugan Abrar Rifai yang nyetirnya kayak pembalam rally Paris – Dakkar berhasil melalui menembus lalu lintas menuju kota Malang yang cukup padat  karena akhir pekan, akhirnya kami sampai juga di TKP.

Sempat terjadi sedikit salah komunikasi ketika Om Akung bilang bahwa kami akan ditunggu di Pom Bensin Beji Batu oleh seorang saudaranya- tetapi kami nunggunya di POM bensin Pendem yang jaraknya 2 kilo dari pom bensin yang di maksud, pantas aja meski telpon-telponan dengan penjemput dan nguberk-ngubek seisi POM Bensin penjemputnya tidak kelihatan. Sadarlah saya kalo ternyata salah alamat alias alamat palsu, padahal di mobil BMW rakitan yang kami tumpangi gak nyetel tuh lagunya ayu ting-ting jahe. 🙂 J

Setelah melewati jalan-jalan desa yang berliku-liku (kalo pagi hari nampaknya indah sekali pemandangannya) akhirnya sampai juga di sebuah rumah di daerah Junrejo Batu.  Begitu nyampe di pintu gerbang kami langsung disambut dengan sang  Juragan SOL.

Jujur agak pangling saya, wong di FB fotonya Om Akung  itu langsing lho, kok ini agak gemuk heheheh.

Setelah berpelukan dan berhahahihhi… kami diajak masuk – dan tak lama kemudian SAJEN yang paling ngetop di PNBB akhirnya keluar juga… SIOMAY ONLINE – wauahhhh rasanya benar-benar bikin sakauw…. Asli pengennya ngabisin sak piring-piring dan mangkoknya hihihii – cuman karena yang makan hanya kami berdua kekenyangan juga tuh.

Kami ngobrol macam-macam, mulai buku PNBB yang sudah mau masuk cetak, kegiatan Om Akung dan tentu saja dipoto-poto sama adiknya Om Akung yang ternyata sama-sama juragan, cuman bedanya Mas Ufi juragan kripik buah-buahan khas malang. Nah, kalo kita jerumuskan juga di PNBB maka sajen PNBB tambah lagi neh, lumayan buat nemenin pas belajar di kelas J)

Nah, sampailah saat Om Akung cerita tentang bagaimana beliau memulai bisnis Siomay Onlinenya. Nggak banyak sih, bahkan ada yang sudah kadung mau diomongkan terlewat – yaitu tentang asbabul wurud – alias alasan mengapa beliau bisa nyemplung dibisnis kuliner dan memilih siomay sebagai produk unggulannya. Ya, namanya ngobrol ngalor ngidul, ngetan ngulon, maka yang sebenarnya mau diceritakan gak jadi diceritakan malah cerita yang lain.

Gak papalah, paling tidak ada sebuah pelajaran tentang bagaimana kata-kata bisa menggantikan kekuatan gambar!

Begitulah!

Diawal merintis Sioma Online (SOL) – Om Akung – yang ternyata mantan preman – eh salah wartawan kampus itu, ingin membalik sebuah pernyataan yang sering didoktrinkan ketika masih mengurusi majalah kampus dulu, bahwa:  satu gambar mewakili seribu kata-kata!

Nah, begitulah, bukannya nggak punya dana atau nggak nemu fotographer yang canggih untuk bisa mengambil gambar SOL – bahkan ada seorang temannya yang fotographer canggih mau nawarin untuk membuat beberapa gambar sebagai display produknya, meski sudah ditolak dengan halus temennya masih “ngeyel” menawarkan diri, bahkan ketika Om Akung dengan guyonan mengatakan bahwa nggak kuat bayar fotografer profesional, sang teman dengan rela mau dibayar beberapa porsi SOL. Wah nekad banget si temen itu pikir saya.

Alasan lainnya adalah, Om Akung nggak mau pelanggan kecewa melihat gambar-gambar yang nampaknya lezat tetapi ketika sudah dipesan rasanya jadi tidak sesuai harapan. Begitulah, akhirnya beliau mantap dengan ijtihad-nya buka lapak TANPA FOTO.

Tentu ini tantangan yang luar biasa, apalagi lapaknya bukan lapak konvensional yang setiap pelanggan bisa melihat bentuk dan rupa makanan yang hendak dibeli, tetapi ini lapak virtual di dumay (dunia maya) – dan itu di facebook, dimana seperti kita ketahui umumnya pedagang difacebook mengandalkan foto sebagai promoting tool untuk menggaet pembeli.

Setiap hari melalui status di FB, Om Akung bercerita bahwa dia lagi jualan Siomay dan siapa yang mau pesan bisa mengubunginya…

Hasilnya?

Sangat manjur!  Dalam waktu 3 minggu setelah buka lapak, omzetnya SUDAH 1500 PORSI!

Dari pelanggan yang sudah merasakan dahsyatnya goyangan si SOL ini akhirnya bikin testimoni di dinding FB Om Akung, nah testimoni-testimoni ini oleh Om Akung di skrinsut (screen shoot)  – dan di simpan.

Ada kejadian yang cukup heboh, ketika ada pelanggan yang saking puasnya dengan SOL – maka makanan itu di foto dan diunggah di dinding FB si pelanggan sambil memberikan testimoni. Mengetahui hal ini Om Akung buru-buru meng-inbox si pelanggan dan meminta segera menurunkan itu baliho – eh foto si SOL. Beliau bilang bukan tidak menghargai sang pelanggan tetapi beliau minta dengan sangat, saat itu bukan waktunya untuk nunjukin ”wajah” si SOL. Dan unikknya – ternyata nggak hanya satu pelanggan yang NEKAT ngambil gambar si SOL tetapi ada pelangan lain lagi yang pengen berbagi ”cakepnya si SOL” pada teman-teman FB-nya, dan sekali lagi Om Akung juga melakukan hal yang sama – mem-PM (private message) si empunya gambar.

Dan dahsyatnya – dalam waktu dua bulan omzet Om Akung jualan SOL sudah 3000 Porsi… !

Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pelanggan, Om Akung mulai ingin menampakkan ”wajah asli si SOL” di dindingnya FB-nya, maka beliau menghubungi itu pelanggan yang sudah punya gambar si SOL dan meminta ijin untuk dipampang, tapi dari mereka yang punya foto tadi, hanya sebiji – eh seorang saja yang masih menyimpan foto wajah SOL. Yah, ternyata memang pelanggan ini adalah seorang pecinta kuliner, dan setiap kuliner yang dia sukai dan menjadi favoritnya selalu DIABADIKAN dalam sebuah album di dumay. Dan dari pelanggan inilah Om Akung mulai memajang wajah SOL –

Ya, meski cukup singkat – dan ceritanya terputus-putus karena disambi dengan nikmati SOL dan cerita yang lain, saya dapat sebuah pelajaran yang sangat penting, bahwa memang KATA-KATA BISA MENGALAHKAN GAMBAR.

Dan saya sangat percaya  itu, karena BUKTI sudah SANGAT BANYAK!

Bukankah novel-novel best seller yang terjual jutaan eksemplar macam Heri Puter, juga hanya berupa kata-kata tulisan, begitu juga kasus yang sama dengan Laskar Pemancing, dan Ayat-ayat Ciplukan – adalah laku keras dan dapat penghargaan dimana-mana gara-gara hanya bermain kata-kata.  (Maaf gak boleh nyebut MEREK – kecuali produk anggota PNBB –  kata mas Ustadz Erryk – heheheh)

Ya, si HP, LP dan AAC – baru difilmkan setelah memunyai jutaan pembaca.

Dan yang lucu lagi bahwa ternyata banyak yang kecewa ketika difilmkan!

Kenapa?

Karena TIDAK se-DAHSYAT imajinasi  yang ada dibenak pembacanya!

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,