Oleh: Solih U Din

 

Ijinkan saya ucapkan selamat kepada para pemimpin negeri ini

yang gagal menanamkan sikap terpuji

Justru mintanya dilayani

Bahkan mengedepankan gengsi dan citra diri

Padahal miskin visi dan obsesi

Apalagi berani dibenci

Oleh mereka yang otaknya hanya ambisi duniawi

Karena yang ada dipikirannya adalah kepentingan pribadi dan organisasi

 

Ijinkan saya ucapkan salam hormat

Kepada para kiyai, tokoh agama dan guru bangsa dan ummat

yang GAGAL  mengarahkan agar mau bersikap khidmat

tidak silau dengan dunia yang memang nikmat, namun sesaat dan banyak yang sesat

Karena gagal memberi teladan yang mampu memikat dan memiliki daya rekat

Justru hidup jauh di menara gading yang tak mengakar kuat

Justru hedonisme yang terlihat menyeruak hebat

Hasil mengkapitalisasi ketokohan, jaringan dan pengaruh kuat

Menjadi aset ekonomi yang begitu mudah dan hanya butuh waktu amat singkat

Tanpa perlu banyak keringat

 

Ijinkan saya ucapkan sukses kepada para walikota, dan bupati yang semakin wah

Namun GAGAL membuktikan janji  dan amanah

Justru sibuk mengkalkulasi proyek bansos dan hibah

Sibuknya mensiasati anggaran agar ada celah

Untuk mark-up nilai proyek dan panen rupiah

Alasannya semua sudah lumrah

Tak diikuti justru jadi serba salah

Nggak enak ke anak buah

juga tim sukses yang sudah merasa lelah.

 

Ijinkan saya haturkan sembah sungkem untuk para ortu yang penuh ambisi agar ananda hidup mapan

Agar ananda tak perlu susah cari makan

Maka kalau perlu kasih suapan

Agar lancar saat pendaftaran

Untuk kerja di institusi idaman

Maka anandapun penuh pemakluman

saat dapat uang tambahan

Agar urusan yang melibatkannya lancar dan aman

Karena gaji dan tunjangan

ternyata tak cukup menutupi hasrat dan keinginan

 

Sampaikan salam sayang kepada para istri yang tinggi hasrat konsumsi

yang tahunya dompet harus penuh isi

tak peduli pada rasa galau suami

yang memilih antara permaisuri atau nurani

akhirnya menyerah pada tradisi

mengikuti tren suami yang takut istri

karena khawatir tak dilayani

 

Ijinkan saya beri apresiasi kepada para guru yang penuh dedikasi

Mengajarkan angka dan ilmu pasti

Hingga pelanjut generasi jadi juara di level bergengsi

Tapi tanpa tahu untuk apa angka itu dipakai nanti

Hingga kelak hanya tahu analisis dan metodologi

Tanpa tahu kalau ada yang disalahi

Nilai-nilai Ilahi yang tak disadari

Justru jadi apologi

 

Ijinkan saya untuk menjabat erat para anak negeri

yang tak mau mengerti  dari mana asalnya rezeki

inginnya semua serba difasilitasi

padahal disana ada sesuatu selain angka dan materi

ada nilai moral yang harus diikuti

kemanapun ia pergi

akhirnya saling mengkompori

untuk berpacu meraih gengsi diri

agar diakui saat mudik  idul fitri nanti

 

Ijinkan saya memberi salam takzim untuk para pembuat aturan

Sehingga hukuman untuk penjahat korupsi amatlah ringan

Sehingga tak bikin kecut yang masih amatiran

Karena ada harapan harta jarahan masih tersisa hingga tujuh turunan

Karena bisa dicuci melalui instrumen keuangan

Yang masih terbuka dan memungkinkan

Apalagi kalau memakai jasa konsultan

 

Ijinkan saya menyampaikan rasa salut dan haru

Kepada para senior yang telaten menularkan ilmu

Sehingga yang junior tak perlu merasa ragu

Memulai sesuatu yang tadinya kelu dan ada sejumput rasa malu

Namun di bawah mentor yang sabar dan penuh pengertian ia pun melaju

 

Selamat,  karena dari Anda semua

Telah lahir parade anak bangsa

Yang mahir dengan manipulasi angka dan pandai bersandiwara

Pada usia yang masih belia

Saksikanlah di mana mana

Bertebaran para koruptor muda usia

 

 

Karawang, 9.12.2011, abis jum’atan

*Terinspirasi setelah mendengar istilah baru “Rekening Gendut PNS Muda”… *