Dalam keadaan normal, setiap pria dan wanita bisa mendapatkan dan meraih  atau menggapai orgasme itu. Sekali lagi, dalam keadaan normal. Normal di sini artinya, tidak ada kelainan-kelainan pada organ genitalia (internal maupun eksternal) pun tidak ada hambatan psikis yang membuat ketakorgasmean itu muncul.

 

Dengan struktur internal maupun eksternal yang berbeda, maka memang terdapat perbedaan tipe orgasme antara wanita dan pria. Allah SWT menganugrahi wanita dengan tipe orgasme yang paling banyak, begitu juga dengan kemampuan multiple orgasmicnya, sedangkan pria lebih sedikit tipenya. Mungkin ini dikaitkan dengan posisi pria sebagai pemimpin bagi wanita dalam ajaran agama, sehingga dengan tipe orgasme yang tidak sebanyak wanita diharapkan ia lebih fokus dalam melaksanakan kepemimpinannya terhadap wanita, fisik maupun psikis. Sebaliknya, pada wanita karena “tugas” kerumahtanggaan yang banyak dan juga menjadi ladang pahala baginya, termasuk mengasuh anak, mengelola rumah tangga dan sebagainya, ia diberi “bonus” berbagai tipe orgasme yang bisa diraih sebagian maupun seluruhnya pada saat berhubungan suami istri.

 

Pada wanita, setidaknya terdapat 3 tipe orgasme, yakni vaginal, servikal dan klitoral. Lalu apa perbedaan orgasme vaginal, servikal dan klitoral?

 

Seperti namanya, orgasme vaginal terjadi bila stimulasi fokus dilakukan pada vagina, orgasme servikal terjadi bila stimulasi fokus dilakukan pada area serviks dan orgasme klitoral terjadi bila stimulasi fokus dilakukan pada area klitoris wanita.

 

Apakah stimulasi pada payudara atau puting mempengaruhi orgasme? Bisa ya bisa pula tidak. Dalam beberapa kasus, ada wanita yang tidak merasa nyaman saat pasangannya melakukan stimulasi pada puting ataupun payudaranya. Namun, umumnya hampir semua wanita bisa merasakan dan menikmati sensasi stimulasi pada payudara serta putingnya. Hal yang sama juga terjadi pada kaum pria. Sedangkan besar kecilnya sensasi stimulasi yang dirasakan antara payudara atau puting sebelah kiri dan kanan bisa sama, bisa pula berbeda pada tiap wanita maupun pria.

 

Apakah Latihan Kegel Bisa Memperkuat Orgasme Pada Wanita? Seorang ginekolog di tahun 1940, Arnold Kegel, menemukan suatu teknik bagi wanita yang berfungsi untuk memperkuat otot PC (pubococcygeus). Teknik ini beberapa dekade berikutnya juga diketahui membantu pria untuk bisa mendapatkan orgasme berulang. Otot PC ini pada manusia menghubungkan tulang kemaluan ke tulang ekor. Ia merupakan tempat penyangga bagi organ genitalia internal, saluran kemih, kandung kemih serta rectum sehingga organ-organ tersebut tidak turun atau lemah.

 

 

Kegel juga menemukan alat yang bisa mengukur seberapa kuat otot PC seorang wanita. Alat ini disebut Kegel Perineometer, yang di samping berfungsi untuk mengukur kekuatan otot PC, ia juga bisa digunakan untuk melatih otot PC.

 

Tetapi sebenarnya tanpa alat itu pun ktia bisa melatih otot PC. Tekniknya sangat sederhana, dan bisa dilakukan setiap waktu, kapan saja, di mana saja. Pernahkah Anda merasa sangat ingin (kebelet) buang air kecil? Pada saat belum menemukan tempat peturasan, yang kita lakukan adalah menahannya bukan? Ketika kita menahan agar urin tersebut tidak keluar, otot yang bekerja adalah otot PC. Dengan melakukan latihan (seolah) menahan dan melepaskan urin (sekalipun waktu itu tidak ingin buang air kecil) secara rutin, dan berupaya meningkatkan “kekuatan” daya tahan dari waktu ke waktu, maka kekuatan otot PC akan semakin tinggi. Penelitian juga menemukan bahwa ada korelasi yang tinggi antara otot PC yang kuat dengan respon orgasme.

 

Sebelum dan selama orgasme, pada wanita secara alamiah akan menghasilkan 2 bentuk umum cairan dari vagina. Pertama pelumas vaginal, berupa cairan bening namun bukan dikeluarkan dari kelenjar (namun ada kelenjar yang berperan untuk itu), tetapi berasal dari pembuluh darah yang mengalir perlahan dan akhirnya membasahi bagian dalam vagina. Di sini kita juga perlu mensyukuri dan melihat betapa Mahanya Sang Maha. Coba bayangkan seandainya kedua tangan disilangkan, kemudian digosokkan satu dengan lainnya secara cepat dan kuat, apa yang dirasakan? Panas dan sakit bukan? Betapa tersiksanya seorang wanita merasakan sakit, bila hubungan seksual dilakukan manakala vaginanya belum cukup tercairi. Cairan yang kedua adalah yang disebut dengan cairan ejakulasi wanita. Cairan ini keluar dari saluran kemih, namun bukan berupa kemih. Dahulu ejakulasi pada wanita masih merupakan hal yang kontroversial. Tentang hal ini akan dibahas dalam tulisan tersendiri.

 

Posisi tubuh saat melakukan hubungan seksual juga mempengaruhi orgasme, sebab pada wanita posisi tubuh yang kurang sesuai tidak akan mampu untuk menstimulasi sebagian atau seluruh tipe orgasme di atas yakni klitoral, vaginal dan servikal.

 

Kadang sering juga kita membaca tentang orang yang memasalahkan ukuran besar dan panjang alat vital. Apakah ukuran besar dan panjang alat vital (dalam hal ini penis) mempengaruhi orgasme pada wanita? Sebenarnya tidak, sekalipun ada penelitian yang menemukan bahwa wanita menginginkan ukuran (diameter) yang besar. Dengan ukuran yang “umum” 10 – 15 cm saat ereksi, sebetulnya sudah mencukupi, di samping itu, suatu vagina didesain untuk lentur bukan? Tampaknya besar dan panjangnya penis merupakan suatu bunga fantasi seperti juga bagi sebagian pria yang “menerjemahkan” besar kecilnya payudara seorang wanita.

 

Apakah pria bisa ejakulasi tanpa orgasme atau orgasme tanpa ejakulasi? Jawabannya bisa. Di sisi lain, ada kondisi di mana pria tidak bisa orgasme dan juga tidak bisa ejakulasi. Misalnya pada posisi setelah dilakukan operasi kelenjar prostat, kasus-kasus psikologis dan sebagainya. Contoh lain, ejakulasi dini/ ejakulasi prematur, dimana belum cukup terjadi stimulasi penis secara fisik. Sebaliknya, bisa pula terjadi penundaan ejakulasi, namun mendapatkan orgasme berulang, serta “melepas” ejakulasi pada saat ia merasa siap untuk itu. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan, misalnya melakukan apa yang disebut dengan tantric sex. Tantric sex ini antara lain melatih kemampuan seksualitas dengan teknik pernafasan, melatih aliran “chi” dalam tubuh dan sebagainya.

 

Cairan apa yang keluar dari penis sebelum ejakulasi? Cairan ini dalam agama sering disebut dengan mazi. Cairan ini secara alamiah akan keluar apabila seorang pria terstimulasi. Cairan ini terpicu oleh kelenjar Cowper dan tidak mengandung sperma. Cairan ini berfungsi juga untuk membantu pelumasan penis saat hubungan seksual terjadi.

 

Yogyakarta, 3 April 2012

 

Tags: ,