Rumah Akasia

Rumah Akasia
Rumah Akasia

Judul: Rumah Akasia
Penulis: Onie Daulat
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 60 Halaman
Size: 1,84 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

“Ada orang yang hanya ingin menyimpan sendiri pengalaman hidupnya. Di sebagian lain, tidak sedikit pula orang yang ingin membagi pengalaman pribadinya kepada orang lain. Masing-masing mempunyai alasan sendiri-sendiri.

Onie Daulat, si penulis buku elektronik ini, telah memilih untuk membagikan pengalamannya kepada orang lain. Di samping sebagai sarana penggelontoran minat menulisnya yang menggebu, tulisan-tulisan tersebut juga menguntai cerita, pengalaman serta paduan hidupnya melingkungi hutan akasia. Ya, Onie memang “tinggal” di hutan akasia yang terletak pada suatu daerah di Dumai, Riau, bersama suaminya yang bekerja di perusahaan berbasis akasia sebagai bahan bakunya.

Rumah Akasia, sebagaimana ia memberjuduli buku elektronik ini, berisikan sekumpulan tulisan berupa prosa dan puisi yang ditulisnya di sela-sela perjalanan kehidupannya di hutan akasia, berinteraksi dengan masyarakat, dengan alam, bahkan dengan kesenyapan yang ditingkahi bunyi-bunyian malam.

Setiap cerita tentu meninggalkan bekas, setiap cerita pun meninggalkan tawa atau kesedihan. Jumputan hikmah pastilah selalu bisa kita petik dari berbagai tulisan termasuk puisi yang tersaji di buku elektronik ini, setidaknya kita bisa ikut merasakan kesedihan, tersenyum, apalagi kebahagiaan saat Onie mengungkapnya dalam rangkaian huruf dan untaian kata serta kalimatnya.

Rumah Akasia berupa buku elektronik ini tak pelak patut kita apresiasi baik bentuk-bentuk tulisannya, terutama keberanian dan tekad Onie dalam mengumpulkan tulisan-tulisannya dan menerbitkan dalam bentuk buku elektronik yang memungkinkan dibaca oleh semua orang dari berbagai belahan dunia.”

(Pengantar oleh Hazil Aulia)

***

Rumah Akasia (Dalam Sebuah Penantian) adalah kumpulan cerita sehari-hari yang dialami penulis bersama suaminya di bumi Riau. Ada cuplikan ketika ia menikmati hujan hutan akasia, ada kilas balik ketika saya merasa kembali ke masa lalu, ada saat saya merasa kembali menjadi anak-anak, ada melankolis yang bercerita, ada sanguinis yang bersorak-sorai. Ada banyak hal dalam 20 kisah ini. Semuanya adalah proses akan sebuah penantian.

Mystupidtheory

Mystupidtheory
Mystupidtheory

Judul: Mystupidtheory
Penulis: Mahfuzh TnT
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 64 Halaman
Size: 1,42 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Ceritanya Aco lagi peskil di sekolah. Pas waktunya istirahat,
Bu guru: Aco! Mau ngapain kamu?
Aco: Mau tidur siang, Bu guru.
Bu guru: Kok bawa kolak sama es campur?
Aco: Ga, Bu guru. Ini buat persiapan aja.
Bu guru: Ohh… persiapan buka puasa ya?
Aco: Bukan, Bu.
Bu guru: Lho? Jadi buat apa, Co?
Aco: Buat persiapan kalau-kalau pas bangun tidur saya lupa kalau lagi puasa
Bu guru: S*MPRUL!

***

Percakapan di atas adalah salah satu kisah si Aco dalam theorema V Mystupidtheory. Mahfuzh TnT, penulis yang menulis e-book ini, bukanlah seorang yang bisa melucu, namun ia bertekad untuk menuliskan teori-teorinya sendiri menjadi sebuah karya.

“Ini tentang kekeliruan, kesalahpahaman dan teori-teori bodoh yang berkembang di kepala saya,” ujar penulis. Mungkin itulah mengapa buku ini ia beri judul “Mystupidtheory”. Mystupidtheory ia ciptakan karena ia bosan menuliskan teori-teori ilmiah yang ada di buku kuliah. Dengan adanya buku ini, penulis mengajak pembaca untuk menciptakan teori mereka sendiri.

E-book ini dipenuhi oleh teori-teori lucu dan gokil yang sebenarnya sering terjadi di keseharian kita. Pembaca akan diajak tertawa, paling tidak senyum-senyum sendiri, saat membaca e-book ini. Bahasanya ringan, renyah, dan tentunya akan membuat pikiran kita kembali fresh saat berada di tengah-tengah aktivitas yang padat atau ketika penat melanda. Semoga e-book ini bisa mengajak Anda untuk tersenyum kembali. Mystupidtheory diperuntukkan bagi para penggemar humor atau yang butuh refreshing.

Jejak Perjalanan

Jejak Perjalanan
Jejak Perjalanan

Judul: Jejak Perjalanan
Penulis: Ratu Marfuah
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 57 Halaman
Size: 1,37 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Kehidupan terus-menerus berjalan tanpa henti, hingga sampai suatu hari nanti, saat tak lagi bisa berjalan, saat dihentikan. Perjalanan hidup ini ditapaki selangkah demi selangkah. Setiap pijakan langkah, tentunya menghasilkan jejak-jejak yang akan bisa diketahui jika kedua mata mau ditundukkan, atau justru dipejamkan.

Perjalanan kita memang tak sama, dan tak akan pernah sama. Karena ketakserupaan itulah, perjalanan terasa sangat berharga dan bernilai. Ada pelajaran, hikmah, ataupun nasihat yang bisa dipetik dari setiap perjalanannya. Menuliskan ‘kandungan’ sebuah perjalanan adalah hal yang berguna baik bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain. Dengan membaca perjalanan orang lain, mungkin saja ada bagian yang bisa diterapkan di perjalanan kita. Walaupun perjalanan kita tak sama, namun tujuan akhir perjalanan kita adalah sama, dan bisa saja kita justru melewati halte-halte yang sama. Kemungkinan itu selalu ada.

“Janganlah berpikir tentang ketidakmampuan, walaupun sebenarnya kamu tak mampu. Tapi berpikirlah tentang kemampuan, pasti kamu akan bisa berjalan mampu di atas ketidakmampuan” (halaman 9)

Berangkat dari semua itu, penulis Ratu Marfuah kembali menjejakkan jejak-jejak perjalanan dalam larik-larik kalimat sederhana di e-book ketiganya ini. Jejak-jejak perjalanan yang akan senantiasa teringat, sebab itulah halte-halte yang telah ia lalui. Halte-halte yang menandakan perjalanan yang telah ia tempuh, dan halte-halte yang akan menjadi penghubung dengan halte-halte yang akan ia jalani selanjutnya. Hingga nanti, hingga halte terakhir. Dan selanjutnya, ia akan melanjutkan perjalanan di dimensi yang berbeda. Begitulah penuturannya.

E-Book “Jejak Perjalanan” ini berisi 12 esai penuh hikmah berdasarkan apa yang dialami penulis. Pembaca akan menemukan hal-hal luar biasa dan inspiratif dari tulisannya. Analisanya yang mendalam terhadap sesuatu membuat e-book ini terasa detail dan membekas, terlebih penulis menyajikan berbagai kutipan penting yang bisa dengan mudah diingat oleh pembaca.

Cerita SKI-ku

Cerita SKI-ku
Cerita SKI-ku

Judul: Cerita SKI-ku
Penulis: Alumni SMAN 1 Grogol
Penyunting: Lenny Andriani, S.Pd dan M. Misbakhul Munir
Penata Aksara: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 65 Halaman
Size: 1,5 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Seperti kata Chrisye, “Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah,” seperti itu pula masa SMA. Ada banyak sekali kenangan suka dan duka yang kita alami saat masih mengenakan seragam putih abu-abu. Tapi, baik suka maupun duka itu akan menjadi indah setelah masa itu terlewat, dan ternyata amat mengasyikkan untuk mengenang dan menceritakannya kembali.

Salah satu hal yang bisa menciptakan kenangan indah itu adalah dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang ada di SMA, seperti rohis (kerohanian Islam) misalnya, yang di dalam e-book ini disebut juga SKI (Studi Kerohanian Islam). Lewat kegiatan keagamaan, kenangan suka dan duka bersama teman-teman yang pernah aktif di SKI ternyata dapat dikisahkan kembali dan terangkum di dalam e-book CERITA SKI-KU ini.

E-book ini berisi celoteh para alumni SKI SMAN 1 Grogol Kediri tentang kesan-kesan dan pengalaman mereka semasa aktif di SKI. Ada yang tadinya pendiam, sekarang jadi pintar ngomong di depan umum. Ada yang tadinya belum menutup aurat, kini jadi menutup aurat. Beragam pengalaman disuguhkan oleh alumni SKI ini dengan harapan agar bisa menjadi pengantar menuju hidayah dan motivasi tersendiri bagi pembacanya.

E-book ini juga hadir sebagai counterback atas maraknya fitnah media yang ditujukan kepada rohis beberapa waktu lalu. Teman-teman yang berkisah di dalam e-book ini ingin menunjukkan bahwa rohis bukanlah sarang teroris, justru sebaliknya, rohis adalah wadah positif yang sangat membantu siswa dalam membentuk moral dan menggali ilmu lebih banyak, sehingga menjadi siswa berprestasi dan juga sholeh.

E-book ini patut dibaca oleh setiap generasi muda muslim guna menambah khasanah wawasan dan menangkal upaya-upaya peredaran buku-buku serta e-book yang tidak sesuai dengan adat ketimuran dan bertentangan dengan norma-norma agama Islam.

Yang Tertinggal

Yang Tertinggal
Yang Tertinggal

Judul: Yang Tertinggal
Penulis: Reyhan M Abdurrohman
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 49 Halaman
Size: 1,3 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

“Semua berubah, Arif yang bangun pagi selalu olahraga, atau melakukan kegiatan apapun sebelum mandi dan berangkat sekolah, kini bukan lagi udara segar yang ia hirup, tidak pula cahaya matahari yang ia rasakan, tidak ada pekerjaan yang ia lakukan, tapi hanya duduk melotot pada layar laptop untuk facebook-an.”

Paragraf di atas adalah salah satu nukilan dari cerpen berjudul “Agustin Imoet”, berkisah tentang seorang remaja cowok bernama Arif yang tergila-gila pada seorang cewek cantik di Facebook. Sayangnya, apa yang diimpikannya tidak sesuai dengan kenyataan. Ia harus kecewa setelah tahu bahwa cewek yang dia suka ternyata tidak seperti yang terlihat. Apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka?

E-book ini berisi enam cerita pendek karya Reyhan M Abdurrohman. Cerpen-cerpen yang ada di dalam e-book ini berkisar tentang kehidupan remaja dan realitanya saat ini. Booming-nya situs jejaring sosial, kontroversi UAN, persahabatan, sampai cinta tak lepas dari kehidupan sehari-hari remaja, yang jika tidak diarahkan dengan baik akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan moralnya.

Cerpen-cerpen ini hadir untuk menampilkan sisi kehidupan remaja dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka, bahwa di atas semuanya, pendidikan dan persahabatan jauh lebih penting daripada cinta dan bayang semu. Reyhan meramu cerpen ini dengan berbagai sudut pandang, ada orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga.

Semoga dengan hadirnya e-book ini, para remaja dan lingkungannya jadi mengetahui lika-liku remaja saat ini untuk diambil hikmahnya. Juga agar mereka lebih mawas diri dalam bersikap, tidak mudah tertipu dengan semunya dunia maya, juga tidak mudah tergerus oleh cinta-cinta semu ketika seragam putih abu-abu masih melekat, sebab hidup kita masih panjang, masih jauh lebih banyak hal dan ilmu bermanfaat yang bisa dilakukan untuk meraih masa depan.