Oleh: Nur Muhammadian

Ada ilmu yang bisa dikuasai dengan hanya memperhatikan, atau membaca, atau mendengar. Tapi ada, bahkan banyak, ilmu yang bisa dikuasai harus dengan cara melakukan atau berlatih. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi verbal, berbicara.

Saya dulu sangat lemah dalam kecerdasan linguistic atau kemampuan komunikasi verbal. Bahkan sebelum TK saya gagap, seperti acting Aziz Gagap di OVJ. Kesembuhan saya dari gagap dengan berlatih terus setiap saat dibantu orang tua dan seluruh saudara. Sejak SMP saya bertekad meningkatkan kemampuan saya dalam berbicara dan percaya diri berbicara di depan umum. Saya lakukan latihan secara serius dan memberanikan diri tampil berbicara di depan setiap ada kesempatan.

Berdasarkan pengalaman itu, saya bertekad untuk melatih kecerdasan linguistic anak-anak saya sejak usia nol tahun. Saya percaya tentang kecerdasan yang dimiliki sejak lahir, yang merupakan anugerah dari Tuhan. Tapi saya juga yakin bahwa semua kecerdasan bisa diasah dan dilatih.

Saya sudah sering ngobrol dengan anak-anak saya sejak mereka masih dalam rahim. Setiap kejadian yang indah saya ceritakan ke mereka. Setiap kali bertemu saya menyapa mereka. Saya tekan perut ibunya sambil berkata “Ini tekan anakku”, saya tepuk dan saya usap dengan mengatakan apa yang saya lakukan. Saya lantunkan ayat-ayat suci di dekat perut ibunya.

Begitu mereka lahir saya semakin sering mengajak ngobrol. Saya anggap mereka sudah bisa menangkap apa yang saya bicarakan, dan memang itulah yang terjadi. Otak mereka sudah bisa menangkap dan menyimpan informasi. Meskipun belum bisa menjawab, saya yakin mereka mendengar dan mengingat apa yang saya katakan. Setiap malam saya bacakan cerita-cerita dari buku. Untuk anak sulung , ritual membacakan buku kami lakukan sampai dia bisa membaca sendiri. Alhamdulillah karena selalu dibacakan buku, minat baca anak sulung saya jadi sangat tinggi.

Begitu mereka mulai bersekolah, isi pembicaraan saya tingkatkan kualitasnya. Saat ini anak saya yang sulung sudah SMP dan yang bungsu sekolah di playgroup. Saat anak saya yang sulung masih SD guru-gurunya mengatakan bahwa kemampuan komunikasi verbal anak saya lebih tinggi dari teman-temannya. Dia sering mewakili sekolahnya mengikuti lomba-lomba pidato, bercerita dan sejenisnya. Begitu pula dengan adiknya, memiliki kemampuan komunikasi verbal yang lebih tinggi dari teman-temannya. Kosa kata dan kemampuan merangkai kata sudah setara dengan anak-anak yang usianya beberapa tahun lebih tua darinya.

Kami , saya dan istri, tidak ingin anak kami jadi hebat, terkenal atau juara. Kami hanya ingin membekali mereka dengan kemampuan yang bisa membuat mereka lebih mudah menghadapi kehidupan, lebih bermanfaat untuk membantu sesama, sehingga jadi lebih bahagia. Kemampuan yang tidak bisa didapat dengan sekedar baca buku. Tidak cukup dengan hanya mendengarkan dan memperhatikan guru. Tapi harus dilatih, praktik langsung sejak dini.

Bila ingin pandai bicara, bicaralah…Bila ingin melatih anak bicara, ajaklah bicara…Sedini mungkin. Tidak ada cara lain.

Hidup efektif dan bahagia…Monggo…