Oleh: Siska Ferdiani

Bagus sekali, dari pagi sampai gini hari ada aja yang bikin jantungku kebat-kebit. Dan semuanya disempurnakan oleh notification dari komunitas menulis yang ujug-ujug nyolek-nyolek aku sambil berseru dengan nyaring,”KUMPULIN PRNYAAA…”

Tak tau kah mereka, udah dua tahun aku tak pernah lagi menulis -lessonplan dan worksheet ga masuk dalam tulisan yang dimaksud kan :D- cerita lagi. Jemariku sudah kaku, otak menulisku sudah tumpul, kemampuanku mengolah kata-kata sudah tak mumpuni. Tak sanggup aku menulis panjang kali lebar kali tinggi walaupun itu hanya 300 kata.

Tapi salahku sendiri ya, tak ada yang memaksaku mengikuti komunitas itu. Aku ikut dengan kesadaranku sendiri, tak ada yang mengundang, tak ada yang menjemput –emangnya jelangkung :D- untuk bergabung disana. Ini hanya semata-mata ingin ‘mengenang’ bahwa dulu aku pernah menulis, punya beberapa blog, dan masih menyisakan sedikit api ambisi untuk menjadi penulis yang layak dan diakui. Tapi selama ini tak ada lagi yang sanggup mengobarkan api itu kembali, tak juga permintaan dari kawan-kawan yang –katanya- kangen dengan tulisan-tulisanku. Hingga colekan itu datang …

Rasanya … seperti ada sesuatu yang membangunkanku, dan jemariku yang kaku terantuk-antuk mengetikkan kata demi kata kembali. Semuanya terjadi begitu saja, aku merasa terpanggil, tertantang untuk segera melakukannya –menulis- lagi, lalu mengalirlah kata-kata itu hingga tergenapi 400 kata, ternyata aku masih bisa, api itu kembali bergolak, dia menyala dan hidup –lebaynya :P-

Ku pikir sampai disini, komunitas ini cocok untukku. Walaupun pada awalnya lumayan syok dengan cara uniknya yang tak biasa, tapi aku merasa bukan orang asing disini, semuanya ‘merangkul’ku hangat, hingga rasanya sungkan dan maluku kabur entah kemana. Konsep komunitas yang mengadopsi pembelajaran dikelas itu menarik, pembelajarannya variatif, dengan hubungan murid-guru yang lucu, hubungan antar murid yang asyik, system absensi ‘colekan’ yang memastikan setiap peserta tak ‘tidur’ dikelas itu bagus dan adanya PR menulis juga cukup menantang. Akhirnya , setelah sekian lama, aku Pede juga menulis lagi dan merelakannya di nikmati khayalak ramai. Jikalau banyak murid-murid calon penulis yang merasa ‘tersesat’ di luar sana, bingung, hilang arah, merasa sendiri, ku rasa disini tak akan ada yang merasa demikian, karena dikomunitas ini semuanya perduli dan mau berbagi.