Oleh: Haidi Yan

Teringat sebuah prasasti Yupa, peninggalan sejarah Kerajaan Kutai, sekitar abad 4 atau sekitar tahun 400 M. Andai saja tidak ada tulisan di batu tersebut, mungkin tidak pernah terungkap adanya sebuah kerjaan tertua di Indonesia. Ini me-motivasi saya untuk belajar menulis, betapa pentingnya sebuah tulisan dalam sejarah.

Berikutnya tentang penyimpanan, tentunya buku media yang telah lama dikenal dan sekarang tersedia media lain melalui FB, blogspot, wordpress, klikot, tumblr dan berbagai media lainnya, baik yang berbayar maupun gratisan. Selain dapat menyimpan, tulisan juga bisa dikunjungi oleh orang lain, walaupun hanya sekedar orang tersesat ke media penyimpanan yang kita kelola.

Kawasan seperti tempat ku berada sekarang (Sangatta-Kab.Kutai Timur-Prov.Kaltim) dunia tulis menulis sangat jauh tertinggal, itu penilaianku, betapa tidak, orang lebih sibuk dengan pekerjaan dipertambangan batu bara, perkebunan dan sangat sedikit sekali orang yang memberikan perhatian pada tulis menulis, atau bisa saja ku katakan, pendidikan umum saja masih jauh tertinggal, apalagi terkait dengan tulis menulis.

Sangat berat bila harus memikul beban seorang diri, membangkitkan semangat orang untuk memberi perhatian pada dunia tulisan, mengajak sekian ratus atau ribu orang agar memahami betapa pentingnya sebuah tulisan, sungguh aku tak kuasa memikul itu semua, memikirkan saja belum sanggup.

Tentu akan lebih mudah jika dijalankan bersama dalam suatu komunitas, yang pasti bisa bertukar pendapat, saling mengisi kekurangan, bisa mengoreksi berbagai kekurangan tulisan yang dihasilkan, bahkan informasi seputar dunia penulisan terbaru akan lebih mudah diperoleh melalui komunitas.

Melalui PNBB inilah tumpuan harapan untuk dapat saling berbagi dan bertukar informasi dalam dunia tulis menulis dan semoga dengan langkah awal ini, nantinya juga menjadi pematik api semangat menulis.

Kelilipan yang selama ini membuat mata tidak jelas melihat, akan terus dihilangkan terutama disekitar tempat ku berada, bahwa : “Orang Kalimantan Timur lebih dahulu mengenal tulisan, mengapa kita tertinggal dalam tulis menulis?” [Haidi : 02.12.2011]