Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kepada Pak SBY yang Terhormat dan Tersayang,

Ketika buku ini sudah terbit saya tidak tahu apakah anda akan membaca buku ini dan membaca surat ku atau tidak. Mungkin saat anda mendengar buku ini terbit ada beberapa respon yang akan muncul. Yang pertama mungkin anda tidak ingin membaca buku ini karena takut berisi kritikan dan berisi keinginan rakyat yang selalu meminta haknya. Dan kemungkinan kedua, ketika anda mendengar buku ini telah terbit anda akan membaca buku ini karena anda peduli pada apa yang ingin kami katakan. Dan jika anda sedang membaca buku ini sekarang aku mengucapkan beribu-ribu ungkapan terima kasih. Karena telah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan kami. Domo Arigatou Gozaimasu.

Pak SBY yang Terhormat, Aku tidak akan menuliskan seperti tulisan-tulisan lainnya seperti yang ada di koran, atau tulisan-tulisan saat demo. Aku tidak akan menuliskan tentang keinginan para rakyat untuk disejahterakan. Aku juga tidak akan menuliskan sesuatu untuk meminta anda agar turut membantu Palestina. Saudara kita seiman yang sedang butuh pertolongan. Aku takut jika aku menuliskan itu semua anda sudah terlalu bosan untuk mengetahuinya. Sedangkan untuk memberikan solusinya entah apakah anda bisa. Tapi dengan kekuasaan anda sebagai presiden aku yakin anda pasti bisa. Tapi karena aku juga pernah menjadi seorang pemimpin walaupun hanya memimpin hal kecil. Aku juga jadi ikut merasakan yang mungkin sedang anda rasakan sekarang yaitu ternyata memimpin itu susah. Terlebih memimpin begitu banyak rakyat yang setiap orang memiliki perbedaan persepsi. Aku maklum pasti akan sulit sekali. Jadi,aku akan bererita tentang hal lain saja. Tentang masalah pribadiku. Terserah anda apakah anda akan membaca buku ini atau tidak. Atau akan memberikan solusi atau tidak. Aku akan tetap menuliskannya. Anggap saja anda sedang membaca sebuah buku diary seseorang.

Dear pak SBY. Saat ini aku ingin menuliskan sebuah buku. Tapi sayang sekali tulisan itu belum rampung. Setiap aku menuliskan sesuatu maka muncul lagi ide lain. Mereka terus berdesak-desakan meminta agar aku menuliskan apa yang sedang kupikirkan. Bahkan terkadang aku jadi bingung mau menuliskan ide itu di bagian mana. Ide itu terus muncul, sampai-sampai aku beranggapan semua ini tidak akan selesai pada tanggal 30 September 2011. Belum lagi aku harus mengeditnya. Ini semua terlihat begitu mustahil. Belum lagi ada halangan lain. Aku sudah mulai kuliah. Tempat kuliahku begitu jauh. Sampai rumah rasanya aku begitu mengantuk. Sampai-sampai ketika aku melihat laptop nganggur aku memalingkan wajah. Aku terlalu pusing untuk menatap tulisanku yang acak-acakan belum diedit itu. Padahal biasanya. Sewaktu aku liburan kemarin, saat aku belum masuk kuliah. Aku sampai perebutan dengan mas Io kaka ku.

Tapi di saat sabtu dan minggu ini. Di saat libur ini aku melanjutkan tulisanku. Berusaha mengeluarkan semua ingatanku. Kesempatan awalku untuk menerbitkan tulisanku adalah dengan ikut acara Book your Blog. Tapi deadline nya semakin dekat. Aku semakin menyadari jika deadline disingkat menjadi 2 kata akan menjadi DL dan singkatan lain dari DL adalah Derita Loe. Haha,,, begitu sangat berhubungan. Jadi, kalaupun waktunya tidak keburu. Mungkin masih ada kesempatan lain. Misal harus bayar Rp. 500. 000,00- ke penerbit indie. Atau mungkin aku harus ngeprint tulisanku dan mengirimkan ke penerbit lain berharap semoga diterima.

Yeah itu adalah sebagian solusinya. Semoga semuanya baik-baik saja. Karena aku tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi nanti kecuali jika waktu telah berputar dan menuju saat itu.

 

Tags: ,