Oleh Nur Muhammadian di PNBB – Proyek Nulis Buku Bareng

durian

durian

sangat menggemari durian. Saat masih muda, saat tidak perlu membatasi makan durian, saya bisa menghabiskan minimal lima buah (bukan butir) sekali makan. Dan ALHAMDULILLAH saya tidak pernah mabuk durian. Karena itu saya sangat heran bila ada orang yang tidak suka bahkan phobia durian.

 

Di depan saya duduk seorang pemuda, seorang bapak muda, yang ingin disembuhkan dari phobia durian. Jangankan makan, melihat durian dari kejauhan saja dia sudah mual dan pusing. Padahal istri dan anaknya suka makan durian. Setiap kali istrinya membeli durian dan dibawa pulang ke rumah, harus segera dimakan sampai habis, sementara dia tidak akan pulang dan masuk rumah sampai duriannya habis dan kulitnya dibuang jauh-jauh. Dia ingin sembuh agar bisa mendampingi, merasakan kebahagiaan istri dan anaknya saat makan durian, meskipun tidak ikut makan.

 

Untuk proses therapy saya membutuhkan durian, selain untuk proses penyembuhannya juga saya saat itu ingin makan durian, dan teman-temannya client bersedia mencarikan. Baru saja durian sampai di pintu ruangan, si client sudah muntah-muntah. Saya member aba-aba kepada pembawa durian untuk berhenti di tempatnya, tidak bergerak mendekat. Kemudian saya tuntun client melakukan set up “Ya ALLOH meskipun saya merasa mual, pusing dan muntah bila melihat dan mencium bau durian, saya ikhlas. Saya serahkan, saya pasrahkan segala urusan hilangnya mual, pusing dan muntah bila melihat dan mencium bau durian kepadaMU”. Kemudian saya minta dia memandang durian di kejauhan agar bisa tune in. Saat dia menahan mualnya saya tapping dua putaran. Mualnya berkurang. Saya minta durian dibawa sedikit mendekat, sang client muntah lagi, saya tapping lagi satu putaran singkat. Begitu seterusnya sampai durian ada di hadapannya. Setiap kali muntah saya minta client minum air putih untuk meredakan mualnya.

 

Saya minta durian dibelah, client langsung muntah. Saya tapping dua putaran singkat. Client masih mual. Saya tapping lagi, sampai empat putaran singkat, sudah sangat berkurang mualnya.

Saya dia mendekatkan durian yang sudah terbelah itu ke hidungnya, dia langsung muntah lagi. Setiap dua putaran singkat saya minta dia mendekatkan durian ke hidungnya dan menciumnya. Sampai empat kali dua putaran dia masih merasa mual dan mau muntah.

Saya kasihan melihatnya sudah mulai lemas.

“Bagaimana mas dilanjutkan?”

”Lanjutkan saja pak, saya ingin sembuh”

Saya tambah dua putaran tapping lagi dan saya minta dia mencium durian.

“Lho pak…Kok baunya berubah…!”

“Berubah bagaimana…?”

“Baunya berubah jadi bau sirsak pak…!”

“Gak mual lagi?”

“Enggak pak…Wong baunya kayak sirsak gini…”

Kami seisi ruangan tertawa riuh mendengarnya.

Saya minta dia mencicipi sedikit durian itu, dia langsung muntah.

“Mas…Set upnya tadi hanya menyembuhkan mual bila melihat dan mencium durian. Apa kita teruskan sekarang untuk menghilangkan mual bila memakan durian?”

“Nggak dulu pak…Yang penting saya sekarang bisa menemani anak istri saya, meskipun tidak ikut makan”

**********

Gambar diambil dari sini

 

Tags: , , , , , , ,