[QOTD] Heri Cahyo # 1

BUKAN berapa banyak ilmu yang kita punya… asal kita mau menuliskan… insyaAllah LEBIH BERMANFAAT — ayooo menulis!! (Heri Cahyo)

[Mengatasi Hambatan Menulis] Menulislah!

Oleh: Citra Dewi

Sebagai pemula dalam bidang ini saya masih sering terjebak dengan berbagai Raja dan Ratu alasan yang sangat terkenal diantaranya: tidak ada ide,tidak trampil, suka menunda, tidak ada waktu , capek dan sebagainya dan sebagainya.

Dilain pihak dengan semakin sering membaca tulisan tulisan sahabat di PNBB, sayapun semakin termotivasi dan segera mengeliminasi negatif thingking yang ada dibenak karena ada tuntutan jiwa yang kuat bergejolak mendorong untuk segera in action dalam menulis dan tidak hanya berandai andai dalam angan. Pada puncaknya saya memilih untuk ´memaksa diri´ dengan segera menulis, menuangkan ide yang ada dipikiran. Apa saja yang ingin di tulis segera dituliskan baik di agenda, HP, dan sesudah itu baru diedit, ditampilkan atau disimpan.

Dan alasan yang terpenting mengapa saya menulis adalah karena menulis buat saya adalah suatu refleksi jiwa. Suatu ungkapan dari pemikiran, pengalaman, perasaan dari suara jiwa yang ditampilkan. Jiwa yang penuh dengan dengan getar getar dari dua sisi kehidupan ini. Ada positivisme, kegalauan, tanda tanya dan pertarungan antara rasa dan asa.

Dengan menulis tekanan yang ada mengalir keluar bagaikan air bah dengan derasnya sehingga setelah menulis ada rasa lega yang luar biasa. Ada kepuasan batin. Menulis ternyata suatu terapi yang murah meriah yang hasilnya sangat effektif. Menulis adalah berpikir, merasakan, dan mengungkapkan. Ketiga kombinasi ini menyatakaan bahwa jiwa mempunyai smaak atau cita rasa.
Mari bersama menjemput, memburu, menangkap, merenggut, menyedok ide serta membagikannya. Selamat menulis!

[Tips Menulis] Beberapa Rumus Menulis

Oleh: Haris A Djauhari

rumus #1: TULIS APA YANG KAMU DIKERJAKAN, KERJAKAN APA YANG KAMU TULIS

 

Disebuah kelas yang riuh ramai para murid dengan berbagai kelakuannya ketika guru belum hadir. Ada yang ngejahilin temannya, ada beberapa murid cewek yang sedang asyik ngegosipin betapa gantengnya David Beckham, ada yang berusaha mengindonesiakan nama mantan pemain top Manchester United yang sekarang main bola di Amerika LA Galaxi.

“cocoknya sih namanya Daud Yusuf Bekam!”.

“yah ! itu sih emang nama benerannya cing!!” klo aku suka panggil dia pisang ambon, kan tendangan mautnya itu macem banana pisang kitu!!”.

Sedang disudut belakang sepasang siswa penggemar siomay berat berdebat sengit enak enakan siomay mana buat acara malming mereka.

“say, kita makan siomay nya bang Doel saja ya di perapatan pasar inpres, gue demen ma rasanya dan porsinya nendang banget!!”

“males lah cyn, gue pengin kita nongkrong saja dirumah sambil pesen siomay saja, denger denger ada siomay onlen yang lagi heboh tuh di FB! kata sohib gue sih rasanya ‘sesuatu bangets’ deh gitu…jadi penasaran pengin order juga..”

“hooeyyy… ada yang minat ikutan bike to school minggu depan gak ? gwe ada sepeda nganggur neh!!! si jambul maniac down hill berorasi di depan kelas.. “aku mau!” separoh kelaspun seperti koor paduan suara tanpa birama… ngaco banget!.

“ehem… ehem” terdengar suara berdehem sang Guru killer meredam gemuruh kelas yang berusan meledak….serentak hening mendengingkan telinga para siswa yang terkejut badan.

“sekarang keluarkan selembar kertas dan TULIS APA YANG BARU SAJA KALIAN LAKUKAN!” waktu nya lima belas menit!” tanpa ba-bu sang guru Bahasa memberi tugas.

———————————————————————————————————–

ilustrasi diatas adalah juga bentuk penerapan dari rumus 1, ketika dikepala sedang ada bergelayut keinginan memberi tips buat PNBB yang muncul adalah serangkaian imaji sederhana diatas. sekecil apapun kegiatan kita, berfikir, beraktifitas, usahakan untuk menulisnya semampunya. seperti melaporkan sebuah kejadian diri dan orang lain saja. semudah itu! kuncinya adalah : yang jelas bisa mengerti dan bisa menulis, jika tidak, minta bantuan sseorang menuliskannya.

dalam sebuah manajemen modern kegiatan menulis adalah salah satu syarat terpenuhinya standar internasional suatu perusahaan. sistim pelaporan semua kegiatan kerja dalam suatu industri misalnya diperlukan sebagai standarisasi atas produk yang dihasilkan. pencatatan pelaporan dan pengarsipan semua kegiatan yang terkait dengan proses produksi akan menjadi bahan audit terpenting guna peningkatan kualitas produksinya.

nah, diawalnya mungkin ada hambatan, lumrah dan wajar, tapi ini instruksi wajib dalam konteks dunia penulisan. masih ragu? sahabat Ali RA pernah berkata,”ikatlah ilmu dengan menulisnya”.

perintah sekaligus doktrin yang positif tentang betapa pentingnya tulisan.sepenting perintah “membaca” yang tertulis dalam literatur keagamaan.

jadi mulailah dengan “SATU KATA” dan temukanlah dengan “KATA YANG LAIN” ini akan menjadi rumus #2 dari tips menulis berikutnya…

Note: ditulis langsung tanpa edit di create doc. PNBB karena takut disuruh lari keliling sekolahan PNBB yang seluas bumi 🙂

[Tips Menulis] Penulis = Pemberani!

Oleh: Akung Krisna

Ketika banyak orang yang ingin bisa membuat tulisan (menulis) seringkali mereka dihantui oleh berbagai ketakutan dan kekhawatiran. Bahkan kadang sangat berlebihan rasa takut itu. Takut tulisannya jelek. Takut salah, khawatir di kritik atau mungkin juga akan menerima cacian dan hinaan dari teman ataupun orang yang membaca tulisannya.

Disaat rasa takut dan khawatir itu muncul dibenak kepala ataupun dihati yang terdalam, orang lain tidak ada yang benar-benar mengetahuinya. Hanya dirinyalah yang benar-benar merasakan. Maka selalu urunglah keinginan dan niat untuk mencoba merangkai kata dalam menciptakan sebuah tulisan. Begitu banyak orang yang mengeluh kepada orang lain tentang sulitnya membuat sebuah tulisan. Padahal kalau saja kita tidak terlalu berfikir macam-macam membuat tulisan itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Menurut saya, cuma satu syaratnya: BERANI!

Berani, menurut dari Kamus Bahasa Indonesia Online memiliki arti :[a] mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dsb; tidak takut (gentar, kecut): kita harus — mempertahankan kebenaran. (Referensi: ).

Mungkin kita semua pernah merasakan di saat kecil dulu bagaimana proses belajar naik sepeda roda dua. Rasa takut jatuh pasti ada. Namun kenapa akhirnya dengan segala upaya akhirnya kita berhasil mengendarai sepeda roda dua? Dan mungkin masih ingat bagaimana rasanya ketika berhasil? Tentu amatlah bahagia. Sebagi ilustrasi sederhana saja, disaat kita mampu melawan rasa ketakutan untuk terjatuh dari sepeda ketika belajar atau berlatih, disitulah bisa disebut awal datangnya sebuah keberanian. Diri kita benar-benar berani mencoba. Berani memulai. Berani mengambil resiko, misalnya terjatuh, kecebur saluran air atau menabrak tukang sayur yang papasan dengan kita. Atau contoh yang lebih ekstremnya, bagaimana para pemanjat tebing tidak mampu mengusir rasa takutnya akan ketinggian? Tentunya mereka tidak akan pernah mencapai ketinggian puncak suatu tebing yang diinginkannya.

Jika saja kita memiliki rasa keberanian dalam menulis tentu tidak akan pernah ada rasa takut untuk dikatakan tulisan kita jelek, tidak bermutu, atau sulit dipahami. Singkirkan jauh-jauh rasa takut seperti itu. Tidak ada sebuah perjalanan yang jauh jika tidak di mulai oleh sebuah keberanian melangkah. Tidak ada pisau yang tajam tanpa pernah di asah. Tidak ada seorang juara tanpa perjuangan dan latihan dengan tekun dan gigih. Tidak akan pernah ada tulisan jika tidak ada keberanian dalam diri. Berani untuk memulai. Berani untuk mencoba dan mencoba lagi. Berani untuk di kritik ataupun dihina. Berani menempa jiwa. Berani berbuat salah dengan semangat belajar memperbaiki kesalahan. Menulis adalah suatu upaya menembus sekat-sekat ketakutan dalam diri yang seharusnya tidak perlu ada. Percayalah, semua orang pasti bisa menulis. Termasuk diri kita tentunya.

Tidak perlu membandingkan diri kita dengan penulis-penulis terkenal yang hebat. Tapi coba pelajari bagaimana mereka bisa sampai berada di titik sekarang ini. Apakah secara tiba-tiba begitu saja? Terakhir, selamanya kita menjadi seorang penakut dan pengecut selama itu pula kita tidak akan pernah berhasil mewujudkan keinginan kita. Tunjukkan keberanianmu, Sahabat!

Hidup ini hanya milik orang-orang pemberani.

(Kata beberapa orang)

[Tips Menulis] Mengapa Harus Menulis?

Oleh: Risma Purnama Aruan

Ketika saya mengajak Anda untuk menulis,pasti akan muncul pertanyaan ini, mengapa saya harus menulis? Saya bukan penulis, saya bukan satrawan atau novelis, saya bukan mahasiswa atau saya bukan wartawan atau reporter, atau seribu alasan bukan lainnya. Menulis bukan soal siapa Anda, tapi soal menuangkan isi pikiran atau hati. Siapa saja bisa menulis, karena setiap kita punya pikiran punya hati dan punya banyak hal yang ingin diungkapkan dengan kata kata. Tapi banyak di antara kita tidak pandai untuk mengeluarkan isi hati dan pikiran dalam bentuk percakapan, termasuk saya. Menulis bisa menjadi solusinya.

Tahukah Anda bahwa kitab kitab jaman dulu yang Anda baca sekarang, ada karena ada yang menuliskannya? Juga karya karya ilmiah jaman dulu bisa kita pelajari kembali sekarang karena ada yang menuliskannya. Bayangkan jika semua itu tidak ada, kita takkan pernah tahu yang namanya sejarah, asal usul, dan segala kejadian yang pernah tercatat di muka bumi ini. Hanya saja memang ada tulisan yang dianggap sudah usang, tidak up to date untuk di terapkan pada jaman ini, tapi persoalannya bukan di situ. Persoalannya adalah penulisnya sudah tercatat dalam sejarah bahwa satu kejadian yang pernah terjadi dulu dicatat, bisa dijadikan bukti sejarah maupun hanya konon ceritanya. Bahwa apa yang ditulis di jaman dulu ada kesinambungannya dengan apa yang terjadi saaat ini. Siapkah anda mencatat sejarah jaman sekarang, hanya dengan menulis apa yang anda lihat, dengar dan rasakan. Kelak Anda akan dikenal oleh keturunan anak cucu anda dari tulisan Anda. Menulis juga salah satu kita mencari kebenaran. Tentunya yang memproses adalah waktu,apakah yang kita tulis itu sebuah kebenaran atau hanyalah pendapat pribadi kita. Jika Anda memiliki ide ide tapi hanya tersimpan di pikiran dan hati Anda, maka yang mengetahuinya hanyalah Anda. Mungkin Anda bisa saja menceritakan ide Anda pada orang lain, hanya saja orang bisa saja lupa, bahkan Anda sendiripun mungkin lupa dengan apa yang telah Anda ceritakan tersebut. Jika Anda menuangkannya dalam bentuk tulisan orang lain bisa mengetahui dan mengerti pikiran Anda, bahkan mungkin mempelajarinya. Ide ide ini bisa sangat bermanfaat , mungkin saja menginspirasi,memotivasi hal orang lain hanya dengan membaca tulisan Anda. Jangan pernah pelit dengan isi pikiran Anda, tuliskan dan bagikanlah. Semoga Anda termotivasi.

Salam PNBB, sudahkah Anda menulis hari ini ? 🙂