[Tips Menulis] Bagi Pemula

Oleh: Erryk Kusbandhono

 

Menulis adalah sebuah aktivitas yang sebenarnya sangat menyenangkan. Seolah-olah saya bisa berdialog dengan diri saya sendiri. Meskipun awalnya saya tidak tahu apa yang harus saya tulis. Nah, izinkanlah saya untuk berbagi tips menulis. Teman, untuk menjadi “Penulis Pemula”, awalilah dengan menulis apa saja yang ingin kamu tulis, jangan ragu untuk menulisnya dan jangan kamu baca tulisanmu sampai kamu selesai menulisnya. Kalau sudah selesai, baca dan edit tulisanmu.

 

Menulis juga memerlukan sebuah pembiasaan sebagaimana dalam mempelajari bahasa, saya ambil contoh Bahasa Arab. Ada empat unsur yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Bahasa Arab yaitu keterampilan (maharah) istima’ (mendengar), kalam (berbicara), qiro’ah (membaca) dan kitabah (menulis). Keempat maharah kebahasaan ini akan lebih mudah untuk dipelajari manakala kita memaksakan diri untuk membiasakannya atau paling tidak ada waktu khusus untuk mempelajarinya.

Sama halnya dengan menjadi seorang Penulis Pemula yang baik, maka sudah semestinya sejak sekarang memberikan waktu khusus untuk melatih diri dalam menulis, dan tema yang diangkat dalam tulisan ini sifatnya bebas. Tidak harus yang bersifat pengetahuan dan memakai kata-kata ilmiah, aktivitas sehari-hari maupun curhat teman pribadi kita atau menonton sebuah film yang berkesan pun, bisa dijadikan bahan tulisan untuk mengembangkan keterampilan menulis kita.

Dengan asumsi tadi, tidak ada alasan untuk malu atau tidak menulis sesuatu (meskipun hanya sekedar catatan di facebook) atau menuliskannya di buku diary. Pembiasaan akan membuat diri menjadi terlatih, rasa malu dan takut akan menjadikan langkah tertatih untuk maju, berdiri, dan bisa berlari kencang dalam menulis.

Ayo semangat!!! Cepat bangkit!!! Jangan pernah menjadi orang yang terlambat lagi!!! Meskipun sesungguhnya tidak ada orang yang terlambat untuk menjadi lebih baik. Keberhasilan tidaklah diukur dengan banyaknya apa yang telah anda raih, namun diukur dari kegagalan yang anda hadapi dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.

Menulislah sekarang juga!…

[Tips Menulis] Menyerok Ide Menulis Tulisan

oleh : Hazil Aulia

Katanya kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, nah manusia itu kalau mati meninggalkan tulisan. Oleh karena itu, berbahagialah Anda bila kelak menemui Sang Maha namun telah meninggalkan tulisan, apalagi berbentuk buku, sekalipun buku ramai-ramai alias antologi semisal buku Masa Kecil yang Tak Terlupa. Bagi yang belum menulis, saya agak ragu, apakah Anda akan bahagia berlalu dari dunia ini tanpa meninggalkan satu bekas tulisan pun.

Terlalu banyak orang memberikan alasan akan sulitnya menemukan ide untuk membangun suatu tulisan. Jangan katakan bahwa Anda adalah satu diantaranya. Rugi besar, karena sebenarnya ide tulisan itu bisa ditemukan dimana-mana, dan Anda tinggal menyeroknya, mengolahnya serta menuliskannya sehingga jadilah itu sebuah tulisan.

Untuk menulis sebuah tulisan tidaklah memerlukan hal yang muluk-muluk. Ingatlah, berkumpul dengan padagang sate, baju akan berbau sate. Berkumpul dengan pedagang minyak wangi, kita pun akan semerbak wangi. Berarti bila kita berkumpul dengan pehobi menulis, maka (logikanya) kita pun akan tertular menjadi pehobi menulis. Bercengkrama dengan sahabat-sahabat di jejaring sosial semacam Facebook pun bisa menjadi sumber penumbuh tulisan, entah itu karena status teman yang lucu, aneh, menjengkelkan, jatuh cinta atau hanya dari komentar-komentar yang menimpalinya.

Atau mungkin Anda pernah bermimpi saat tidur? Apapunlah jenisnya, keringkah atau basahkah. Bila Anda ingin menceritakan kembali (setidaknya pada diri sendiri) selain memutar ulang mimpi itu, bisa juga dalam bentuk tulisan bukan? Begitu mudah.

Anda hafal dengan alfabet? Dari setiap alfabet pun bisa dibuat tulisan, bahkan kelasnya pun bergengsi. Seperti fiksi mini.

Coba perhatikan contoh ini.

Iiiiiii… bulu kudukku selalu merinding tiap kali melewati jalan ini.

Aaaaa.. sudah berapa kali kubilang, jangan menyentuhku di sana. Bisulku belum sembuh.

Setiap kali engkau mengucapkan kata yang mengandung huruf “h”, setiap kali pula aku tahu bahwa engkau baru saja menikmati semur jengkol kesukaanmu.

Mudah, gampang, tak sulit.

Menyerok ide menulis dari mana saja. Nah, sekarang, kembali ke tempat!

Praktikkan!

Yogyakarta, 24 November 2011

[Tips Menulis] Menggali Ide!

Oleh : Siti Zumaroh

 

Bagaimana menggali sebuah ide agar menjadi tulisan?

Gubraaaaaaakkkkk…..salah orang kalau saya disodori pertanyaan seperti itu, seperti halnya bagaimana tips-tips dalam menulis, bingung juga saya memulai dari mana.

 

Saya adalah orang baru (newbie) di dunia tulis-menulis, hanya karena saya berteman dengan para Tukang Kompor Menulis (TKM) lah maka saya akhirnya menebalkan muka dengan membuat suatu tulisan yang di publish di note dan lebih bergairah lagi setelah tergabung dalam grup Proyek Nulis Buku bareng (PNBB)

 

Dapat idenya bagaimana? Entahlah ketika saya berniat menulis atau memikirkan apa yang sebenarnya mau saya tulis, malah semakin buntulah ide-ide itu. Banyak ide yang terekam di memori malah ketika saya sedang diposisi sibuk mengerjakan suatu pekerjaan rumah, sedang di jalan, dll. Sekarang saya berusaha menuliskan ide (intinya) di media yang sedang saya bawa, hape misalnya. Maka, ketika saya sedang di jalan, tiba-tiba terbersit sebuah ide saya tulis dalam sms yang saya simpan kemudian saya pindahkan ketika ketemu lapy atau kompi.

 

Saran saya sebagai newbie kalau pengen bisa menulis, maka banyak-banyaklah bergaul dengan para senior di dunia menulis, tetapi tentu saja yang istiqomah untuk menjadi TKM, karena banyak sekali penulis yang saya kenal tapi jarang mengompori teman lainnya untuk menulis

[Ide Menulis] Ada Dimana-mana!

oleh: Onie Daulat

 

Bagaimana mendapatkan ide menulis?”

Bagaimana menjawabnya kawan, jika kamu disodori pertanyaan seperti itu? Bingung? Sama, saya juga bingung. Apalagi katanya akan dipajang di website PNBB agar bisa berbagi dengan para anggota dan pengunjung website yang entah siapa saja. Wah, apalagi ini… Rasanya memberatkan pundak saya. Kenapa? Karena saya merasa begitu awan dengan dunia tulis menulis.

Saya tidak pernah ikut lomba yang berhubungan dengan tulis menulis.

Tulisan saya tidak pernah dimuat di majalah, koran dan lain sebagainya (gak pernah ngirim juga soalnya, hehe…).

Saya juga tidak pernah ikut pelatihan yang berhubungan dengan dunia tulis menulis. Haruskah?

Tapi…

Pernah nulis dong? Pernah.

Nulis surat cinta, nulis bait-bait patah hati, nulis surat ke Emak dan Bapak ketika jauh di perantauan, menumpahkan uneg-uneg diselembar kertas ketika ucapan-ucapan tidak bisa mewakili perasaan,menuliskan resep masakan dari percobaan iseng-iseng di dapur, setidaknya pernah bikin PR Bahasa Indonesia yang temanya: Liburan Sekolah?

Pernah…
Pernah…
Pernah!!!
(iya…iya…jangan sewot dong).

Ahaa… Ternyata ide menulis ada dimana-mana kawan. Apa yang kamu alami, rasakan, pikirkan, baca, lihat, dengar dimana pun, semua itu bisa dijadikan ide awal untuk sebuah tulisan. Intinya sekarang adalah kamu mau tidak menuliskannya? Jika tidak, segala macam ide itu percuma saja kawan, dijamin tidak akan pernah menjadi tulisan, hanya memberatkan memori di otak saja. Biasanya setelah dituliskan, perasaan akan jadi lebih lega lho :).

Di awal, tidak usah memikirkan bagaimana cara menulis yang baik, kata pepatah minang:

pasa jalan dek batampuah, lancar kaji dek baulang”
(hapal jalan karena sering ditempuh, lancar ngaji karena sering diulang).

Jadi mari kita menulis, menulis, menulis dan menulis! Insya Allah semakin sering semakin baik, tentu saja seiring waktu harus ada kemauan untuk meningkatkan pengetahuan dalam tulis menulis, (sssttt… sering-sering buka kamus besar Bahasa Indonesia ketika menemukan kata-kata yang sulit dmengerti).

Nah, bagi yang sama bingungnya dengan saya mungkin beberapa hal diatas bisa dicoba dan TULISKANLAH SEKARANG JUGA!!! Lalu, biarkan orang lain membacanya.

Semangat Belajar, Semangat Menulis!!

24 November 2011, Oniedb ^_^