[Mengatasi Hambatan Menulis] Munculkan Perasaan Bahagia

Oleh: Nur Muhamamdian

Hambatan menulis beraneka ragam. Setiap orang mempunyai hambatan yang yang berbeda-beda. Secara umum adalah rasa malas, malu, bingung mau mulai dari mana, merasa tidak bisa, merasa tidak tahu caranya, merasa tidak bisa, merasa tulisannya tidak bagus, dan banyak lagi alasan-alasan yang menghambat seseorang untuk menulis. Dan satu-satunya alasan konyol yang tidak bisa ditolerir adalah tidak ada waktu. Untuk alasan terakhir saya tidak akan bahas karena tidak ada gunanya hal konyol dibahas.

Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan menulis yang begitu beragam?

Pertama anda harus punya niat menulis. Dalam tulisan saya sebelumnya saya sampaikan bahwa “Menulis adalah Kewajiban”, jadi tidak ada alasan untuk tidak berniat menulis.

Kedua anda harus mencari dan bergabung dengan group atau komunitas penulis. Anda bisa bergabung dengan komunitas penulis secara offline, dan rajinlah menghadiri pertemuan. Atau anda bisa bergabung dalam group-group penulis secara online seperti PNBB – Proyek Nulis Buku Bareng. Group PNBB sangat direkomendasikan karena untuk jadi anggota tidak ada syaratnya kecuali niat kuat menulis.

Dua langkah tadi adalah modal kuat anda untuk mengatasi segala hambatan-hambatan untuk menulis. Bagaimana caranya?

Saat anda merasa buntu…Saat anda sangat sulit memulai menulis atau melanjutkan menulis, letakkan pena anda, matikan dulu computer anda. Lakukan gerakan-gerakan olah raga ringan untuk melemaskan otot-otot anda. Kemudian minumlah air putih pelan-pelan, nikmati kesegarannya. Setelah badan terasa rilek dan segar, duduklah dengan santai atau berbaringlah dengan nyaman.

Pejamkan mata anda. Imajinasikan saat-saat anda sudah menyelesaikan tulisan anda, dan anda posting/share/bagikan tulisan anda kepada teman-teman komunitas atau group anda. Imajinasikan atau visualisasikan ekspresi kebahagiaan wajah-wajah mereka saat membaca tulisan anda. Anda juga bisa memvisualkan wajah-wajah bahagia orang-orang yang anda cintai. Dalam pikiran anda munculkan suara-suara komentar mereka yang membangun, yang berterima kasih atas tulisan anda.

Rasakan perasaan anda saat itu terjadi, rasa bahagia sudah berbuat sesuatu, rasa bahagia sudah berbagi. Kuatkan visualisasi, suara-suara, dan perasaan bahagia itu…Kuatkan…Tarik napas pelan dan dalam, tahan sebentar, kemudian lepaskan. Lakukan beberapa kali tarikan napas. Biarkan tubuh dan pikiran anda merasa nyaman sampai anda merasa cukup.

Selanjutnya buka mata anda, dan Insya ALLOH anda siap untuk menulis…

Hidup efektif dan bahagia…Monggo…

[Tips Menulis] Menulis adalah KEWAJIBAN

oleh: Nur Muhammadian

Sejak anda terlahir di dunia yang indah ini sampai saat ini betapa banyak yang anda alami. Begitu banyak ilmu dan pengalaman yang anda dapatkan dalam perjalanan hidup. Begitu besar anugerah Tuhan yang ada dapatkan. Tentu saja anda harus mensyukuri semua itu, atau anda akan mendapatkan azab yang teramat pedih. Pengalaman dan ilmu anugerah Tuhan harus anda syukuri dengan membagikannya kepada orang lain. Caranya dengan menuliskan semua itu, sehingga bisa dibaca orang lain. Menulis adalah kewajiban anda…

Setiap detik anda bernafas, setiap detik pula otak anda menerima informasi.

Setiap detik anda bernafas, setiap detik pula perasaan anda mengolah informasi.

Seluruh panca indera sudah bertahun-tahun, sejak anda lahir, menjadi sarana menangkap informasi.

Dan kepribadian anda terus berkembang jadi seperti anda saat ini.

Sampai kelak suatu saat anda tidak lagi berhak bicara, kecuali seluruh organ tubuh anda, harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam sidang akbar yang sangat menentukan nasib anda selamanya.

“Untuk apa ilmu yang kaudapatkan?”

“Pernahkah kau bagi ilmumu?”

Saudara-saudaraku…Saat anda masuk liang lahat, tak ada lagi yang bisa anda lakukan. Tak ada yang bisa membantu anda kecuali jejak-jejak kebaikan yang anda tinggalkan. Hanya anak-anak anda yang sudah anda didik dengan baik, harta yang anda tinggalkan untuk dimanfaatkan banyak orang, dan ilmu bermanfaat yang anda bagikan, yang berpeluang menolong anda.

Setiap pengalaman yang anda dapatkan adalah ilmu.

Setiap kejadian yang anda alami adalah ilmu.

Setiap keberhasilan melewati tantangan adalah ilmu.

Setiap hasil olah pikiran anda adalah ilmu.

Setiap cara anda mendapatkan kebahagian adalah ilmu.

Dan Tuhan memberikan ilmu itu kepada anda untuk anda manfaatkan dan anda bagikan, atau Tuhan akan mengambil lagi semua itu dari anda.

Segera bagikan ilmu anda saudara-saudaraku…Tulislah…! Bukankah kemampuan anda menulis juga harus anda pertanggungjawabkan kelak?

Menulis bukan tentang kemauan, bukan pula mengenai keberanian. Menulis adalah kewajiban.

Hidup efektif dan bahagia…Monggo…

[Tips Menulis] Mencari Ide? Membacalah

Oleh: Azzurit hijau 125

Seorang teman pernah curhat : ingin menulis namun tak mempunyai ide, bagaimana cara mendapatkan idenya? Ide itu seperti jelangkung, yang datang tanpa diundang dan pergi sebelum diusir. Ide juga bisa datang di mana dan kapan saja. Lalu bagaiman jika idenya tak kunjung datang? Carilah. Karena ide banyak bertebaran, kitalah yang harus peka untuk menangkapnya.

Cara mendapatkan ide adalah dengan membaca. Apa sajakah yang harus di baca? Buku? Tidak. Banyak hal yang dapat kita baca. Antara lain :
1.Buku
Buku adalah jendela dunia, bacalah banyak buku jika ingin banyak tahu. Setelah banyak membaca, menulislah agar bisa berbagi. Bagaimana jika malas membaca? Perlu energy agar bisa menghasilkan usaha. Jika energy minus, tak baiklah hasil usahanya.

2. Diri sendiri
Diri kita sesungguhnya adalah sumber bacaan. Setiap hari kita akan merasakan banyak rasa, bacalah rasarasa itu dan tuliskanlah. Memendam rasa tak akan pernah barakibat baik, berbagilah. Namun jika tak mau membaginya dengan orang lain, bagilah dalam tulisan, walau hanya untuk diri sendiri.

3. Orang lain
Seperti halnya diri kita, di diri orang lain pun terdapat sumber bacaan. Bacalah bagaimana cara mereka melihat, memandang, merasa atau memikirkan. Dan kesemuanya sangat menarik untuk dituliskan. Tapi berhatihatilah dalam menuliskan tentang orang lain, jaganlah sampai membuka aibnya.

4. Interaksi
Interaksi antar sesama manusia, antara manusia dengan hewan, dengan tumbuhan, ataupun dengan alam, juga merupakan sumber bacaan. Bacalah dengan baik dan tuliskanlah.

5. Alam semesta
Alam semesta adalah sumber bacaan yang sangat banyak dan menarik. Pernah melihat indahnya larik pelangi? Sejuknya pepohonan hijau? Atau romantisnya senja? Kenapa tak coba untuk menuliskannya? semuanya menarik, bukan?

Terbukti, banyak hal yang bisa dibaca. Jadi, tentu banyak hal pula yang dapat ditulis. Bacalah dengan baik, perhatikanlah dengan seksama dan tuliskanlah dengan penuh cinta. Mungkin hal yang kita lihat bisa sama, tapi cara pandangnya pasti berbeda. Maka, menulis dan berbagilah cara pandangnya.

Ruang pelangi, 23 November 2011

[Cerita Mini] The Power of Forgiveness

Oleh: Risma Purnama

Seorang anak yang mengunjungi ayahnya di penjara,mereka duduk berhadapan. Dari balik jeruji sang ayah menatap dengan dingin anaknya. TaK kersuara tak bergeming. Wajah bengisnya terlihat kaku dan angkuh, tanpa senyum!
“Ayah, kau telah menghancurkan keluarga kita.” kata anak sedih. Sang ayah masih diam, tangannya terkepal.
“Ayah, kau telah membunuh ibu, itu sebabnya kau ada di sini,”. Sang ayah tetap tak bergeming, tak menghiraukan kata kata anaknya.
“Ayah, kau tak pernah menginginkanku.” kata anaknya dengan airmata mulai menetes, tapi ayahnya masih bungkam.
“Ayah kau telah mengambil segalanya dariku, masa depanku, hidupku dan keluargaku!” anaknya berteriak dengan keras.”Tapi aku mengampunimu ayah, aku memaafkanmu.” Anaknya tersungkur dilantai, menangis tak berdaya meluluhkan hati ayahnya yang telah membatu.
Perlahan ayahnya, melepaskan kepalan tangannya. Melihat anaknya yang menangis dan memaafkan segala perbuatannya, Lelaki kejam itu mulai menundukkan kepala, perlahan dari sudut matanya menetes airmata, jatuh ke lantai. Hatinya terenyuh, luluh.Ya..anaknya mengampuninya dan memaafkannya atas segala apa yang telah diperbuatnya. Dari balik jeruji diraihnya tangan anaknya, mereka berpelukan dan menangis. “maafkan ayah nak,” katanya sambil terisak. Pengampunan telah meluluhkan hati sang ayah yang kejam dan bengis itu terhadap anaknya.

 

[Tips Menulis] Menulis Ibarat Melukis

Oleh: Hesti Setiarini

Aku bukanlah pelukis. Sama sekali tak pandai melukis. Kalau aku dipaksa melukis pasti semua akan tersenyum geli karena lukisan anak bungsuku yang masih di bangku Taman Kanak-kanak jauh lebih bagus ! Tapi aku suka melukis. Bukan melukis di atas kertas, apalagi kanvas. Aku sedang belajar melukis dengan untaian kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat-kalimat. Ya, belajar MENULIS. 
 
Menulis tentang indah maupun ganasnya alam, menulis tentang cinta kasih dalam hubungan asmara, dalam persahabatan. Menulis tentang fakta yang ada di sekitar kita. Menulis tentang harapan dan impian di masa yang akan datang, ataupun tentang kenangan masa lalu. Menulis apa saja. Tulisan bisa terlahir dengan kalimat yang pendek, ataupun panjang. Tak jadi masalah. Menulis adalah ajang untuk melatih kepekaan diri ‘membaca dan mendengar’ apa yang sedang kurasakan. Menulis lalu bagikanlah isinya pada orang lain. Biarkan orang membaca apa yang kita rasakan. Apa yang ingin kita sampaikan. Lukiskan saja apa yang kita rasakan. 
 
Ide menulis bertebaran dimana-mana, bukan? Misalnya saat sedang berjalan-jalan di sebuah taman, saat sedang sedang mengerjakan pekerjaan rumah, saat melihat anak-anak tercinta sedang bermain bersenda gurau. Saat sedang melihat seekor semut sedang bersusah payah menggotong remah-remah roti di punggungnya. Ah, rasanya tak terbilang banyaknya ide berserakan di sekitar kita. Tulis saja. Menulis status di dinding facebook sendiri mungkin langkah awal latihan yang paling mudah. Tentu saja menulis dengan bahasa yang baik dan bisa dimengerti orang lain. Gunakan fasilitas menulis catatan seperti ‘notes’ di facebook. Tulis lalu bagikan pada teman-teman.  
 
Ide menulis yang muncul harus segera dicatat. Kalau tak ada media untuk mencatat, catat saja di otak dulu lalu tuangkan dalam tulisan. Berbagai komentar, kritik dan saran dari teman yang membaca bisa jadi masukan berharga untuk bisa membuat tulisan yang lebih baik lagi, atau bahkan bisa melahirkan ide tulisan baru ! Bergabung dengan komunitas teman-teman yang gemar menulis adalah satu nilai tambah juga. Contohnya bergabung di grup PNBB ini! Sebagai pembelajar menulis aku merasa bisa belajar banyak dari para anggotanya.  
 
Tulisan layaknya lukisan. Biarkan orang lain menikmatinya, mengapresiasi dengan caranya masing-masing. 
 
Melukislah, menulislah. Yuk, sama-sama belajar menulis !!