oleh: Hidi Yan

Terkadang ide menulis “sesuatu” tiba-tiba muncul ke permukaan dan menjadi mudah untuk di tulis. Tetapi ketika akan menulis yang sedikit saja ada unsur “pemaksaan” pikiran, [ada tema yang harus diikuti, atau ada orderan tertentu] semua jadi terasa sulit, buntu bahkan otak terus dipaksa memutar memori, akhirnya membaca berbagai referensi, dan hasilnya tidak diragukan lagi, menjadi sebuah tulisan “gado-gado”, antara referensi yang di baca dengan pikiran sendiri.

Jika sudah terkait dengan menulis yang ada unsur “pemaksaan” tersebut, maka setiap detik terus menggiring pikiran dalam berbagai pertanyaan : apa, dimana, siapa, kapan, berapa, dan lain-lain pertanyaan, tidak ubahnya seperti seorang anak-anak yang cerewet bertanya terus menerus kepada ibunya.

Sebagai orang yang memandang tulisan sebagai karya seni, tidak dituntut dengan target dan materi, strategi bermain tradisional tampaknya lebih sesuai, karena selama permainan itu berlangsung, suasana hati lepas bebas bagai elang di angkasa raya. Bermain di alam bebas, dengan pulpen dan kertas, tidak berusaha duduk di depan komputer yang terhubung dengan internet, karena jika sudah berjumpa si cantik google, bisa saja merusak ciri khas karya penulisnya.

“Penemuan Ide” melalui permainan tradisional ini akan banyak membatu dan ketika mendapat sedikit pencerahan, secepatnya tulis walau harus menggunakan kertas rokok yang ditemukan di tempat sampah, yang terpenting “amankan” dulu ide itu dengan memberikan “keterangan” dalam catatan, apa yang sedang terpikir saat itu, sehingga ketika membaca catatan tadi, keterangan itu berguna sebagai penuntun pada pemikiran semula, walau telah berlangsung satu atau dua minggu.

Repotnya, terkadang lupa menyimpan catatan tersebut. Tidak perlu khawatir, sekarang lebih mudah, tidak perlu repot mencari kertas dan pulpen ketika terpikir sebuah ide yang menarik untuk di tulis, tulis saja di SMS, kirim ke email, atau cukup simpan di draf sms, maka aman untuk sementara.

Mengamankan ide seperti ini, tentunya hanya berlaku bagi yang ingin menulis bebas, tanpa dituntut oleh pesanan dan orderan, apalagi harus mengikuti suatu tema tertentu. Penuangan ide dalam bentuk tulisan, murni dipandang sebagai sebuah karya seni. [Hd]

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,