Oleh Siska Ferdiani

 

Lunch Time

Lunch Time

Masih harus diperbaiki paragraf pembukanya, denyut cerpennya masih terasa datar, konfliknya perlu mendapat sentuhan yang lebih terasa lagi, plotnya masih perlu diperbaiki, semangat berkarya

Itu adalah salah satu kripik yang dilontarkan seorang penggagas komunitas menulis di grup sebelah. Namanya juga penulis ya komengnya aja ‘berasa’, diksinya pun tetap apik. Tapi aku tak ingin mengomentari soal pemilihan diksi nya (karena sejujurnya aku pun tak paham soal itu :D), mungkin aku lebih tertarik dengan maksud dari : paragraph pembuka, konflik atau plot dalam cerita. Penjelasan mengeai paragraf pembuka sudah dibahas di lunch time 1. Kalau tentang konflik, maaf … aku belum punya referensinya nih, naah tentang plot aja yah, kebetulan masih ‘deketan’ sama Celia Warren nih, dalam bukunya Asyiknya Menulis Cerita, dia menuturkan begini :

Plot (Alur Cerita)

  1. Alur adalah rangkaian peristiwa di dalam cerita menurut waktu atau hubungan sebab akibat. Umumnya terdapat dua alur, yaitu alur maju, dimana pola cerita dari waktu sekarang menuju waktu yang akan datang. Dan alur mundur, dimana pola cerita terbalik, dari masa lampau ke masa sekarang. (Tapiii, katanya ada juga alur gabungan maju mundur, atau mundur maju, benarkah??)

Bentuk Plot
Plot biasanya terdiri atas satu atau dua unsur berikut :

  1. Ambisi yang terhalang : seseorang atau sesuatu mencegah tokoh kita mencapai apa yang ia inginkan. Ia menemui rintangan untuk mewujudkan cita-citanya.
  2. Suatu persoalan emosional : masalah yang menyangkut perasaan seseorang yang mempengaruhi hidupnya. Tokoh kita melewati ‘perjalanan pribadi’ di sepanjang cerita. Merencanakan Plot

Membuat garis waktu (timeline) dapat membantu kita mengerjakan sebuah plot yang runtut. Tandai kejadian penting di dalam cerita pada tiap periode/paragraph. Selain itu, salah satu cara untuk membantu perencanaan plot adalah dengan membuat storyboard. Gambarlah sederet kotak : masing-masing untuk satu paragraph dalam cerpen atau satu bab dalam sebuah novel. Buatlah gambar atau catatan untuk mengingatkan apa yang akan terjadi di setiap tahap cerita. Jadikanlah gambar atau catatan ini sebagai dasar cerita.

Contoh :

  1. Aku dan bu Yani sedang lunch bareng di kantin. Tetapi bu Yani terlihat lebih pendiam, lalu terburu-buru keluar dari kantin.
  2. Ditengah jalan, seorang ibu menghentikan langkahnya. Bu Yani terkejut karena tidak mengenali ibu tersebut.
  3. Aku kehilangan selera makan dan memutuskan untuk menyudahinya, aku beranjak menuju ruang guru di lantai atas, tetapi langkahku terhenti di depan pintu ruang BP.
  4. Seorang ibu keluar menyeret anaknya. Di dalam ruang BP bu Yani menangis, dan aku tak tahu harus berbuat apa.
  5. Bu Yani menceritakan apa yang sebetulnya terjadi. Telah terjadi pencurian, sudah ada ‘tersangka’ dengan beberapa saksi dan bukti, tetapi dia mengaku dan bersikap defensive
  6. Guru BP menjelaskan tentang perilaku defensive dan mencuri, pengertiannya, sebab dan akibatnya.
  7. Kasus menggantung karena tersangka tidak mau mengaku, aku memikirkan masalah ini dalam perjalanan pulang.
  8. Esok harinya. Kedua orang tua ‘tersangka’ datang, mengakui perbuatan anaknya dan menceritakan penyebab anaknya mencuri.  Kedua orang tersebut menyesal telah salah mendidik anaknya dan meminta saran penanganan yang tepat untuk putranya.

Jujur ya, terkadang saat membuat sebuah cerita, aku suka tiba-tiba blank di tengah-tengah. Tak tau mau dibagaimanain lagi nih cerita, nanti tau-tau melompat kesana kemari tanpa arah, makanya suka terkesan tidak focus dan terburu-buru. Tapi, dengan bantuan timeline/storyboard ini, aku jadi tak merasa ‘tersesat’ lagi. Aku tau kemana jalan ceritanya akan mengarah. Dengan storyboad seperti di atas, aku bisa menjaga alur ceritaku dengan runtut, tidak melompat-lompat lagi. Naahh, sobat-sobat ada yang mau mempraktekkan?

Aku sudah, insyaAllah cerita lengkapnya akan disajikan diseri Lunch Time 3 yaaa … ^^

 

Serial Lunch Time lainnya :

Lunch Time 1 – Belajar Menulis 1

Lunch Time 3 – Saat si Defensif Mencuri (1)

Lunch Time 4 – Saat si Defensif Mencuri (2)

 

Tags: , , ,