Oleh: Erryk Kusbandhono

Untuk menjadi professional di satu bidang, sunnatullah-nya adalah mampu mengatasi berbagai hambatan dan rintangan. Begitu juga seseorang yang ingin menjadi seorang penulis handal. Seringkali langkah penulis pemula langsung mandek/down ketika menemukan banyak hambatan.

Maunya sih, ketika kita memulai menulis, tangan langsung lancar mengetik, beratus-ratus kalimat apik berebut keluar dari otak kita, dan begitu dikirim ke media, mereka langsung memuatnya tanpa ba bi bu lagi dan menjadi penulis terkenal layaknya Andrea Hirata.

Tapi, coba anda tanya ke semua Penulis yang berhasil meraih beberapa penghargaan; Apakah awalnya mereka semua itu mudah menulis? Pasti jawabannya; TIDAK. Percayalah, hambatan yang mereka rasakan dan alami, sama dengan hambatan kita juga, kok.

Jadi, jangan takut pada hambatan. Hambatan adalah jembatan yang harus kita lewati untuk berhasil dalam bidang apapun. Untuk menjadi penulis pemula, ada beberapa hambatan menulis yaitu;

1. Hambatan Intern
2. Hambatan Ekstern
3. Hambatan Teknik Menulis

1. Hambatan Intern
Terdiri dari; niat yg kurang kuat, takut, gak PeDe, Malas, tidak mau belajar, suka menunda-nunda, tergantung mood.

2. Hambatan Ekstern

Terdiri dari; minimnya sarana dan prasarana, banyak kritikan, naskah gagal, tidak layak muat, berpikiran Madesu (masa depan suram).

3. Hambatan Teknik Menulis

Terdiri dari; ide menthok, sulit memulai, kehilangan arah, malas mencari data, sulit membangun konflik dan suspense, tidak bisa mengakhiri tulisan.

Bersambung…