Oleh: Haidi Yan

 Pernahkah kita tergila-gila dengan sebuah permainan game? Jika pernah, ya seperti itulah rasannya ketika sudah senang, suka dan dijatuhi oleh si cinta menulis. Kalau sudah begini sebenarnya tidak ada hambatan lagi.

“Ah…sombong kali kau…Haidi, memang sudah berapa tulisan yang kau hasilkan?”

He…he…belum ada yang dipublikasikan, tapi jujur, disinilah hambatan terbesar bagi Haidi.  Ketika berbicara tentang hambatan, tentunya setiap orang memiliki hambatan sendiri, sering terungkap, misalnya : Tidak bakat menulis, takut ditertawakan, tidak ada ide, bingung mulai dari mana, tidak menguasai topik, tidak ada waktu, dan yang paling parah adalah malas.

Jika dikatakan tidak ada bakat, tampaknya ini bukan sebuah alasan, karena menulis membutuhkan latihan, bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir, walaupun memang ada yang berbakat, tentunya, jika tidak di gosok dan tidak dipanaskan, tidak akan sebuah emas.

Berikutnya Takut di tertawakan, mengapa mesti takut, bukankah jika dikritik, justru kita semakin mengetahui kekurangan tulisan kita, berikutnya diperbaiki lagi.

Tidak ada ide, sungguh ini alasan yang tidak masuk akal, karena semua yang ada disekitar kita bisa dituliskan, bahkan yang ada pada diri sendiri bisa ditulis.

Bingung darimana memulai, mulai saja dari apa yang sedang dipikirkan saat itu, jika masih bingung cobalah dengan membuat sebuah definisi sendiri, tidak perlu membuka kamus, atau menjelajah si cantik google dulu.

Tidak menguasai topik, ini dia…jika sudah dikatakan begini, berarti ada “sesuatu” yang memaksa di luar diri sendiri, karena untuk berlatih, tulis saja topik yang memang sudah dikuasai.

Tidak ada waktu, jika tidak ada waktu lagi, setiap detik sibuk dengan pekerjaan lain, bagaimana mungkin ada keinginan untuk menulis, semua pikiran tersita untuk kesibukan tersebut, tentu ini lebih menyenangkan daripada menulis. Jadi jangan pernah munculkan alasan itu, karena waktu kita sama saja : 24 jam.

Malas, alasan yang sangat umum bahkan sudah merangkum semua alasan lainnya. Hanya satu yang bisa mengalahkan malas yaitu “paksa”.

Terima kasih PNBB, terima kasih bapak Heri Cahyo sebagai Kepala Sekolah PNBB, dan semua rekan-rekan di PNBB, semoga melalui grup ini, selalu meningkatkan semangat untuk menulis. Amin.

 

Tags: , , , , , , , , ,