Oleh: Citra Dewi

Sebagai pemula dalam bidang ini saya masih sering terjebak dengan berbagai Raja dan Ratu alasan yang sangat terkenal diantaranya: tidak ada ide,tidak trampil, suka menunda, tidak ada waktu , capek dan sebagainya dan sebagainya.

Dilain pihak dengan semakin sering membaca tulisan tulisan sahabat di PNBB, sayapun semakin termotivasi dan segera mengeliminasi negatif thingking yang ada dibenak karena ada tuntutan jiwa yang kuat bergejolak mendorong untuk segera in action dalam menulis dan tidak hanya berandai andai dalam angan. Pada puncaknya saya memilih untuk ´memaksa diri´ dengan segera menulis, menuangkan ide yang ada dipikiran. Apa saja yang ingin di tulis segera dituliskan baik di agenda, HP, dan sesudah itu baru diedit, ditampilkan atau disimpan.

Dan alasan yang terpenting mengapa saya menulis adalah karena menulis buat saya adalah suatu refleksi jiwa. Suatu ungkapan dari pemikiran, pengalaman, perasaan dari suara jiwa yang ditampilkan. Jiwa yang penuh dengan dengan getar getar dari dua sisi kehidupan ini. Ada positivisme, kegalauan, tanda tanya dan pertarungan antara rasa dan asa.

Dengan menulis tekanan yang ada mengalir keluar bagaikan air bah dengan derasnya sehingga setelah menulis ada rasa lega yang luar biasa. Ada kepuasan batin. Menulis ternyata suatu terapi yang murah meriah yang hasilnya sangat effektif. Menulis adalah berpikir, merasakan, dan mengungkapkan. Ketiga kombinasi ini menyatakaan bahwa jiwa mempunyai smaak atau cita rasa.
Mari bersama menjemput, memburu, menangkap, merenggut, menyedok ide serta membagikannya. Selamat menulis!

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,