Oleh: Akung Krisna

Ketika banyak orang yang ingin bisa membuat tulisan (menulis) seringkali mereka dihantui oleh berbagai ketakutan dan kekhawatiran. Bahkan kadang sangat berlebihan rasa takut itu. Takut tulisannya jelek. Takut salah, khawatir di kritik atau mungkin juga akan menerima cacian dan hinaan dari teman ataupun orang yang membaca tulisannya.

Disaat rasa takut dan khawatir itu muncul dibenak kepala ataupun dihati yang terdalam, orang lain tidak ada yang benar-benar mengetahuinya. Hanya dirinyalah yang benar-benar merasakan. Maka selalu urunglah keinginan dan niat untuk mencoba merangkai kata dalam menciptakan sebuah tulisan. Begitu banyak orang yang mengeluh kepada orang lain tentang sulitnya membuat sebuah tulisan. Padahal kalau saja kita tidak terlalu berfikir macam-macam membuat tulisan itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Menurut saya, cuma satu syaratnya: BERANI!

Berani, menurut dari Kamus Bahasa Indonesia Online memiliki arti :[a] mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dsb; tidak takut (gentar, kecut): kita harus — mempertahankan kebenaran. (Referensi: ).

Mungkin kita semua pernah merasakan di saat kecil dulu bagaimana proses belajar naik sepeda roda dua. Rasa takut jatuh pasti ada. Namun kenapa akhirnya dengan segala upaya akhirnya kita berhasil mengendarai sepeda roda dua? Dan mungkin masih ingat bagaimana rasanya ketika berhasil? Tentu amatlah bahagia. Sebagi ilustrasi sederhana saja, disaat kita mampu melawan rasa ketakutan untuk terjatuh dari sepeda ketika belajar atau berlatih, disitulah bisa disebut awal datangnya sebuah keberanian. Diri kita benar-benar berani mencoba. Berani memulai. Berani mengambil resiko, misalnya terjatuh, kecebur saluran air atau menabrak tukang sayur yang papasan dengan kita. Atau contoh yang lebih ekstremnya, bagaimana para pemanjat tebing tidak mampu mengusir rasa takutnya akan ketinggian? Tentunya mereka tidak akan pernah mencapai ketinggian puncak suatu tebing yang diinginkannya.

Jika saja kita memiliki rasa keberanian dalam menulis tentu tidak akan pernah ada rasa takut untuk dikatakan tulisan kita jelek, tidak bermutu, atau sulit dipahami. Singkirkan jauh-jauh rasa takut seperti itu. Tidak ada sebuah perjalanan yang jauh jika tidak di mulai oleh sebuah keberanian melangkah. Tidak ada pisau yang tajam tanpa pernah di asah. Tidak ada seorang juara tanpa perjuangan dan latihan dengan tekun dan gigih. Tidak akan pernah ada tulisan jika tidak ada keberanian dalam diri. Berani untuk memulai. Berani untuk mencoba dan mencoba lagi. Berani untuk di kritik ataupun dihina. Berani menempa jiwa. Berani berbuat salah dengan semangat belajar memperbaiki kesalahan. Menulis adalah suatu upaya menembus sekat-sekat ketakutan dalam diri yang seharusnya tidak perlu ada. Percayalah, semua orang pasti bisa menulis. Termasuk diri kita tentunya.

Tidak perlu membandingkan diri kita dengan penulis-penulis terkenal yang hebat. Tapi coba pelajari bagaimana mereka bisa sampai berada di titik sekarang ini. Apakah secara tiba-tiba begitu saja? Terakhir, selamanya kita menjadi seorang penakut dan pengecut selama itu pula kita tidak akan pernah berhasil mewujudkan keinginan kita. Tunjukkan keberanianmu, Sahabat!

Hidup ini hanya milik orang-orang pemberani.

(Kata beberapa orang)

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,