Oleh Heri Mulyo Cahyo 

berbagi

berbagi

Suatu ketika Amazon, toko buku online terbesar di dunia, membuat sebuah “terobosan pemasaran” yang cukup membuat kontroversi di kalangan penjual buku online. Terobosan pemasaran itu dibuat oleh divisi buku elektronik. Pihak Amazon mendorong para penulis baru dan belum punya nama yang menjual buku elektroniknya di toko  tersebut untuk menggratiskan satu buku mereka “full version” kepada calon pembaca/konsumen.  Singkat cerita, beberapa penulis yang belum punya nama tersebut sebagian ikut dalam program tersebut dan mereka memilih buku mana yang akan mereka gratiskan.

Begitu program ini dirilis, ribuan buku elektronik yang digratiskan diunduh jutaan orang di dunia. Dan yang luar biasa adalah umpan balik dari program itu cukup membuat senang pihak Amazon dan para penulis yang mengikuti program tersebut, karena ternyata banyak dari pengunduh buku tersebut mencari buku lainnya yang berbayar dari penulis-penulis baru yang tulisannya bagus. Dan tentu saja efeknya adalah penjualan buku di Amazon meningkat serta penulis tersebut royaltinya juga meningkat.

Apa pelajaran dari cerita di atas?

Pertama, sebagaimana banyak diungkap praktisi internet marketing, satu teknik untuk mendapatkan penjualan adalah memberikan sebanyak-banyaknya kepada calon konsumen. Beri, beri, beri, beri baru  closing penjualan.

Kedua, dari sana kita bisa mengukur “respon pasar” atas produk dan tulisan kita dengan cara melihat berapa orang yang telah mengunduh karya kita. Tetapi yakinlah seberapapun “jeleknya” tulisan kita, masih tetap bermanfaat bagi orang lain. Sebagai contoh sebuah e-book ecek-ecek yang hanya kumpulan tulisan saya di blog dan tidak saya tata ulang – begitu saya e-book-kan, yang mengunduh 400 orang lebih. Silakan coba dicek disini http://bit.ly/ypspwa

Ketiga, ketika semakin banyak orang yang mengunduh buku kita, maka semakin dikenallah nama kita oleh pembaca. Hal ini akan memberikan dampak yang positif bagi “karir” menulis kita, seperti: kita semakin bersemangat menulis, semakin kreatif menemukan ide dan seterusnya.

Keempat, kesuksesan adalah sebuah proses terus-menerus yang bertemu dengan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT pada kita.

Artinya apa?  Meski sekarang ini kita baru belajar dan menerbitkan buku secara ekektronik yang akan diunduh gratis oleh pembaca, akan tetapi jika kita melihatnya sebagai satu sarana untuk mempertajam dan membuat kita lebih baik, maka insyaAllah kesuksesan itu akan kita raih, asalkan kita selalu berbaik sangka pada Allah SWT. Saya yakin seyakin-yakinnya, jika kita mau melalui proses yang mungkin sangat panjang itu, pasti nanti kita akan menemukan jalannya, ketika karya-karya kita dikenal dan bahkan dicari orang lain.

Pengalaman menerbitkan buku MKTT adalah sangat berharga bagi saya secara pribadi. Ketika komitmen untuk memberikan yang terbaik dan berbagi untuk kebaikan diri kita dan teman-teman, maka seperti yang anda lihat sekarang, buku tersebut laku nyaris 500 eksemplar dan yang penting lagi kepercayaan banyak pihak terhadap grup ini semakin besar, sehingga ada yang berbaik hati untuk memberikan kita fasilitas agar kita menjadi penerbit bagi karya-karya kita sendiri. Alhamdulillah.

Kelima, jika kita menyadari bahwa dengan menulis kita bertujuan untuk berbagi kebaikan yang kita punyai meski sedikit, maka yakinlah kebaikan itu akan kembali kepada anda, paling tidak anda akan mendapat pahala jika apa yang anda tulis itu bermanfaat, dan yang penting lagi, ilmu anda menjadi bermanfaat dan berkah, bukankah ini sesuatu yang indah?

Itulah beberapa pelajaran penting ketika kita mau berbagi melalui tulisan, yang dalam waktu bersamaan adalah strategi untuk mengenalkan grup kita dan diri kita secara pribadi.

Jadi tunggu apalagi?

 

*******

Catatan:

 

Untuk Versi e-book dari Tulisan Personal Branding: Cara Ngetop Buat Penulis Pemula.  Silahkan unduh di Pustaka Ebook – tautannya di sini 

Gambar diambil dari sini