Oleh : Afiani

Seorang penulis yang pemula. Seringkali merasa minder dengan karyanya. Jika ditanya, sudah pernah nulis? Banyak yang jawabannya ‘sudah‘.

Selanjutnya, ketika ditanya ‘mana catatan facebook-nya??’

Cuma nyengir sambil jawab, Buat koleksi pribadi saja mbak’

Well, Kalau mau dibilang pemula, saya ngakunya pemula siih. Tapi, mau dikatakan baru saja menulis, juga tidak bisa.

Kalau cara saya sederhana saja. *Tapi, belom ngerasa tulisan saya sudah manis*

Sebuah proses selalu tiada henti. (RIGHT!?!)

Pertama MELATIHLAH PENA

Duluuuu.. Saya merasa tulisan saya adalah tulisan paling buruk sedunia. Jadilah itu tulisan-tulisan lama ngendon (menetap) di kertas-kertas coretan dan sekarang entah telah berada dimana. Soalnya nulisnya senin kamis. Cuma waktu mood-nya lagi hadir. Hanya ketika pengen. Nulis puisi pas lagi ‘sedih’. Bersajak dimasa2 susah. Hehee. Cerpen?? Sampai saat ini pun saya masih belum bisa lancar buat cerpen. Satu yang penting.. Saya tetap berlatih membuat cerpen. Btw, kalau nulisnya berenti2, yang muncul kemudian adalah ‘malas memulai kembali’. Semoga makin manis yee.

Mbak.. Mbak.. Yang kedua apa ya caranya..??

MENAMBAHLAH DIRI

Weleeeh, opo toh mbak??

Orang menulis itu mesti banyak bahan untuk ditulis. Kalau nggak banyak bahan yang bisa dituliskan, maka ujung2nya jadi berenti-berenti lho. Seperti drum, yang akan diambil airnya setiap hari oleh si gayung. Sudah seharusnyalah, si drum juga perlu untuk diisi setiap hari. Supaya bs memenuhi kebutuhan si gayung. (RIGHT.?!?!)

Menambahnya gimana ya, mbak? Mmm.. Membaca, refreshing, belanja, silaturahim, ngabuburit, traveling. Kok kebanyakan jalan2 ya?? Maksudnya, perbanyaklah pengalaman, cobalah melakukan hal2 baru. Justru yg begitu biasanya akan muncul tulisan2. Manis.. Manis deh tu.

Ketiganya apa dong mbak..???

MENJIPLAK GAYA

Hmm.. Tidakkah itu menyalahi kode etik yg tidak tertulis sebagai seorang penulis?? Hehee. Whoooy.. Apanya sih yang dijiplak. Baca ulang dong. ‘Menjiplak Gaya’. Jadi untuk belajar, kita bisa menirugayamenulis orang lain.Gayamenulis ni sangat.. Sangat.. Sangat beragam. Setiap manusia yang penulis, saya yakin punya gaya-gaya pena-nya sendiri. Nah, coba deh tirugayapenulisan penulis favoritnya. Makin sering nulisnya, nanti lama kelamaan akan menemukangayasendiri. Ckckck.. Makin manis deh.

Keempatnya mbak..??

Mbak.. Mbak.. Lo siapa?? Hehee.

Lanjuuut..

Keempatnya MENELORKAN BANYAK KARYA

Karya bukan cuma buku ya. Tapi, buatlah tulisan.. Tulisan.. Tulisan dan tulisan. Dimaaaaaana saja buatlah tulisan. Di HP, di facebook, di blog, di multiply. Pokoknya (maksa nih) kayak ayam petelur aja yang kerjanya nelooooor terus. Bedanya, ni menelurkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi pembaca. Semoga ga kapok buat tulisan manis.

MEMPERCAYAI DIRI KEMBALI

Kadang, kalau udah nulis.Adamasa jenuh. Semoga tidak sering2 mengalami ini ya. Kalaupun terjadi biasanya setelah itu, saat membaca punya otang lain, jadi mirip seperti awal dulu. Kok punya orang lain keren ya? Rasanya selama ini tulisan saya biasa2 saja? Waduh.. Percayalah (sambil nepok2 bahunya situ) Tulisanmu unik. Kamu berbeda. Dan luar biasa.

*Sssstt, katakan itu pada dirimu* Insyaa Allaah.

Makin manis.

Penasaran dengan yang kelima nih, mbak..

Yang ga penasaran, munduuur..

 

Ia adalah.. MENULISLAH.. MENULISLAH.. MENULISLAH.

Sesungguhnya.. Mati lampu itu hanya sementara. Kiamatlah waktu untuk padam semua cahaya lampu. Air tak mengalir juga cuma sementara. Tergenanglah yang membuatnya menetap dan menjadi tak sehat. Saat ada ide, tulislah. Saat tak ada ide, mbak?? Tulislah juga. Hah?? Gimana toh mbak ini?? Tulislah bahwa kamu sedang tidak ada ide. Bosan? Tuliskan kebosananmu. Lelah? Tuliskan kelelahanmu. Tulis semuanya.

Masih ada mbak?

Ada dooong..

Ini terakhir.. Kalau nggak salah.

MEREKAYASA EMOSI

Wew. Maksudnye??

Begini.. Fenomena jejaring sosial sangat luar biasa. Yang paling sederhana adalah, semakin banyak orang ‘mengeluh’ di dinding2 dunia maya. Saya pernah membaca apa yang dinamakan ‘menulis dengan emosi’. Bahwa saat menulis, sertakanlah perasaan, usah pedulikan aturan2. Hanya menuliskan dengan penuh perasaan. Hasilnya akan menarik. Namun, jika lelah, tidak saya anjurkan untuk menulis ‘saya lelah, karena seharian ngerjain ini, ngerjain itu’. Namun tuliskanlah sesuatu yang mampu mengalirkan energi positif, bukan hanya kedalam diri kita. Tapi juga kepada orang lain. Contoh : “Jika tetesan keringatmu adalah mutiara.. maka telah sebanyak apa mutiara yang kau punya.” Jadilah seperti orang pertama yang berbicara kepada orang kedua. Gunakan kata ‘kamu, anda, atau kita’. Meskipun kita tidak sedang menuliskan ‘kelelahan’ kita. Itu sudah menggambarkan ‘kelelahan’ itu sendiri. Namun, dengan cara yang berbeda. Subhaanallaah.. makin cantiiik pastinya.

Okeh. Nampaknya benar, bahwa itu adalah tips sederhana yang nomor akhir.

Be Inspiring Or Be Inspired.

Keep Nulis, Than Publish.

Semangat MENULIS untuk Menuliskan SEMANGAT..

 

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,