oleh : Hazil Aulia

Katanya kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, nah manusia itu kalau mati meninggalkan tulisan. Oleh karena itu, berbahagialah Anda bila kelak menemui Sang Maha namun telah meninggalkan tulisan, apalagi berbentuk buku, sekalipun buku ramai-ramai alias antologi semisal buku Masa Kecil yang Tak Terlupa. Bagi yang belum menulis, saya agak ragu, apakah Anda akan bahagia berlalu dari dunia ini tanpa meninggalkan satu bekas tulisan pun.

Terlalu banyak orang memberikan alasan akan sulitnya menemukan ide untuk membangun suatu tulisan. Jangan katakan bahwa Anda adalah satu diantaranya. Rugi besar, karena sebenarnya ide tulisan itu bisa ditemukan dimana-mana, dan Anda tinggal menyeroknya, mengolahnya serta menuliskannya sehingga jadilah itu sebuah tulisan.

Untuk menulis sebuah tulisan tidaklah memerlukan hal yang muluk-muluk. Ingatlah, berkumpul dengan padagang sate, baju akan berbau sate. Berkumpul dengan pedagang minyak wangi, kita pun akan semerbak wangi. Berarti bila kita berkumpul dengan pehobi menulis, maka (logikanya) kita pun akan tertular menjadi pehobi menulis. Bercengkrama dengan sahabat-sahabat di jejaring sosial semacam Facebook pun bisa menjadi sumber penumbuh tulisan, entah itu karena status teman yang lucu, aneh, menjengkelkan, jatuh cinta atau hanya dari komentar-komentar yang menimpalinya.

Atau mungkin Anda pernah bermimpi saat tidur? Apapunlah jenisnya, keringkah atau basahkah. Bila Anda ingin menceritakan kembali (setidaknya pada diri sendiri) selain memutar ulang mimpi itu, bisa juga dalam bentuk tulisan bukan? Begitu mudah.

Anda hafal dengan alfabet? Dari setiap alfabet pun bisa dibuat tulisan, bahkan kelasnya pun bergengsi. Seperti fiksi mini.

Coba perhatikan contoh ini.

Iiiiiii… bulu kudukku selalu merinding tiap kali melewati jalan ini.

Aaaaa.. sudah berapa kali kubilang, jangan menyentuhku di sana. Bisulku belum sembuh.

Setiap kali engkau mengucapkan kata yang mengandung huruf “h”, setiap kali pula aku tahu bahwa engkau baru saja menikmati semur jengkol kesukaanmu.

Mudah, gampang, tak sulit.

Menyerok ide menulis dari mana saja. Nah, sekarang, kembali ke tempat!

Praktikkan!

Yogyakarta, 24 November 2011

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,